(Business Lounge Journal – Special report)

Meme Anjing dan Perusahaan Nyaris Bangkrut yang Menggoyang Wall Street.

Doge, sebuah meme yang menggambarkan seekor anjing shiba inu yang telah dikenal sejak tahun 2013, mengalami penanjakan popularitas sejak dikenalkan sebagai cryptocurrency oleh duo software engineer Billy Markus dan Jackson Palmer dengan nama “Dogecoin” (Ð). Layaknya ratusan meme yang beredar, semua meme memiliki pasang surut popularitas. Namun kejadian di awal 2020 ini telah membuat Doge menjadi ikon yang mustahil dilupakan… dan semua dimulai dari sebuah perusahaan nyaris bangkrut yang bernama GameStop.

Kisah yang bisa dibilang cukup gila ini dimulai dengan grup diskusi saham WallStreetBets dari forum Reddit yang selama ini berusaha menaikkan saham-saham “tidur” dari permainan short selling yang biasa dilakukan oleh para hedge fund. Lonjakan saham GameStop bermula dari grup diskusi saham WallStreetBets di Reddit, dimana para Redditor (sebutan para pengguna Reddit) menemukan kesempatan melalui saham GameStop (GME), sebuah perusahaan toko video game yang berada di ambang kebangkrutan dikarenakan Covid dan persaingan dengan toko game online – yang dimanfaatkan oleh raksasa hedge fund Melvin Capital Management untuk melakukan “shorting”.

Sebentar… apa itu shorting?

Perumpamaan:

– Katakan 5 pisang seharga $10.
– Satu kera di pasar (market) punya lima pisang.
– Lalu datang ular “meminjam” 5 pisang untuk sementara waktu, dengan pikiran bahwa harga pisang nantinya akan turun (shorting!). Ular berpikir bahwa dia bisa membeli pisang tersebut nantinya dengan harga lebih murah lalu mengembalikannya kepada kera – mendapatkan untung dari selisihnya!
– Sekelompok kera melihat apa yang ular lakukan dan memutuskan untuk MEMBELI semua pisang di market sampai ular tidak punya pilihan lain selain dari membeli dari para kera agar mereka dapat “mengembalikan” apa yang sudah mereka “pinjam”.
– Logika: Kalau para kera TIDAK menjual pisang yang mereka pegang dalam kurun waktu lama, harga pisang akan naik!

Oke balik lagi.

Entah teledor atau ada alasan lain, “shorting” yang dibuat oleh Melvin terbaca oleh para Redditor. Melvin Capital Management, perusahaan yang biasa mengurus fund sampai miliaran dollar tidak tanggung-tanggung dalam “menggoreng” saham GME, jumlah shorting yang dipasang oleh perusahaan ini mencapai $55+ milyar, mengharapkan keuntungan besar dengan waktu yang singkat dari keruntuhan GameStop yang sudah ditaksir tidak akan lama lagi.

Semua dimulai dari seorang Redditor dengan username DeepF*ckingValue yang membeli call options seharga $50.000 di GME dan dalam kurun waktu kurang lebih 3 bulan, mendapatkan keuntungan $13 juta. Seperti mendapatkan angin segar, para Redditor WallStreetBets lainnya segera melakukan hal serupa, apalagi setelah Elon Musk ngetwit “dukungannya” untuk WallStreetBets pada tanggal 27 Januari. Respon langsung datang, jutaan trader dari dalam dan luar komunitas tersebut – yang mengakibatkan Melvin Capital bukannya untung, tapi malah rugi sampai $2 miliar dollar dalam 2 minggu dan terus bertambah sampai membutuhkan bailout dari dua perusahaan hedge funds besar lain… dan pemerintah.

Dogecoin, GameStop berikutnya?

Ketika hype dari GME mulai berangsur-angsur stabil, forum WallStreetBets dalam sekejap mendapatkan banyak anggota baru, dan sebelum tanggal 28 Januari, Dogecoin, yang awalnya dibentuk hanya untuk sekedar lelucon internet – pada hari Kamis (28/1) lalu naik sampai 800%, menjadi cryptocurrency dengan kenaikan tertinggi. Tapi berbeda dengan GameStop, Dogecoin yang hanya sebuah mata uang kripto tidak memiliki ikatan pada perusahaan apapun, selain daripada sebuah sensasi internet. Namun, pandangan skeptis ini bisa berakhir beda dalam jangka panjang – karena Elon Musk, biliuner eksentrik yang turut melambungkan tren GME, mencuit dukungannya terhadap Dogecoin yang membuat mata uang kripto ini melejit.

