Sebuah Riset: Ternyata Bekerja dari Rumah Membuat Pekerja Menjadi lebih Sibuk, Benarkah?

(Business Lounge Journal – News and Insight)

Ada banyak pendapat yang mengatakan bahwa bekerja dari rumah (Work from Home) akan sangat sulit diukur produktivitasnya. Bahkan kecenderungannya akan menemui lebih banyak hambatan oleh karena sering kali mendapatkan interupsi dari anggota keluarga di sekitar. Namun dua buah riset memberikan analisa yang berbeda, bahwa bekerja di rumah pada kenyataannya menyita waktu lebih banyak. Hal ini ditemui di beberapa negara termasuk Inggris, Austria, Kanada, dan AS, bagaimana mereka bekerja dua jam lebih lama di meja kerja mereka di rumah dan menghadapi beban kerja yang lebih besar. Hal ini jelas terlihat dari data yang dirilis oleh NordVPN .

Para pekerja di Inggris telah bekerja lebih keras hampir 25% dalam seminggu, begitu juga para pekerja di Belanda, yang terlihat log off pada jam 8 malam. Tim NordVPN menganalisis data dari servernya untuk melihat bagaimana jaringan bisnis pribadi digunakan oleh karyawan yang bekerja secara remote.

Penelitian terpisah yang juga dilakukan oleh sebuah perusahaan penyelenggara team building, Wildgoose yang menyimpulkan bahwa 44% karyawan Inggris dilaporkan melakukan lebih banyak pekerjaan selama tahun lalu dengan diikuti peningkatan beban kerja. Selain itu, survei juga menunjukkan bagaimana mereka yang bekerja di rumah hanya mengambil istirahat makan siang dengan singkat untuk kemudian kembali bekerja, bahkan ketika mereka sakit sekalipun, mereka tetap bekerja, dan lebih banyak pekerja yang “selalu online” karena tidak terlalu jelas lagi pemisahan antara waktu bekerja dan waktu senggang.

Ketika para responden ditanyakan apakah yang perusahaan dapat lakukan untuk mengatasi kelelahan atau stres saat mereka bekerja dari rumah, maka sejumlah 55% mengatakan bahwa akan sangat membantu jika pihak perusahaan dapat menjaga komunikasi dan pekerjaan sesuai dengan apa yang diharapkan selama jam kerja. Selain itu para pemilik perusahaan juga mengalami kesulitan, dengan dua dari lima orang mengatakan bahwa mereka mengalami depresi, kecemasan, atau kelelahan selama setahun terakhir.

Data NordVPN menunjukkan bahwa pada bulan Januari 2021, pekerja di Inggris, Canada, dan AS bekerja selama 11 jam sehari, setelah sebelum pandemi mereka bekerja selama 8 – 9 jam sehari. Namun, jumlah jam kerja di Denmark, Belgia, dan Spanyol pada Januari 2021 hampir sama dengan jam kerja sebelum pandemi.

Selain itu, di beberapa negara Eropa, karyawan dapat memilih untuk kembali bekerja di kantor dalam kapasitas tertentu. Data di atas juga menunjukkan bahwa tidak ada penurunan signifikan dalam penggunaan Virtual Private Networks(VPN) saat jam makan siang, yang menurut perusahaan dapat mengindikasikan orang-orang mengambil istirahat makan siang yang lebih pendek saat bekerja secara remote. Tidak hanya itu, memiliki ruang kerja di rumah

Survei lainnya yang juga dilakukan para freelancer dari situs perekrutan Worksome mengkonfirmasi bahwa para karyawan juga melaporkan memiliki waktu kerja yang lebih panjang sejak pandemi. menurut survei itu, bahwa bagi banyak orang akan sangat sulit meniadakan ‘mode kerja’ saat bekerja dari di rumah sebab akan selalu ada godaan untuk menjawab email hingga larut malam. Berbeda dengan ketika bekerja di kantor dengan jam kerja yang jelas kapan dimulai dan kapan selesai. Tetapi di rumah, akan selalu ada waktu untuk bekerja sebab tidak ada waktu pulang ke rumah, tidak ada waktu untuk pergi ke gym, atau ke tempat lainnya. Belum lagi meeting online yang sering kali memakan waktu lebih panjang oleh karena sangat mudah bagi peserta untuk bergabung, sehingga semakin banyak yang ikut berdiskusi.

RB/VMN/BLJ