Pentingnya Motivasi untuk Mencapai Tujuan

(Business Lounge Journal – Human Resources)

Manusia memang tidak ada duanya. Mau dibandingkan dengan apapun, manusia adalah yang paling unggul di dunia ini. Sebagai manusia kita patut berbangga bahwa kita adalah mahluk hidup yang spesial yang sangat berbeda dari mahluk lain. Mau dibilang manusia mahluk superior? Tentu!

Kalau ditanya apakah kekuatan manusia, semua orang akan menjawab otak! Benar, otak adalah kekuatan manusia yang hebat. Otak adalah bagaikan aliran listrik yang menghidupkan sebuah rumah bahkan kota dan negara. Namun bagian mana dari otak yang bisa menjadi motor untuk bekerja? Untuk mengerjakan sesuatu? Hal yang menjadi drive yang paling utama adalah adanya motivasi dalam bekerja.

Baca: Improving Productivity by Boosting Your Brain

Motivated Brain

Otak tanpa motivasi adalah sesuatu yang sia-sia. Motivated Brain adalah alasan seorang manusia “why do the things you do”. Motivasi adalah pembangkit semangat, pendorong untuk melakukan suatu tantangan dalam hidup. Tantangan itu dapat berupa meraih prestasi, perfomance, target, goal dalam hidup sehari-hari. Tantangan dapat merupakan sesuatu yang datang dari luar ataupun dari dalam diri sendiri. Secara pribadi kita dapat membuat goal pribadi yang ingin dicapai dalam hidup.

Di otak, sistem yang bekerja untuk motivasi ini adalah reward system atau sistem imbalan. Apa maksudnya? Orang-orang yang yang sangat senang bila membayangkan akan menerima sesuatu/hadiah bila melakukan kegiatan atau pekerjaannya adalah orang yang termotivasi. Sesuatu itu bisa penghargaan dari perusahaan, kenaikan gaji, KPI, tercapainya goal ataupun penghargaan yang datang dari diri sendiri bila berhasil dalam segala sesuatu yang dikerjakan. Otak kita dengan sendirinya menghitung nilai hadiah yang akan diterima  dan akhirnya menerjemahkannya kedalam tindakan?

Democritus, seorang filsuf Yunani  pada abad ke-4 SM adalah orang pertama yang berhipotesis bahwa dua motif dasar manusia adalah untuk mendapat penghargaan dan menghindari rasa sakit. Rasa sakit di sini bisa bermakna kecewa, kegagalan atau rasa sakit yang sebenarnya. Misalnya daripada sakit lebih memilih hidup sehat dan termotivasi untuk memiliki pola hidup sehat.

Pentingnya Feedback dalam Motivasi

Feedback atau umpan balik juga penting dalam peningkatan motivasi. Feedback ini memang bisa memilik respons yang berbeda. Orang yang biasa berpikir negatif akan menjadikan feedback sebagai sesuatu yang melemahkan motivasi. Sedangkan bagi orang yang selalu positif, feedback justru memperkuat motivasi.

Ayelet Fishbach dan rekannya, peneliti dari University of Chicago, menyarankan bahwa kunci manfaat dari umpan balik adalah apakah Anda percaya umpan balik tersebut berisi informasi tentang kemajuan dari pencapaian tujuan Anda  dan membuat Anda mampu melihat apakah Anda semakin dekat atau semakin jauh dari tujuan yang ingin dicapai. Atau bisa juga  sebagai pemenuhan komitmen pada tujuan atau goal Anda. Dengan demikian Anda jadi mengetahui seberapa besar Anda menghargai suatu tujuan dan seberapa kuat Anda yakin Anda akan mencapai tujuan Anda pada akhirnya.

Motivasi yang kuat akan mendorong Anda untuk maju terus walaupun ada penghalang. Motivasi mampu membuat Anda tidak berhenti bergerak walaupun orang lain sekitar Anda berhenti. Motivasi yang kuat tidak mengenal kata gagal. Perkuat motivasi sekarang dan capailah tujuan!

dr. Vera Herlina,S.E.,M.M/VMN/BL/Senior Editor, Coordinating Partner of Management & Technology Services, Vibiz Consulting

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.