Telemedicine, Trend Kesehatan 2020

(Business Lounge Journal – Medicine)

Dunia kesehatan kini telah semakin bergerak maju dan banyak perubahan yang terjadi di tahun 2019. Selama tahun 2019  bertambah banyak aplikasi-aplikasi baru di bidang kesehatan yang bersifat user friendly dan merupakan suatu angin baru di Indonesia yang sangat berdampak pada kesehatan nasional. Teknologi digital yang terus berkembang dan startup tech yang semakin lama semakin banyak membuat  dunia kesehatan kini berkembang menjadi kesehatan digital atau e-health. Pelayanan kesehatan yang dilakukan secara jarak jauh ini juga dinamakan sebagai telemedicine.

Aplikasi untuk mencari informasi kesehatan sangat diandalkan masyarakat yang ingin tahu informasi seputar sakit penyakit  yang mereka atau keluarga mereka derita. Masyarakat sangat terbantu untuk mendapatkan informasi yang jelas dan dapat menjangkau daerah-daerah yang sulit di Indonesia. Informasi ini mencakup berbagai jenis penyakit dan terapinya, berbagai jenis obat yang beredar di Indonesia sekaligus kemudahan dalam membeli obat secara online, kemudahan dalam mencari informasi tentang praktek dokter di berbagai rumah sakit hingga informasi pertolongan pertama bagi pasien yang memerlukan.

Sebagai dokter yang pernah bergabung dengan salah satu apps kesehatan, saya melihat banyak masyarakat, khususnya anak-anak muda yang malu untuk datang berkonsultasi dengan dokter, khususnya apabila itu terkait dengan masalah kesehatan seksual.  Mereka merasa lebih nyaman bila berkomunikasi via apps dan identitas mereka dirahasiakan.  Ada lagi   kelompok masyarakat yang tidak ikut BPJS dan sangat ingin mendapatkan konsultasi gratis dari aplikasi. Selain itu juga ada yang ingin mendapatkan second opinion setelah mendapatkan diagnosis dari dokter pribadi mereka.

Bukan hanya dari sisi pengguna, dari Kementerian Kesehatan pun juga kini berbasis digital. Pada 27 September 2019 kemarin,  Kemenkes meluncurkan aplikasi Satu Data Kesehatan yang mencakup data penyakit, data fasilitas kesehatan, data SDM Kesehatan, data anggaran. Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenkes, drh. Didik Budijanto  mengatakan “Satu data kesehatan merupakan upaya mengelola data dan informasi kesehatan menjadi harta karun untuk kebijakan ke depan. Prinsip dasar satu data kesehatan kita harus punya satu portal data, meta data yang baku.”

Bagaimana 2020 nanti?

Dunia digital kesehatan akan semakin berkembang dan masyarakat akan semakin dimudahkan mengakses informasi dan fasilitas kesehatan. Dengan dibangunnya Palapa Ring yaitu infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer , maka jaminan kualitas internet dan komunikasi yang berkualitas tinggi, aman, dan murah pun dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia. Hal ini akan membuat startup e-health akan semakin berkembang.

Selain itu Kemenkes juga  telah merilis regulasi terkait penyelenggaraan pelayanan kesehatan telemedicine antar fasilitas pelayanan kesehatan yakni Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes/PMK) Nomor 20 Tahun 2019 yang berlaku sejak 7 Agustus 2019. Sekjen Kementerian Kesehatan menjamin bahwa permenkes ini  menjadikan pelayanan telemedicine   aman, bermutu, anti diskriminasi, dan efektif serta mengutamakan kepentingan dan keselamatan pasien.

Pada e-health maka diberikan pelayanan kesehatan jarak jauh oleh tenaga profesional kesehatan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi, meliputi pertukaran informasi diagnosis, pengobatan, pencegahan penyakit dan cedera, penelitian dan evaluasi, dan pendidikan berkelanjutan penyedia layanan kesehatan untuk kepentingan peningkatan kesehatan individu dan masyarakat.  Dengan demikian pasien tidak perlu lagi kuatir menggunakan jasa telemedicine.

Tahun 2020 kita harapkan inovasi dunia kesehatan semakin berkembang dan dapat mendukung kesehatan nasional menjadi semakin baik!

dr. Vera Herlina,S.E.,M.M/VMN/BL/Partner of Management & Technology Services, Vibiz Consulting

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.