Terkait COVID-19, Management perlu Lakukan Beberapa Langkah

(Business Lounge Journal – Human Resources)

Wabah Virus Corona (COVID-19) telah membuat beberapa konferensi internasional dibatalkan. Sederet perusahaan raksasa seperti Adobe, Facebook, Google, Microsoft, dan beberapa nama lainnya juga telah membatalkan atau menarik diri dari konferensi. Klub sepak bola Italia juga telah menunda pertandingan dan bahkan Olimpiade Musim Panas mendatang yang akan diadakan di Jepang sedang dipertimbangkan apakah akan tetap berlangsung.

Lalu apakah yang perlu disikapi oleh pihak management untuk saat ini? Apakah tim Human Resources kantor-kantor di Indonesia perlu juga untuk waspada? Ada beberapa hal yang penting untuk Anda pertimbangkan untuk segera diterapkan pada perusahaan Anda.

1. Membangkitkan kesadaran dengan melibatkan banyak pihak
Kumpulkanlah data-data yang ada berkaitan dengan wabah Corona baik secara global dan nasional dan berikan sosialisasi secara online dan tertulis kepada semua karyawan secara berkala.

Pahami, bahwa kesadaran ini tidak hanya dapat dilakukan oleh tim Human Resources, namun juga penting untuk melibatkan semua kepala divisi serta para team leader. Semakin banyak orang yang terlibat, semakin meningkat kesadaran yang timbul.

Selain itu, hal ini juga dapat menangkal berbagai berita hoax. Oleh karena tim yang memberikan update akan terlebih dahulu melakukan riset untuk membuktikan kebenaran informasi yang akan mereka sebarkan.

2. Buatlah peraturan bagi mereka yang sakit dan mereka yang sehat
Sejujurnya selama ini, flu, batuk, pilek, adalah penyakit yang sering kali dipandang sebelah mata. Orang beranggapan bahwa itu hanya sekedar masuk angin. Para atasan pun kemungkinan besar akan keberatan bila timnya mengajukan cuti sakit beberapa hari hanya karena batuk atau pilek. Namun untuk kali ini ada baiknya Anda bersikap strict untuk memulangkan mereka yang sakit dan meminta mereka untuk sementara waktu bekerja dari rumah.

Tidak hanya mereka yang sakit yang harus mengikuti aturan. Mereka yang sehat pun harus mendapatkan arahan yang harus mereka patuhi. Sebagai contoh, Matt Martin, CEO Clockwise, sebuah perusahaan Computer Software di San Francisco membuat tiga skenario untuk 3 kondisi dengan tingkat darurat yang berbeda:

Skenario 1: Kondisi saat ini
– Cuci tangan sesering mungkin
– Tidak ke kantor bila merasa tidak sehat
– Tidak melakukan perjalanan ke luar negeri

Skenario 2: Jika virus menyerang sekitar 1.000 orang di sekitar kantor
– Kantor tidak lagi menerima tamu
– Hindari mendatangi lokasi penyebaran
– Jangan ke luar kantor pada jam-jam sibuk.

Skenario 3: Jika virus menyerang sekitar 5.000 orang di daerah sekitar
– Semua wajib bekerja dari rumah
Selain Clockwise, Twitter, Square, Microsoft, dan beberapa lainnya juga telah membuat peraturan yang serupa.

3. Meminimalkan pertemuan tatap muka dan meniadakan perjalanan ke luar negeri
Jika kita melihat 34 kasus yang ada di Indonesia, maka 19 di antaranya adalah imported case atau penularan dari luar negeri. Sehingga adalah bijak untuk sementara ini meniadakan semua perjalanan ke luar negeri. Selain itu pertemuan tatap muka baik internal maupun bersama dengan tim eksternal juga diminimalkan.

Namun apabila perjalanan tetap harus dilakukan, maka buatlah kebijakan untuk meminta karyawan yang bersangkutan untuk bekerja dari rumah selama dua minggu penuh setelah kembali ke tanah air. Begitu juga bila salah satu anggota keluarga di rumah baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri, maka bekerja dari rumah dapat menjadi pertimbangan. Selama periode bekerja dari rumah, maka karyawan diminta untuk tidak menemui siapa pun.

Sedangkan untuk melakukan rapat, Anda dapat melakukannya dengan bantuan Google Hangouts, Microsoft Zoom, atau berbagai teknologi lainnya. Bahkan Amazon, Facebook, VSCO, dan Twitter telah melakukan wawancara lewat video untuk melakukan rekrutmen.

4. Lindungi karyawan Anda
Perlindungan sebagai bentuk rasa empati akan sangat dibutuhkan oleh semua karyawan, tanpa terkecuali. Anda perlu mempertimbangkan untuk meniadakan surat sakit sementara waktu bagi mereka yang ijin oleh karena sakit. Simon Hansen, pendiri Homebrew Advice bahkan mengurangi jam kerja untuk memastikan bahwa setiap orang mendapatkan jumlah istirahat yang cukup untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka.

Perlengkapilah lingkungan kerja dengan berbagai perangkat kebersihan mulai dari sabun cuci tangan, hand sanitizer di setiap meja, desinfektan, masker, serta thermometer. Berikan juga arahan secara berkala tentang bagaimana mencuci tangan selama 20 detik , menggunakan hand sanitizer selama 30 detik hingga 2 menit, dan bilamana menutup mulut dengan lengan bagian dalam ketika batuk dan bersin.

Arahkan juga petugas kebersihan untuk membersihkan ruang kerja, toilet, dan pantry secara berkala.

5. Tekankan untuk patuh
Berapapun banyaknya peraturan yang Anda buat, tanpa adanya kepatuhan dari semua pihak, maka akan menjadi sia-sia.

Kita terus berharap dan doakan bahwa Virus Corona tidak akan menyebar lebih banyak.

ruth_revisiRuth Berliana/VMN/BL/Editor in Chief Business Lounge Journal and Partner of Management & Technology Services, Vibiz Consulting

One Response

  1. indiah

    Informasinya sangat perlu diketahui oleh para management untuk mengupayakan dampak penularan virus seminim mungkin tapi produktivitas tetap maksimal.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.