Kasus Corona Pertama di Indonesia, Menteri Kesehatan: Jangan Bersikap Panik dan Paranoid!

(Business Lounge Journal – News and Insight)

Hari ini, Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait dua orang WNI yang terbukti positif terinfeksi COVID-19. Dalam keterangannya, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa sejak awal, pemerintah telah sangat serius dan sangat ketat mengikuti protokol kesehatan dari WHO yang berkaitan dengan COVID-19. Pemerintah juga bekerja sama dengan perwakilan WHO yang ada di Jakarta.

Terhitung telah tiga kali evakuasi WNI terkait kasus Wuhan dilakukan. Pertama, evakuasi terkait 238 orang dari China yang kemudian diobservasi di Pulau Natuna. Kedua, evakuasi 188 orang dari Kapal World Dream yang berada dekat Batam dan Singapura. Mereka kemudian dibawa ke Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu. Ketiga, evakuasi 69 orang kru kapal Diamond Prince yang juga dibawa ke Pulau Sebaru lewat Bandara Kertajajati, Jawa Barat.

Selain itu, pemerintah juga telah menjaga 135 pintu masuk ke Indonesia baik darat, laut, dan udara dan menempatkan thermal scanner untuk menjadi screening pertama bagi mereka yang sakit. Pemerintah juga sudah menyiapkan lebih dari 100 Rumah Sakit dengan standar ruang isolasi yang baik, peralatan yang memadai sesuai standar internasional, juga memiliki persiapan untuk reagen yang cukup. Hal lainnya yang juga menjadi sebuah kesiapan seperti dikatakan oleh Presiden Jokowi adalah tim gabungan TNI, Polri, dan Sipil yang siap serta dalam penanganan, juga SOP yang berstandar internasional. Tidak ketinggalan juga anggaran yang telah disiapkan dan diprioritaskan.

Pada waktu seorang WN Jepang di Malaysia dideteksi terinfeksi COVID-19 dan ia baru saja dari Indonesia, tim Kementerian Kesehatan pun langsung menerapkan surveillance tracking sehingga didapati dua orang yang juga positif terinfeksi seperti yang diumumkan Presiden Jokowi siang tadi.

Masyarakat Dihimbau Turut Serta Melakukan Langkah-langkah Pencegahan

Selain itu secara lebih rinci, Menteri Kesehatan, dr. Terawan Agus Putranto menjabarkan bagaimana kronologis penerapan surveillance tracking telah dilakukan sesuai dengan prosedur. Menkes juga mengingatkan untuk semua masyarakat dapat menerapkan langkah-langkah pencegahan sesuai dengan keputusan WHO bagaimana mereka yang sakit untuk mengenakan masker dan menutup diri, sedangkan yang sehat menjauhi orang yang sakit.

Menteri Kesehatan juga menyampaikan bahwa para petugas kesehatan dari tingkat puskesmas sudah terlatih untuk melakukan penanganan terkait keluhan-keluhan yang terkait self-limited disease ini. “Semuanya tergantung imunitas tubuh,” demikian diungkapkan menteri kesehatan. Oleh karena itu sejak awal ia menekankan untuk menjaga imunitas tubuh, menjaga hygiene, dan menggaungkan gerakan masyarakat hidup sehat di mana-mana dengan tidak lupa untuk tetap berdoa.

Hal yang penting yang juga dikatakan oleh menteri kesehatan untuk masyarakat tidak menjadi panik dan paranoid sebab paranoid dan kecemasan menyalahi prosedur WHO. Selain itu, keresahan yang berlebihan dapat membuat tubuh berada dalam kondisi stress yang menurunkan imunitas. Perlu diketahui bahwa sejak tahun 2017, Indonesia telah termasuk negara yang menggunakan JEE Tool (Join External Evaluation) dari WHO sehingga dinilai siap untuk menghadapi wabah.

Untuk memonitor perkembangan COVID-19 di Indonesia, Kementerian Kesehatan membuat situs http://infeksiemerging.kemkes.go.id/ sehingga masyarakat pun dapat turut serta memantau perkembangan yang ada.

Business Lounge Journal/VMN/BLJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.