Pandemi, Bikin Pasar Jet Mewah Melejit

(Business Lounge Journal – Global News)

Sebuah rebound terjadi di pasar jet mewah disebabkan banyaknya pelanggan berduit yang mulai beralih ke penerbangan pribadi. Hal ini tentu saja sehubungan dengan pandemi yang masih berlangsung. Peningkatan permintaan untuk pembelian pesawat bekas pada paruh tahun kedua di tahun 2020 terus dilanjutkan pada tahun ini, seperti yang diungkapkan eksekutif dari Credit Suisse Group AG, BNP Paribas SA dan pemberi pinjaman lainnya, seperti yang dimuat di Bloomberg.

Banyaknya permintaan telah timbul untuk pesawat jet yang lebih kecil oleh karena pembatasan perjalanan akibat pandemi telah mengurangi kebutuhan jet yang lebih besar yang dapat melintasi lautan. Selain itu, para pemain baru dalam kepemilikan pesawat pribadi memang memulainya dengan membeli pesawat dalam kategori lower end. Ternyata hal ini muncul oleh karena kerinduan untuk traveling yang muncul di antara para pelancong kaya dunia, namun mereka masih enggan untuk duduk di kelas premium pesawat jet dari maskapai penerbangan. Perjalanan rekreasi pun menjadi sebuah dorongan meningkatnya permintaan pesawat jet pribadi semasa pandemi ini.

Para bankir juga mengungkapkan keterkejutannya atas betapa cepatnya bisnis pembiayaan pesawat pribadi pulih. Penawaran untuk pesawat bekas sebenarnya naik sedikit pada tahun 2020 dari tahun sebelumnya menjadi 2.598 transaksi, menurut laporan Jetnet iQ. Sedangkan adanya minat para pembeli pesawat telah dimulai sejak satu dekade yang lalu.

Apa yang terjadi saat ini menjadi pertanda yang baik bagi produsen pesawat yang setelah dampak virus mereda akan segera memperbarui armada mereka.

JetHQ juga menjadi salah satu perusahaan yang juga terkena dampaknya. Perusahaan ini adalah perantara penjualan pesawat yang berkantor pusat di Kansas City, Missouri, AS namun menangani penjualan juga di untuk Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. JetHQ telah “melakukan transaksi” pada kuartal keempat dan terus berlanjut hingga tahun ini. Sedangkan maskapai penerbangan komersial diperkirakan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk kembali pulih sebagaimana jumlah penerbangan sebelum pandemi.

RB/VMN/BLJ