Berbeda, namun Tetap Menjadi Tim yang Solid

(Business Lounge – Human Resources)

Saya tidak akan pernah bisa mengharapkan seseorang menjadi sama seperti saya dan saya tidak bisa mengharapkan seseorang selalu bersikap sesuai dengan keinginan saya. Demikian di keseharian dalam dunia kerja yang saya hadapi. Bilamana ada 10 kepala dalam satu tim, sudah dapat dipastikan ada 10 keinginan, ada 10 kebiasaan, dan ada 10 perbedaan. Tetapi teamwork tidak dapat tidak, tetap harus terjaga. Tim yang tidak solid sudah dapat dipastikan tidak akan dapat berjalan dengan baik. Bagaimana mungkin kepala berpikir untuk pergi ke pertokoan tanpa dukungan kaki? Juga bagaimana mungkin mata menginginkan makanan tanpa bantuan tangan untuk meraih?

Lalu bagaimanakah jika dalam sebuah tim, terdapat rekan kerja yang kurang menyenangkan? Apakah yang dapat kita lakukan untuk dapat tetap menjalin hubungan baik? Ada beberapa hal yang sangat sensitif dan penting untuk dijaga.

Kompetensi

Penting untuk tidak mempertanyakan kompetensi rekan kerja, yang membuatnya tersinggung. Kadangkala seorang yang menjadi sangat marah ketika kompetensinya dipertanyakan.

Menjaga reaksi

Hendaknya tidak bereaksi berlebihan dalam menyikapi sesuatu, misalnya melibatkan pihak ketiga atau bahkan pihak perusahaan untuk menyelesaikan sebuah kesalahpahaman kecil. Usahakan agar tidak terlalu jauh mengupas masalah pribadi yang dapat timbul akibat perlakukan rekan kerja.

Berterimakasih

Biasakanlah untuk mengucapkan terimakasih baik secara lisan maupun tulisan, misalnya saat menjawab email. Ucapan terimakasih sering kali dapat meredam sebuah dampak negative. Mengucapkan terimakasih adalah hal kecil yang berdampak besar. Misalnya saja berterimakasih pada saat prestasi salah seorang anggota tim berdampak pada prestasi tim sehingga tim Anda mendapatkan apresiasi dari perusahaan. Berbagai ucapan terimakasih dapat Anda ucapkan setiap harinya bahkan pada hal-hal yang kelihatannya sangat sederhana.

Memberikan bantuan

Hendaklah memberikan bantuan menjadi sebuah kesenangan dalam kesehariannya.

Perhatikan body language Anda

Contohnya, jangan melakukan body-blocking dalam sebuah perbincangan dengan Anda menghalangi orang lain untuk bergabung dalam pembicaraan.

Tidak memonopoli pembicaraan

Perhatikan untuk tidak membuat diri sendiri menjadi pusat perhatian dan suka memonopoli pembicaraan. Sekonyong-konyong melakukan interupsi ketika orang lain tengah berbicara adalah hal yang mematikan ‘nafsu bicara’. Berikanlah juga kesempatan kepada rekan kerja untuk mengungkapkan pendapat atau pertanyaannya. Jangan sampai orang-orang mengecap Anda egois karena mengarahkan pembicaraan kepada semua hal yang berhubungan dengan diri Anda sendiri. Hampir semua orang senang dengan orang yang mau mendengar orang lain berbicara bukan?

Hilangkan pikiran negatif

Tidak ada untungnya berpikir negatif. Berpikiran positif berarti percaya bahwa apapun yang terjadi adalah yang terbaik yang bisa kita terima meskipun misalnya hal buruk yang terjadi, kita masih bisa menganggap itu sebagai ajang pembelajaran untuk mengambil hikmahnya. Baik itu pada rekan kerja, lingkungan kerja atau pada atasan.

Kenyamanan lingkungan kerja kita tergantung bagaimana kita menyikapinya, sesuatu yang besar adalah gabungan dari hal-hal kecil yang dikerjakan bersamaan dan berdampak bagi rekan kerja dan lingkungan kerja kita.

Sonya Nainggolan/VMN/BLJ/Contributor
Editor: Ruth Berliana

One Response

  1. Dina

    Artikel yang sangat bagus untuk diterapkan, bukan hanya di kantor tapi dalam keluarga dan dalam komunitas kita sehari-hari.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.