2020 Asia Brand Footprint

(Business Lounge Journal – News and Insight)

Kantar meluncurkan “2020 Asia Brand Footprint”. Sejumlah temuan dari laporan ini mencakup lima tren konsumen terbaru di Asia yang memengaruhi perilaku pembeli. Menurut sejumlah kebutuhan konsumen terbaru, Kantar memaparkan lima penggerak penting untuk pertumbuhan merek. Di seluruh Asia, merek-merek yang memanfaatkan salah satu atau lebih dari aspek penggerak tersebut tampil sebagai para pemenang pada 2019 dalam beragam kategori.

Peringkat tahunan ini memuat analisis khusus tentang cara-cara yang ditempuh sejumlah merek untuk mengatasi pandemi COVID-19, dan bagaimana merek-merek ini menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan di tengah ketidakpastian.

Sejumlah temuan penting:

Lima tren konsumen terbaru yang mendorong perilaku pembeli di Asia: Kesehatan dan kebugaran, kenyamanan, digitalisasi, nilai ekonomis (value for money), serta diversifikasi.

Lima penggerak pertumbuhan merek berdasarkan tren-tren konsumen terbaru:

• Kebutuhan baru: Aspek penggerak terbaik untuk pertumbuhan merek ialah mengenali kebutuhan konsumen yang baru, serta membuat kategori produk terkini.
• Momen yang lebih sering: Berbagai merek dapat menciptakan lebih banyak momen atau kesempatan berbelanja dengan menyediakan produk-produk yang bisa dijangkau dan relevan bagi konsumen.
• Kategori produk yang lebih banyak: Berbagai merek bisa merambah beragam kategori produk guna menarik minat pembeli yang kebutuhannya belum terpenuhi oleh fitur-fitur yang ada.
• Target yang lebih banyak: Berbagai merek dapat menciptakan varian-varian produk baru untuk memenuhi kebutuhan yang lebih luas dan menarik target pembeli baru.
• Jangkauan yang lebih luas: Berbagai merek bisa memperluas lokasi yang menjadi tempat pembelanja untuk melihat dan memilih produknya.

Beberapa merek yang tampil dengan sukses pada 2019 di masing-masing negara:

• Indonesia: Indomie terus menjadi merek Fast Moving Consumer Goods (FCMG) nomor satu pilihan konsumen pada 2019 berkat strategi utamanya di beberapa kategori produk. Merek ini memiliki pertumbuhan CRP (Consumer Reach Points) sebesar 7,0% pada 2019.
• Korea: Chungjungone berada di peringkat kedua setelah sukses merintis makanan ringan pada segmen minuman HMR dan memperluas portofolio produknya.
• Malaysia: Berkat kinerja positif dalam kategori produk mie instan dan bahan-bahan memasak, Maggi mempertahankan posisi nomor satunya pada 2019, dengan penetrasi pasar sebesar 85,4%.
• Filipina: Merek mie lokal Lucky Me tetap menjadi merek yang paling digemari di Filipina, dan menjangkau hampir semua rumah masyarakat Filipina. Merek ini terus meningkatkan mutu produk-produknya dengan menambah beberapa format baru.
• Taiwan: Sejumlah merek lokal terus menempati peringkat lima besar, dan I Mei tampil sebagai merek nomor satu (lebih dari 7,7 juta rumah tangga di Taiwan telah membeli merek ini pada 2019).
• Thailand: Hygiene menempati peringkat teratas untuk merek yang paling digemari dengan pertumbuhan CRP sebesar 11%. Merek ini dipilih lebih dari 116 juta kali pada 2019.
• Vietnam: Produsen susu Vinamilk paling banyak dipilih konsumen di Vietnam (empat kota dan desa) berkat jangkauan masifnya untuk basis konsumen.

Setelah melakukan analisis khusus tentang kiprah sejumlah merek di tengah pandemi, ditemukan beberapa hal:

• Ada empat klaster pola berbelanja di Asia sebelum dan sesudah karantina wilayah: “sangat berhati-hati”, “tertantang”, “tidak terpengaruh”, “jalur pemulihan”.
• Berdasarkan empat klaster tersebut, pola berbelanja di beberapa negara berubah secara drastis, sementara, sejumlah reaksi konsumen tidak berubah.
• Sejumlah kategori produk seperti kebersihan, bahan-bahan memasak, bahan makanan tersier (convenience food), serta suplemen penambah daya tahan tubuh mengalami peningkatan.
• Dalam beberapa kategori ini, merek-merek terbesar di Asia tampil sebagai pemenang dengan memanfaatkan salah satu atau lebih dari lima aspek penggerak pertumbuhan merek tersebut.

FA/VMN/BLJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.