Apple, Samsung, dan Panasonic Tidak Lagi Dapat Bergantung pada China

(Business Lounge Journal – Global News)

Ketergantungan banyak industri di dunia atas China memang sudah sepatutnya ditinjau ulang. Setelah mengamuknya virus Corona sejak Desember tahun lalu di China, sejumlah brand ternama pun terpaksa menutup pabriknya yang sengaja dilokasikan di China. Apple menjadi salah satu contohnya dengan produk ponsel iPhone yang sebagian besar memang dirakit di China.

Produksi iPhone di China Terhambat

Foxconn yang adalah manufaktur terbesar untuk iPhone, baru-baru ini membuka kembali pabrik utamanya di China setelah tidak beroperasi selama kurang lebih sebulan, namun produksi tidak dapat berjalan sebagai mana mestinya. Tidak hanya pabrik, sejumlah toko Apple di China pun harus ditutup, sementara toko yang buka, tidak bisa beroperasi penuh seperti jadwal buka normal.

Hal ini jelas sangat mempengaruhi penjualan Apple yang sejatinya sedang bersiap untuk mengadakan acara tahunan pada Maret mendatang sekaligus peluncuran gawai-gawai baru dari Apple, termasuk model iPhone murah. Namun merujuk pada laporan dari Nikkei, telah disebutkan melesetnya jadwal produksi Apple dan akan berdampak pada tanggal peluncuran. Beberapa waktu yang lalu Apple pun telah mengeluarkan pernyataan kepada para investor bahwa pendapatan mereka tidak sesuai prediksi disebabkan virus Corona.

Bergantung pada China, Produksi Samsung di Vietnam pun Terhambat

Selain Apple, Samsung pun mendapatkan dampaknya. Sebenarnya Samsung tidak hanya memproduksi smartphone-nya di China. Sehingga ketika Samsung juga memutuskan untuk menutup semua pabrik smartphone-nya di China, Samsung masih dapat mengandalkan pabrik-pabrik yang memproduksi smartphone Samsung di Vietnam dan India.

Namun pada Jumat (21/2) lalu, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam mengeluarkan pernyataan melalui email kepada Reuters bahwa produsen mobil, elektronik dan telepon mengalami kesulitan dalam memperoleh persediaan dan bahan-bahan karena gangguan dari virus. Vietnam sangat bergantung pada China untuk bahan dan peralatan, yang membuat negara itu menjadi rentan ketika wabah seperti itu terjadi.

Dengan kata lain, virus Corona juga dapat menghentikan produksi dua smartphone Samsung terbaru karena sebagian besar komponen masih berasal dari China. Selain itu, Samsung pun mempertimbangkan untuk menggunakan transportasi laut atau udara untuk mengimpor komponen yang dibutuhkan, tetapi itu akan menambahkan biaya dan tidak akan memenuhi jadwal dan permintaan produksi.

Panasonic Persiapkan Produksi Alternatif di Asia Tenggara

Tidak hanya Apple dan Samsung, Panasonic pun sedang mempersiapkan rencana produksi alternatif di luar China, terutama untuk perangkat elektronik, demikian diungkapkan CFO Panasonic Corp, Hirokazu Umeda dalam konferensi pers baru-baru ini untuk mengumumkan pendapatan kuartal ketiga raksasa elektronik itu. Asia Tenggara pun menjadi salah satu pertimbangan tempat di mana produksi dapat dialihkan. Namun demikian, realokasi produksi di luar China akan berarti timbulnya lonjakan biaya namun keputusan ini haruslah segera diambil mengingat tidak ada satu pun yang dapat memastikan untuk dapat menunggu sampai krisis kesehatan terkendali.

Ruth Berliana/VMN/BLJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.