Harapan Baru, Perkembangan Terkini Obat dan Alat Tes COVID-19

(Business Lounge Journal – Medicine)

Hari ini, Selasa (31/3/2020) data dunia menunjukkan telah terkonfirmasi positif 782.034 kasus dengan 37.609 kematian. USA menempati urutan tertinggi yaitu 161.580 kasus dan 2.995 kematian. Saat ini tentu USA sangat berkepentingan untuk menyelamatkan warganegaranya dari COVID-19.

Pandemi  ini memang bukanlah sesuatu yang biasa karena ini pertama kali terjadi, suatu penyakit menjadi pandemi atas seluruh dunia.  Bedanya COVID-19 dengan pandemic lain adalah:

  • Mencapai seluruh dunia (200 negara menurut worldodometer.com atau 178 negara menurut web JHU CSSE)
  • Belum ada obat atau vaksin yang dapat menjadi solusi

Pandemi-pandemi sebelum ini berlalu karena ditemukannya obat dan vaksin. Jadi secara medis, memang kebutuhan penemuan obat dan vaksin yang tepat sangat dinantikan. Juga dibutuhkan alat tes yang akurasinya tinggi dan cepat. Itu sebabnya pemerintah Amerika sangat  mendukung penelitian-penelitian terkait COVID-19.

Convalescent Plasma

Pada 24/3/2020, FDA AS mengumumkan mengizinkan penggunaan convalescent plasma atau plasma pemulihan. Ini adalah terapi dengan menggunakan darah pasien COVID-19 yang sudah sembuh dan dimasukkan melalui infus ke dalam tubuh pasien yang sakit.  Terapi ini khusus untuk pasien dengan kategori berat dan mengancam jiwa.

Terapi ini didasarkan atas adanya antibodi di plasma darah pasien yang telah telah sembuh yang dapat diambil sebagian untuk merangsang sistem kekebalan pasien yang sakit yang akhirnya akan dapat menghancurkan virus itu sendiri. Sistem kekebalan manusia adalah kekuatan pertahanan tubuhnya. Cara ini diharapkan dapat menolong mereka yang sakit parah.

Terapi yang telah diulas dalam The Lancet Journal sejak bulan Februari  ini bukanlah cara baru. Terapi ini telah digunakan sejak pandemi influenza pada 1918. Juga digunakan saat terjadinya wabah SARS, MERS dan pandemi influenza H1N1.Dan kini para dokter di New York mulai melakukan uji coba terhadap pasien.

ID NOW COVID-19 ABBOTT

Abbott, perusahaan Amerika yang bergerak dalam bidang kesehatan, mulai April ini akan menghasilkan 5 juta tes yang terdiri dari rapid test dan tes laboratorium. Abbott telah mendapatkan otorisasi penggunaan darurat oleh FDA pada 18 Maret 2020.

Pemeriksaan ID NOW COVID-19 Abbott dapat dilakukkan di tempat perawatan, klinik, tempat praktek dokter dan akurasinya terjamin. Rapid Test COVID-19 yang berbasis antibodi yang selama ini beredar dilaporkan hanya memiliki akurasi 30-40%. Pemeriksaan dilakukan dengan menyediakan lab-in-a-box yang kira-kira seukuran perangkat dapur kecil. Test menggunakan sampel yang diambil dari air liur dan lendir yang diswab dari pasien. Dengan metode pengujian molekuler maka sebagian dari RNA virus pada pasien akan teridentifikasi.

Hal ini adalah jauh lebih baik dari tes lain yang mencari antibodi dalam darah untuk dalam mendeteksi keberadaan virus dalam tubuh, yang hanya mungkin ada pada pasien yang sembuh yang tidak  lagi memiliki virus yang secara aktif. Kecepatan mendapatkan hasil akan sangat berguna bagi pasien dan dapat dengan cepat juga mendapatkan pertolongan.

Redemsivir

Gilead Sciences Inc. (GILD) telah melakukan penelitian atas obat Redemsivir untuk menjadi obat COVID-19. Obat yang selama ini  telah digunakan menjadi terapi untuk Ebola sedang  terus dievaluasi sebagai pengobatan potensial untuk pasien COVID-19. Ada enam uji klinis remdesivir yang sedang berlangsung sebagai pengobatan untuk COVID-19 internasional. Keamanaan dan efektivititas penggunaan obat pada wanita hamil dan anak-anak juga sedang diteliti. Gilead sendiri sedang menguji obat pada pasien yang berat dan sedang.

Institut Kesehatan Nasional AS telah memulai percobaan pada bulan Februari pada orang yang dirawat di rumah sakit yang terbukti memiliki masalah pada paru-paru. Institut Nasional Kesehatan dan Penelitian Medis di Perancis, dalam bersama dengan WHO sedang menguji obat tersebut.

Remdesivir hanya dapat diberikan melalui infus intravena selama antara 30 dan 120 menit. Penelitian kepada lebih dari 1.000 pasien COVID-19 telah menunjukkan bahwa Redemsivir berpotensi memblokir kemampuan SARS-CoV-2 untuk bereplikasi. Dari ketiga hal ini yaitu convelescent plasma, tes ID Now Abbott dan Redemsivir ini semakin besar harapan dunia untuk memerangi COVID-19. Kita harapkan yang terbaik dan pandemi ini segera teratasi.

dr. Vera Herlina,S.E.,M.M/VMN/BL/Senior Editor, Coordinating Partner of Management & Technology Services, Vibiz Consulting

Leave a Reply

Your email address will not be published.