(Business Lounge Journal – News and Insight)

British Airways sedang mencoba meyakinkan pemerintah Inggris bahwa karantina selama 14 hari yang wajib dijalani oleh para pelancong yang baru saja melakukan perjalanan ke Inggris, belum tentu diperlukan. Karena itu, maskapai ini pun mengadakan test Covid bagi para penumpangnya. Upaya ini juga kemudian diikuti oleh American Airlines serta United Airlines.

Ya, pemerintah Inggris memang sedang mencari cara untuk mengurangi masa isolasi mandiri yang dibutuhkan para pelancong yang terbang ke Inggris. Hal ini sebelumnya sudah pernah dilontarkan oleh pemilik British Airways, International Airlines Group (IAG), sebab dianggap menghalangi mereka yang akan mengadakan perjalanan ke Inggris dan otomatis merusak bisnis maskapai penerbangan. Selain itu, British Airways pun berusaha meyakinkan pemerintah AS untuk membuka perbatasannya bagi warga negara Inggris, yang telah dilarang sejak Maret.

Uji coba akan dimulai pada 25 November mendatang dan akan berlaku gratis bagi pelanggan yang memenuhi syarat pada tiga penerbangan:
– American Airlines penerbangan AA50 dari Dallas Fort Worth ke Heathrow
– British Airways penerbangan BA268 dari Los Angeles ke Heathrow
– dan penerbangan British Airways BA114 dari New York John F. Kennedy ke Heathrow.

Pelanggan akan diuji 72 jam sebelum perjalanan mereka, serta selama dan setelah perjalanan. Jika mereka dinyatakan positif sebelum bepergian, mereka harus menjadwalkan ulang atau membatalkan penerbangan mereka, tetapi akan dapat memesan ulang di kemudian hari tanpa biaya.

Uji coba akan berlangsung hingga pertengahan Desember, dan British Airways akan menguji 500 penumpang.

Kepala eksekutif Sean Doyle, yang diterjunkan ke dalam peran tersebut pada bulan Oktober, mengatakan: “Jika kita memiliki formula pengujian, itu memberi orang kepastian sehingga mereka dapat membuat rencana.” Doyle juga menambahkan bahwa dia “yakin” maskapai tersebut akan menunjukkan bahwa tes tiga hari sebelum terbang akan membuat karantina menjadi tidak diperlukan.

Saat ini, Bandara Heathrow sudah menawarkan tes virus korona cepat untuk mereka yang bepergian ke sebuah tujuan yang membutuhkan bukti hasil test negatif pada saat tiba di sana.

British Airways memang sedang berjuang sehubungan dengan penurunan permintaan besar-besaran yang telah merugikan industri sebesar $ 84,3 miliar (setara 1.198 triliun rupiah) oleh karena tidak adanya penjualan secara global pada masa pandemi ini.

Pemerintah Inggris telah membentuk gugus tugas untuk melihat bagaimana tes dapat mengurangi periode karantina bagi orang yang terbang ke Inggris, tetapi dikatakan para pelancong masih perlu diisolasi selama beberapa hari. Seorang juru bicara Departemen Transportasi mengatakan: “Gugus Tugas Perjalanan Global milik pemerintah bekerja dengan cepat, bersama dengan dokter, dan industri perjalanan mengembangkan tindakan secepat mungkin untuk melindungi konektivitas udara dan mempertimbangkan bagaimana pengujian dapat digunakan untuk mengurangi periode isolasi.”

RB/VMN/BLJ

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.