Studi E Commerce dan Payment di Asia Pacific 2020

(Business Lounge Journal – News and Insight)

Rapyd, perusahaan global yang menyediakan Fintech sebagai layanan mereka, telah merilis 2020 Asia Pacific eCommerce and Payment Study. Riset ini mengkaji pola keuangan, metode pembayaran, pertimbangan, dan pilihan konsumen di tujuh negara Asia Pasifik, serta mengungkapkan harapan konsumen dan perilaku belanja yang berkembang di tengah dunia yang kian digital.

Riset tersebut, digelar pada Maret dan April 2020, menyurvei 3.500 konsumen internet—terdiri atas 500 responden di masing-masing negara, yakni India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Thailand. Riset ini menemukan pesatnya perkembangan sejumlah teknologi pembayaran baru yang muncul dalam beberapa tahun terakhir. Sejumlah teknologi tersebut marak digunakan dan populer, sebab memberikan kemudahan pembayaran, beradaptasi dengan kebutuhan lokal, serta menyediakan akses pembayaran digital untuk masyarakat yang belum memanfaatkan layanan perbankan.

Riset ini menyajikan analisis tentang pola belanja konsumen dan keberagaman metode pembayaran di Asia. Dengan demikian, para pelaku eCommerce dan mCommerce bisa menambah pengguna sasarannya, serta melibatkan segmen pelanggan baru dalam perekonomian Internet. Kedua hal tersebut dapat dilakukan dengan menerapkan opsi pembayaran digital yang paling relevan, sejalan dengan semakin banyak konsumen yang memanfaatkan metode nontunai di tengah krisis kesehatan saat ini.

Nilai pasar e-commerce dan mobile-commerce di tujuh negara ini tercatat sekitar $ 355 miliar, seperti yang terungkap dalam riset Rapyd. Lebih lagi, nilai perekonomian internet di Asia Tenggara menembus $ 100 miliar, dan diperkirakan mencapai $ 300 miliar pada 2025.

Joel Yarbrough, Vice President, Asia Pasifik, Rapyd, berkata: “Sejak awal pandemi global, pemanfaatan teknologi digital bukan lagi bersifat pilihan. Sektor eCommerce kini menjadi konsep dasar yang baru. Di seluruh Asia, kami mencermati pertumbuhan yang sangat pesat dalam metode pembayaran digital, serta menyaksikan adanya pola di wilayah setempat dan sederet penyedia pembayaran digital yang sukses di pasar lokal. Lewat laporan ini, Rapyd menyajikan analisis pasar di setiap negara tentang pola pembayaran, merek pilihan, dan teknologi penting untuk menciptakan checkout experience yang relevan dengan kalangan konsumen saat ini.”

Tantangan untuk Gerai yang Hanya Menerima Pembayaran dengan Kartu

Pembayaran dengan kartu dan dompet seluler yang didukung kartu masih dominan di Jepang (61%) dan Taiwan (51%). Meski demikian, di sejumlah negara lain, eWallet dan transfer dana via bank masih banyak digunakan sebagai metode pembayaran.

Secara bersamaan, eWallet dan transfer dana via bank menjadi metode pembayaran yang banyak dipakai—khususnya saat didukung sistem interoperable Real-Time Payment (RTP), seperti di India dengan UPI (64%) dan Thailand dengan PromptPay (62%). Bahkan, di negara-negara yang lebih suka menggunakan kartu pembayaran seperti Singapura, eWallet dan transfer dana via bank, termasuk PayNow, lebih disukai 42% responden, serta 78% responden di Indonesia.

Riset ini mencatat sejumlah temuan penting di setiap negara India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, Taiwan, dan Thailand.

Singapura

Metode pembayaran via bank yang bersifat seketika tengah mengemuka: Metode transfer dana PayNow dan FAST semakin banyak dipakai di tengah kekhawatiran akibat virus korona dan investasi yang dijalankan pemerintah selama beberapa tahun terakhir. PayNow berada di posisi #2 sebagai metode pembayaran yang paling disukai konsumen, sementara, ada 70% konsumen memakai PayNow pada bulan lalu. GrabPay menjadi metode pembayaran terpopuler ketiga setelah Kartu Kredit dan PayNow.

