Tahun 2020, Hati-hati Depresi!

(Business Lounge Journal – Medicine)

Masih ingat kejadian 2019 saat dikabarkan bahwa artis Korea meninggal dunia? Ya betul, ada 3 artis Korea yang meninggal dunia. Mereka adalah Jeon Mi-Seon, Choi Jin-ri atau Sulli, dan Goo Ha-Ra. Penyebab meninggalnya diduga adalah depresi. Di Korea sendiri, bunuh diri adalah peristiwa yang sering terjadi dan di dunia, Korea menduduki peringkat ke-10 sebagai negara dengan tingkat bunuh diri dan merupakan negara dimana artis-artis, selebritis banyak diketahui menderita depresi.

Depresi adalah gangguan mental yang umum dan merupakan penyebab utama kecacatan di seluruh dunia. Bukan hanya itu, depresi merupakan penyumbang utama beban penyakit global secara keseluruhan. Depresi sangat berbahaya sebab depresi dapat menyebabkan bunuh diri.

Depresi di Dunia

Menurut WHO pada situsnya di bulan Desember 2019, secara global, lebih dari 264 juta orang dari segala usia menderita depresi (data 2017). Tercatat bahwa wanita lebih banyak terkena depresi dibandingkan pria. Di seluruh dunia, menurut situs worldometers tercatat ada 7,755 milyar orang. Itu artinya 3,4% dari seluruh penduduk di dunia.

Depresi di Amerika

Di Amerika, menurut APA (American Psychological Asscociation) penyebab depresi utama adalah kekurangan uang.

Sedangkan menurut hasil survey dari CDC:

  • Usia rata-rata onset depresi adalah 32,5 tahun.
  • Prevalensi orang dewasa dengan episode depresi utama paling tinggi pada usia 18 dan 25.
  • 11,3% orang dewasa melaporkan  telah mengalami episode depresi besar dalam setahun terakhir.
  • 8,7% wanita mengalami depresi. Hal ini disebabkan juga oleh faktor hormonal.
  • 5,3% pria mengalami depresi.

Apakah hanya orang dewasa saja? Tidak! CDC juga melakukan survei pada anak-anak Amerika dan hasilnya ternyata anak-anakpun mengalaminya dan meningkat dari tahun ke tahun.

  • 7,1% anak-anak berusia 3-17 tahun (sekitar 4,4 juta) telah didiagnosis cemas.
  • 3,2% dari anak-anak berusia 3-17 tahun (sekitar 1,9 juta) telah didiagnosis depresi.

Lalu bagaimana dengan Indonesia?

Sayangnya data statistik di Indonesia masih kurang memadai. Namun, menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI) pada tahun 2017, angka depresi mulai usia 15 tahun ke atas adalah sebesar 3,7% dari populasi dan prevalensi gangguan jiwa berat adalah 1,7 per 1.000 penduduk atau sekitar 400 ribu orang. Bedanya dengan Amerika, selain faktor ekonomi maka di Indonesia penyebab lainnya adalah masalah sekolah, putus cinta dan ketidakharmonisan keluarga juga menjadi faktor penyebab.

Depresi yang melanda dunia ini membutuhkan kerjasama dari berbagai pihak untuk penanganannya. Tidak bisa hanya ditangani oleh dokter dan pemberian obat-obatan. Depresi membutuhkan kerjasama dengan keluarga dan komunitas atau lingkungan untuk dapat mendampingi pasien depresi agar tidak mengambil keputusan untuk bunuh diri. Pendekatan konseling keagamaan juga perlu dilakukan agar penderita depresi dapat menemukan jalan keluar yang memberikan ketenangan hati dan pikiran.

Tahun 2020 bukanlah tahun yang mudah, para pakar mengatakan bahwa 2020 krisis keuangan global akan semakin meluas. Belum lagi cuaca ekstrem, ancaman bencana ada dimana-mana. Menjaga diri agar tidak terikut arus depresi adalah sangat penting. Berikut ini adalah beberapa tips terhindar dari depresi:

  1. Memiliki sahabat/teman dekat yang benar-benar dapat dipercaya, dapat menjadi tempat bercerita dan saling menolong. Terbuka dengan seseorang yang Anda percaya akan sangat membantu.
  2. Buatlah diri Anda memiliki waktu dan kegiatan untuk bersama-sama dalam komunitas sehingga tidak membiarkan pikiran Anda semakin ruwet dalam kesendirian
  3. Ambillah waktu untuk relaksasi, berhenti sejenak dari semua rutinitas
  4. Memiliki waktu untuk mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa yang dapat memberikan ketenangan hati dan pikiran.
  5. Perbanyaklah rasa syukur Anda dan selalu lihatlah pada orang lain yang memiliki kondisi yang lebih buruk dari Anda.

Tidak ada yang perlu dikuatirkan, tahun 2020 adalah tahun memerangi depresi. Bergembira dan tersenyum menyambut hari-hari 2020 adalah modal awal kemenangan!

dr. Vera Herlina,S.E.,M.M/VMN/BL/Partner of Management & Technology Services, Vibiz Consulting

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.