Langkah Mudah dalam Pengisian SPT Tahunan WP Orang Pribadi

(Business Lounge Journal – Finance and Tax)

Setiap Warga Negara Indonesia yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan sudah berpenghasilan, diwajibkan untuk mengisi laporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Penyampaian Laporan SPT Tahunan dapat dilakukan secara online melalui aplikasi DJP Online, secara e-Filing, e-Form maupun dalam bentuk SPT Elektronik e-SPT di laman djponline.pajak.go.id.

Perlu diingat bahwa masa pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Tahunan Online 2020 akan segera berakhir pada 31 Maret mendatang. Itu sebabnya pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dihimbau untuk segera mengisi SPT sebelum berakhir tanggal tersebut. Jika terlambat, setiap pelapor akan dikenai sanksi berupa denda Rp100.000,-.

Tidak perlu merasa kuatir bagi yang belum mengetahui cara mengisi SPT Tahunan online 2020. Berikut ini adalah cara mudah dalam mengisi SPT Online 2020:

1. Minta Kode e-Fin
Pengisian SPT secara online memang bertujuan untuk memudahkan pelapor. Namun, untuk mengakses metode ini, wajib pajak harus memiliki kode e-Fin terlebih dahulu. Untuk mendapatkannya, pelapor harus datang ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di wilayahnya. Pelapor juga harus datang sendiri karena hal ini tidak dapat diwakilkan.

2. Buka Situs DJP Online
Setelah berhasil memperoleh kode e-Fin, langkah selanjutnya adalah membuka situs DJP Online. Untuk mengakses DJP Online, pelapor perlu melakukan registrasi terlebih dahulu dengan cara memasukkan NPWP dan kode e-Fin yang telah dimiliki. Jika sudah, cek email untuk melihat apakah ada pesan masuk dari DJP Online.

Pesan tersebut berguna untuk melakukan aktivasi dengan cara mengklik tautan yang ada pada pesan. Jika telah berhasil melakukan registrasi, pastikan untuk menyimpan kode e-Fin di tempat yang aman agar tidak hilang.

3. Siapkan Dokumen yang Diperlukan
Sebelum login ke situs DJP Online dengan memasukkan NPWP dan password, pastikan bahwa dokumen-dokumen berikut telah siap di samping laptop/PC:
– Alamat email pribadi.
– Bukti potong 1721-A1 atau 1721-A2 yang bisa diperoleh dari lembaga atau perusahaan tempat bekerja.
– Rincian penghasilan lain di luar penghasilan sebagai karyawan.
– Daftar harta dan kewajiban akhir tahun misalnya seperti nomor rekening dan nomor BPKP.
– Rincian Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

4. Klik Logo e-Filling
Kunjungi situs DJP Online di djponline.pajak.go.id dan isi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), kata sandi (password), dan kode keamanan yang tertera pada laman. Jika sulit, silakan masuk ke situs resmi Ditjen Pajak yaitu pajak.go.id, baru selanjutnya klik kolom “eFiling Pelaporan SPT Elektronik” dan selanjutnya muncul pemintaan login seperti halnya pada tahapan di djponline.pajak.go.id.

5. Lupa password.
Bila lupa password, maka wajib pajak bisa memilih untuk mengubah (reset) password.

6. E-filing atau e-form.
Pada laman ini wajib pajak bisa melihat petunjuk di sebelah kiri. Wajib pajak bakal mendapat pilihan e-filing dan e-form. Silakan pilih salah satu

Baca lainnya:
PPN Dan PKP Yang Gagal Berproduksi
Perbedaan Perusahaan yang PKP dan Non PKP

7. Isi Kolom Sesuai Bukti Potong
Masih ingat bukti potong 1721-A1 atau 1721-A2? Nah, pada tahap inilah fungsinya. Begitu formulir tertera di layar, isi dengan bukti potong tersebut. Ada jenis pajak, NPWP pemotong, nama pemotong (akan terisi otomatis), tanggal bukti pemotongan dan jumlah PPh yang dipotong (nomor 20 pada bukti potong). Klik “Simpan” dan menuju langkah berikutnya.

8. Menjawab beberapa pertanyaan.
Wajib pajak akan diminta untuk mengisi jawaban dari beberapa pertanyaan. Seperti apakah Anda memiliki penghasilan dalam negeri lainnya? Apakah Anda memiliki penghasilan luar negeri lainnya? Apakah Anda memiliki Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP)? Apakah Anda memiliki harta?

9. Kolom harta
Pada kolom harta, bila memilih “Ya” maka harus mengisi jenis harta yang dimiliki. Mulai dari uang tunai, tabungan, giro, deposito, piutang, saham reksadana, sepeda motor, mobil, rumah, emas, tanah dan lainnya. Berikan penjelasan seperti tahun perolehan, harga dan keterangan lainnya. Klik “Simpan” dan lanjut ke langkah berikutnya.

10. Kolom utang.
Kolom pertanyaan selanjutnya adalah apakah Anda memiliki utang? Bila memilih jawaban “Ya”, maka silakan mengisi kode utang, nama pemberi pinjaman, alamat, tahun peminjaman dan jumlah. Klik “Simpan” dan lanjut ke langkah berikutnya.

11. Tanggungan
Pertanyaan lain adalah tentang apakah memiliki tanggungan? Kemudian apakah Anda membayar zakat atau sumbangan keagamaan kegiatan wajib? Untuk hal ini hanya diakui kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat atau lembaga pengelolaan sumbangan keagamaan yang dibentuk dan disahkan pemerintah.

12. Perpajakan suami istri.
Kemudian mengisi status kewajiban perpajakan suami istri. Ada beberapa kolom yang harus diisi.

13. Konfirmasi terakhir.
Wajib pajak sudah masuk pada halaman terakhir untuk persetujuan SPT tahunan yang sudah dilaporkan. Klik “Setuju” dan ambil kode verifikasi yang dikirimkan melalui email maupun SMS. Anda bisa membuka kode verifkasi yang dikirim, untuk dimasukkan ke dalam kolom kode pengiriman. Kemudian, Anda klik “Kirim SPT”.

Setelah itu, formulir akan dikirim ke Ditjen Pajak dan diterima secara realtime. Jika sudah diterima biasanya akan akan ada email balasan dari Ditjen Pajak yang akan digunakan sebagai tanda bukti bahwa telah melaporkan SPT. Buka email Anda kembali untuk memastikan apakah Anda sudah menerima tanda terima elektronik SPT Tahunan. Cetak dan simpan.

Terakhir, jangan lupa untuk menyimpan NPWP, nomor EFIN, alamat email dan password, serta password DJP Online yang nantinya digunakan untuk melapor SPT tahun berikutnya.

Anda bisa melihat langkah-langkah yang mudah dalam mengisi SPT Tahunan WP Orang Pribadi. Mengingat batas waktu terakhir adalah akhir bulan Maret ini, setiap pemilik NPWP dapat mulai mempersiapkan pelaporan pajaknya dengan baik dan lengkap.

Endah CaratriEndah Caratri/Senior Editor and Partner of Management & Technology Services Vibiz Consulting/VMN/BL

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.