Indonesia

OVO Wallet tampil sebagai metode pembayaran #1 yang paling sering digunakan, dan 69% responden mengaku telah memakainya pada bulan lalu. OVO Wallet juga menjadi merek pembayaran digital yang paling disukai di Indonesia. Sebanyak 17,8% responden memilih OVO ketimbang merek pembayaran lainnya. Konsumen Indonesia sangat menyukai ewallet ketimbang kartu pembayaran dan uang tunai. Sebanyak 33,8% konsumen memilih salah satu dari tiga eWallet (OVO, Go-Pay, atau Dana) sebagai metode pembayaran yang lebih disukai. Transfer dana via bank yang bersifat seketika, termasuk lewat akun virtual dan antar-akun bank, lebih disukai 44% responden di Indonesia.

Malaysia

Transfer dana via bank dari Maybank2U, milik Maybank, bank terbesar di Malaysia, menjadi metode pembayaran internet terpopuler berdasarkan penggunaan (65%) dan preferensi (21,4%). Sederet eWallet termasuk Touch N Go, Boost, PayPal, dan GrabPay tengah mengemuka. Sebanyak 22% responden memilih eWallet sebagai metode pembayaran yang lebih disukai. Cash on Delivery tetap relevan, sebab 65% pengguna masih menggunakan metode tersebut pada bulan lalu sebelum kebijakan Pembatasan Aktivitas Sosial (Movement Control Order/MCO) diberlakukan.

India

Sebanyak 85% responden di India memakai Paytm pada bulan lalu. Dengan pertumbuhan skema pembayaran UPI di India, eWallet (termasuk (Paytm, Google Pay, Amazon Pay) lebih disukai 51,2% pengguna, sementara, transfer dana via bank dipilih 11,9% pengguna. Kartu debit dan kredit dipilih 28% responden. Sebanyak 49% responden berbelanja lewat internet setiap hari (tertinggi di seluruh negara yang disurvei).

Jepang

Sebagian besar konsumen masih suka membayar dengan kartu kredit dan uang tunai. Di antara metode pembayaran seluler, eWallet PayPay semakin populer, dan 41% pengguna mengaku telah menggunakannya pada bulan lalu, sedangkan, 9,6% pengguna memlih PayPay ketimbang metode pembayaran lainnya.

Taiwan

Kartu kredit terus menjadi metode pembayaran terpopuler di Taiwan, baik dalam hal penggunaan dan preferensi. Konsumen memakai banyak metode pembayaran, bergantung pada kasus penggunaan. Sementara, pilihan konsumen terbagi rata antara kartu kredit, membayar ketika mengambil barang (pay-on-pickup) di gerai kebutuhan harian, transfer dana via bank, Easycard lokal, serta eWallet.

Thailand

E-Wallet TrueMoney tampil sebagai metode pembayaran terpopuler, dan 66% responden secara rutin menggunakannya ketimbang metode pembayaran lainnya. Secara bersama-sama, eWallet dan transfer dana via bank menjadi metode pembayaran terpopuler yang dipilih 62,2% pengguna—tren yang dipercepat oleh skema pembayaran PromptPay yang bersifat interoperable. Pembayaran dengan uang tunai masih disukai konsumen Thailand yang sangat digital, yakni sebanyak 19,4% responden.

Kalangan konsumen di Asia Pasifik dan kondisi saat ini terus mendorong para pelaku usaha untuk menjalankan digitalisasi. Di tengah maraknya penggunaan teknologi digital, para pelaku usaha perlu berinvestasi dalam sejumlah teknologi yang tepat guna membangun jangkauan yang baik di internet, serta didukung tren perangkat seluler dan social commerce yang memenuhi kebutuhan pasar lokal. Lokalisasi berperan penting dalam menjaga kelangsungan bisnis di tengah krisis COVID-19, serta mewujudkan pemulihan yang lebih cepat dan pertumbuhan jangka panjang.

Fadjar Ari Dewanto/Editor in Chief VMN/BL/Partner of Business Advisory Services, Vibiz Consulting. Penulis Leadership

Leave a Reply

Your email address will not be published.