Masalahkah Memiliki Banyak Atasan dengan Berbagai Karakter?

(Business Lounge Journal – Human Resources)

Puluhan tahun bekerja di divisi yang sama, dengan jabatan di level Manajemen pada beberapa industri yang berbeda tidak menjamin seseorang akan secara otomatis mampu menangani pimpinannya. Apalagi jika kita memiliki pemimpin yang lebih dari 1 pemimpin (Board of Directors) dengan kondisi sebagai karyawan yang baru pula. Setiap pemimpin tentunya memiliki perilaku yang berbeda-beda.

Diperlukan waktu untuk melewati proses adaptasi satu dengan yang lain. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk suatu proses adaptasi seringkali tidak dapat ditentukan. Menurut pengamatan saya, banyak karyawan senior (level Dept. Head ke atas) yang justru mengalami kegagalan dalam proses ini, meskipun sudah puluhan tahun bekerja di bidangnya. Ada beberapa hal yang sangat penting dan perlu untuk benar-benar diperhatikan oleh seorang karyawan senior dalam membangun interaksi yang baik dengan pemimpin barunya.

Berikut hal-hal yang mungkin dapat membantu dalam proses adaptasi tersebut:
1. Sadari bahwa pemimpin perlu waktu untuk dapat memberikan rasa percaya pada kita
2. Perlunya kita mengenali karakter dan hal-hal sensitif bagi pemimpin
3. Posisikan diri kita untuk mau membuka diri belajar di lingkungan perusahaan yang baru
4. Hindari pertentangan di tahun pertama
5. Tunjukkan rasa hormat dan kebaikan hati kita
6. Pelajari setiap hal, setiap kejadian, setiap informasi, dan segala sesuatu yang terjadi di perusahaan

Hal terbesar yang seringkali menjadi penyebab kegagalan proses ini adalah ketika kita merasa sudah senior, merasa sudah punya banyak pengalaman, berada di posisi yang tinggi dan akhirnya berpikir “merasa tidak pantas” untuk direndahkan atau diperlakukan seperti karyawan lain di bawahnya oleh pemimpinnya. Hal ini penting untuk diperhatikan. Bilamana Anda memiliki seorang atasan yang pintar, maka penting untuk mengakuinya dan mengambil kesempatan untuk menyerap sebanyak-banyaknya ilmu yang dimiliki sang atasan. Tidak perlu berupaya untuk menyainginya, pada waktu yang tepat, kepiawaian Anda pasti akan diakuinya.

Sebaliknya, sikap rendah hati (di beberapa kondisi bahkan menuntut kita harus mampu mensimulasi diri serendah-rendahnya), sangat menolong untuk kita mampu membangun hubungan baik dan ujungnya adalah “rasa percaya” dari pemimpin kepada kita. Anggaplah ini adalah bagian dari perjuangan diri untuk memenangkan arena pertandingan baru, jika kita memang sadar bahwa kita memerlukan pekerjaan ini dan pemimpin memegang tali kendali untuk memutuskan kita pantas atau tidak menduduki posisi kita saat ini.

Jika sang atasan hanya berfokus pada dirinya sendiri dan tidak berupaya untuk mengembangkan bawahannya, ini bukan berarti hal ini menjadi mimpi buruk yang membuat Anda bersegera untuk hengkang. Apalagi jika ada banyak yang dapat Anda pelajari dari tim Anda. Seraplah sebanyak-banyaknya ilmu yang ada di sekitar Anda sebelum memastikan untuk hengkang. Pada intinya, bagaimana pun tipe atasan yang Anda miliki tidak dapat menghentikan Anda untuk dapat terus berkembang.

Melsi Mike/BLJ/Contributor

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.