(Business Lounge Journal – News and Insight)

Pandemi telah membawa sebuah budaya kerja dengan sistem remote diterima oleh masyarakat dengan begitu cepat. Budaya kerja jarak jauh ini sebenarnya bukanlah hal yang baru.sebab ketika dunia entrepreneur mulai dimasuki oleh para millennial, maka gaya kerja yang fleksible mulai menjadi pilihan yang digemari. Namun budaya kerja yang seperti ini sangat tidak mudah untuk diterima.

Tetapi ketika pandemi Covid-19 merebak di seluruh dunia maka budaya kerja jarak jauh ini menjadi sebuah pilihan penting sehingga bisnis dapat tetap berjalan. Hal ini dipandang sebagai sebuah kesempatan emas bagi beberapa negara untuk menarik perhatian para remote worker untuk mampir dan tinggal lebih lama di negaranya. Untuk itu beberapa negara seakan berlomba untuk mengeluarkan program visa yang dapat memungkinkan para remote worker tinggal lebih lama di negara yang dikunjunginya. Namun tentu saja dibutuhkan sebuah persyaratan yang meliputi bukti terkait pendapatan, identitas, dan asuransi kesehatan dengan tetap memperhatikan rekomendasi dari The Centers for Disease Control and Prevention.

Berikut adalah beberapa negara yang terbuka untuk para remote workers:

Antigua dan Barbuda – Karibia, mengumumkan Nomad Digital Residence Program yang memungkinkan pekerja jarak jauh untuk tinggal dan bekerja di sana hingga dua tahun. Namun mereka harus berpenghasilan setidaknya $ 50.000 (setara dengan 735 juta rupiah) setahun dan bahwa mereka dapat menghidupi diri mereka sendiri serta anggota keluarga yang bergabung dengan mereka, menurut situs web program. Mereka juga harus membuktikan bahwa majikan mereka berbasis di luar negara Karibia.

Aruba – negara bagian Kerajaan Belanda yang memiliki program “One Happy Workation” yang memungkinkan orang untuk tinggal dan bekerja di pulau Karibia hingga 90 hari, Berbagai paket dan tarif diskon di hotel lokal, resor, dan rumah sewa juga ditawarkan. Aruba telah dibuka kembali untuk turis dari beberapa tempat pada bulan Juni, dan telah mengizinkan pengunjung dari lebih banyak negara, termasuk AS, secara bergulir sejak saat itu. Menurut situs terkait program tersebut, program ini terbuka untuk siapa saja dengan paspor AS yang valid, tanpa visa atau dokumen khusus, namun para pekerja jarak jauh harus dipekerjakan oleh perusahaan non-lokal atau wiraswasta dan tidak boleh bekerja untuk individu atau perusahaan Aruban karena hal itu memerlukan izin kerja atau bisnis.

Barbados – Karibia, mengijinkan para remote worker untuk tinggal dan bekerja di pulau itu hingga satu tahun sejak diluncurkan formulir aplikasi online pada Juli. Pelamar yang disetujui harus membayar $ 2.000 (setara dengan 29 juta rupiah) untuk visa individu, atau $ 3.000 (setara 44 juta rupiah) untuk “paket keluarga menurut situs terkait.

Estonia – Eropa Utara secara resmi meluncurkan Digital Nomad Visa pada bulan Agustus yang dikatakan sebagai yang pertama di Uni Eropa yang memungkinkan untuk para remote worker dapat tinggal hingga satu tahun. Mereka juga harus memenuhi persyaratan pendapatan kotor minimum $ 4.130 (€ 3.504) atau setara dengan 60 juta rupiah per bulan selama enam bulan sebelum aplikasi mereka. Tetapi perlu dicatat bahwa Estonia, sebagai bagian dari Uni Eropa, masih tertutup untuk orang Amerika untuk saat ini.

Bermuda – Amerika Utara telah mengumumkan pada Juli bahwa mereka akan meluncurkan kebijakan sertifikat residensi baru. Kebijakan tersebut akan memungkinkan pekerja dan pelajar jarak jauh untuk tinggal di pulau Karibia hingga satu tahun.

Georgia meluncurkan program pengunjung jangka panjang selama enam bulan atau lebih. Pemerintah juga mengatakan bahwa untuk mendaftar, pengunjung harus membuktikan bahwa mereka berpenghasilan minimal $ 2.000 sebulan atau setara dengan 29 juta rupiah sehingga mereka dapat membayar pajak selama berada di Georgia. Selain itu bahwa pengunjung harus dikarantina selama 12 hari setelah kedatangan, dengan biaya sendiri, dan mereka harus mengikuti tes COVID-19 setelah karantina.

Republik Ceko menawarkan visa zivno, atau visa bisnis jangka panjang, selama bertahun-tahun sekarang. Visa tersebut ditargetkan untuk pekerja lepas dan jarak jauh yang ingin tinggal di negara itu untuk jangka waktu yang lebih lama, menurut Kedutaan Besar Republik Ceko.

Portugal memungkinkan pendatang dengan visa wirausaha dapat tinggal hingga satu tahun. Pelamar harus menunjukkan bahwa keterampilan mereka dibutuhkan di negara ini. Untuk freelancer, Portugal memiliki salah satu aplikasi yang lebih panjang, dan mereka yang melamar harus memiliki beberapa hal termasuk memiliki rekening bank Portugis.

Spanyol mengijinkan para pekerja lepas dan wiraswasta dapat mengajukan visa kerja wirausaha di negara tersebut yang memungkinkan individu untuk tinggal dan bekerja di Spanyol hingga satu tahun.

Jerman juga memiliki program perizinan yang ditargetkan untuk pekerja lepas dan pekerja jarak jauh. Visa freelance hanya berlaku selama tiga bulan, tetapi berpotensi diubah menjadi izin tinggal. Aplikasinya mirip dengan program visa jarak jauh lainnya.

Meksiko juga memungkinkan para remote worker dapat tinggal hingga empat tahun dengan visa penduduk sementara negara itu. Untuk memenuhi syarat visa, pelamar harus menunjukkan bahwa pendapatan lebih dari $ 1.620 (23 juta rupiah) per bulan atau saldo rekening bank lebih dari $ 27.000.

Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk bekerja jarak jauh dari negara-negara di atas?

RB/VMN/BLJ

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.