Para trader amatir mulai menunjukkan ketertarikan mereka terhadap Dogecoin dalam beberapa hari ini, walau belum ada hasil yang mengejutkan seperti GameStop, beberapa orang optimis bahwa harga Dogecoin akan menanjak.

 

Reaksi Pemerintah Amerika Serikat.

Sampai detik terakhir kasus ini terus bergulir. Janet Yellen selaku Menteri Keuangan Amerika Serikat, mengumumkan rencananya untuk memberikan bailout bagi Melvin Capital, yang membuat banyak masyarakat Amerika kecewa terhadap putusan pemerintah ini – mengingat situasi pandemi yang membuat banyak masyarakat Amerika kehilangan pekerjaan dan terlilit hutang, ditambah dengan janji stimulus tunai sebesar $2000 dari administrasi Biden yang harusnya sudah diterima, malah mengalami penundaan sampai April dengan jumlah yang dipangkas sampai $1400.

Di Capitol Hill sendiri, Senator Ted Cruz dari Republican dan House rep. Alexandra Ocasio-Cortez (AOC) dari Democrat yang biasa beradu sengit terlihat seperti setuju dalam cuitan mereka masing-masing bahwa apa yang dilakukan oleh Wall Street adalah suatu ketidakadilan bagi rakyat kecil – walau AOC dengan segera backtrack melihat kesetujuan Senator Ted Cruz dengannya, yang kemungkinan dapat memancing reaksi tidak populer di kalangan pendukung keras sayap kiri AOC.

Reaksi Masyarakat.

Reaksi masyarakat Amerika cukup bulat pada umumnya, dan bisa dilihat di berbagai media sosial, bahwa banyak yang merasa ini sebagai suatu kemenangan terhadap dominasi Wall Street, dengan jumlah closing gain yang bermacam-macam, mulai dari $300 sampai $3juta. Beberapa masyarakat memakai keuntungan ini untuk mengirimkan uang bagi orang tuanya, memberikan operasi bagi hewan peliharaannya, menyambung hidup dan membayar biaya perawatan rumah sakit, namun ada beberapa elemen masyarakat yang secara terbuka menunjukkan bahwa apa yang mereka lakukan sebagai bentuk “balas dendam” terhadap apa yang dilakukan oleh Wall Street pada 2008 silam. Elemen yang terakhir ini menahan untuk tidak menjual (ingat perumpamaan di atas?) sampai hari Senin walaupun sudah mendapat keuntungan berlipat-lipat, demi “membalas” Wall Street. Wall Street pun harus menderita kerugian hingga $70 milyar.

Reaksi Big Tech.

Apps Robinhood yang banyak dipakai oleh para trader amatiran untuk membeli saham GME dan Dogecoin, mengumumkan pengetatan keleluasaan para traders untuk membeli saham GME dan kripto, yang membangkitkan kemarahan dari para masyarakat yang menuduh perusahaan ini bertindak tirani. Beberapa user bahkan melaporkan bahwa Robinhood menjual saham GME mereka tanpa persetujuan user, walau klaim ini berusaha dibantah oleh Robinhood. Akibatnya, pengguna yang marah membanjiri aplikasi perdagangan saham Robinhood dengan ulasan satu bintang di Google Play Store.

Namun, Google mengambil langkah untuk menyelamatkan peringkat Robinhood di app store dengan menghapus sekitar 100.000 ulasan buruk yang masuk.

Reaksi Mainstream Media.

Reaksi media beragam dan beberapa dengan gamblang menunjukkan sisi partisan yang mengedepankan ideologi media tersebut. Beberapa media seperti Vice News menyalahkan “supremasi kulit putih” sebagai penyebab dari peristiwa ini, CNN menyalahkan Donald J. Trump sebagai biang kerok bangkitnya masyarakat kecil melawan Wall Street, sementara Forbes membela para hedge fund sebagai “pahlawan”.

Michael Judah Sumbayak adalah pengajar di Vibiz LearningCenter (VbLC) untuk entrepreneurship dan branding. Seorang penggemar jas dan kopi hitam. Follow instagram nya di @michaeljudahsumbek