Efektifitas Vaksin atas Mutasi Virus COVID-19

(Business Lounge Journal – Medicine)

Beredar pembicaraan di media-media sosial bahwa mutasi dari SARS-COV-2  semakin mengerikan. Hal ini membuat setiap orang berpikir apakah akan semakin mematikan? Lalu jika nanti vaksin sudah ada, apakah juga dapat meng-cover strain virus yang bermutasi ini?

Benarkah Virus COVID-19 telah Bermutasi? 

Sebenarnya mutasi pada virus adalah hal yang wajar dan itu biasa terjadi. Itu adalah bagian dari siklus hidup virus. Hal ini bukanlah masalah besar.  Benar bahwa setiap kali virus bermutasi dapat menimbulkan gejala yang berbeda. Namun, tidak berarti virus SARS-COV-2 yang bermutasi menjadi semakin mematikan. Sehingga dengan demikian mutasi virus bukanlah masalah besar.

SARS-COV-2 adalah virus RNA, sama jenisnya seperti virus influenza dan virus campak. Jenis virus RNA memang lebih rentan terhadap perubahan lingkungan dan lebih mudah terjadi mutasi bila dibandingkan dengan jenis virus DNA. Contoh virus DNA adalah virus HPV, Cacar dan Herpes. Mutasi virus seringkali tidak jauh dari sel induknya. Walau ada perbedaan tapi tidak banyak, sehingga dapat kita katakan tetaplah hampir mirip dengan induk.

SARS-COV-2 memang bermutasi. Peneliti Inggris sudah menemukan tiga strain yang berbeda dari  SARS-COV-2, yang disebut dengan tipe A, tipe B dan tipe C. Dr. Mark Schleiss, seorang spesialis penyakit menular anak dan peneliti di Institute for Molecular Virology di University of Minnesota mengatakan bahwa sifat virus RNA memang sering berubah, membuat salinan genetik dari dirinya. Namun demikian, tidak perlu kuatir, virus ini bermutasi dengan sangat lambat.

Apakah Ada Kemungkinan Mutasi Virus SARS-COV-2  Justru Menjadi Lebih Mematikan?  

Kemungkinan selalu ada, tidak berarti tidak bisa. Namun sejauh ini  virus RNA lebih cenderung bermutasi menjadi versi yang lebih lemah. Belum ditemukan mutasi yang lebih mematikan.

Dr. Benjamin Neuman, Kepala Departemen Biologi di Texas A&M University-Texarkana mengatakan, “Hampir semua mutasi akan membuat sebagian virus bekerja kurang baik dari sebelumnya. Hal yang paling umum adalah mutasi muncul dan mati dengan cepat.”

Apakah Vaksin Efektif Terhadap Virus yang Bermutasi?

Ya, para ahli mengatakan bahwa vaksin tetap akan efektif bekerja walapun virus SARS-COV-2 ini bermutasi. Dalam 45 tahun terakhir banyak vaksin yang sangat efektif untuk virus RNA. Demikian pula seharusnya membuat vaksin COVID-19 dapat efektif  memberikan kekebalan jangka panjang terhadap virus ini.

Bahkan andaikan terjadi mutasi acak pun, adanya vaksin tetap akan membuat penyakit ini tidak lagi mengancam nyawa. Vaksin akan membuat virus termemori dalam sistem kekebalan – atau antibodi – dan membuatnya mengingat bila ada serangan virus di masa mendatang.  Tapi jika orang menjadi kebal terhadap strain yang dominan, baik oleh terkena virus maupun vaksin maka perubahan dapat terjadi pada populasi dimana virus akan berkembang menjadi strain baru.

Pada akhirnya kesimpulannya adalah vaksin tetap efektif untuk saat ini sambil para ahli dunia terus melakukan penelitian untuk semakin mengenali karakteristik virus SARS-COV-2 ini.

dr. Vera Herlina,S.E.,M.M/VMN/BL/Senior Editor, Coordinating Partner of Management & Technology Services, Vibiz Consulting

Leave a Reply

Your email address will not be published.