Pemimpin yang Besar Memiliki Karakter yang Besar

(Business Lounge Journal – Human Resources)

“People with great character can achieve great things,” begitulah kesimpulan James C. Sarros setelah membahas beberapa contoh pemimpin legendaris seperti Alexander the Great raja dari Macedonia 356-323 SM yang menaklukan kerajaan Persia, dari Anotolia sampai India. James juga membahas Dr. Marthin Luther King yang terkenal dengan pidatonya I have a dream, penggalannya berbunyi : I have a dream that my four little children will one day live in  a nation where they will mot judged by the colour of their skin but by the content of their character… I have a dream today.

Kedua contoh pemimpin yang dibahas adalah pemimpin yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar dan menurut James mereka juga memiliki karakater-karakter yang besar seperti compassion, wisdom, courage, fairness adalah karakter-karakter kepimpinan Alexander the great. Benyamin Franklin seorang negarawan, penemu, diplomat, dan penulis yang dikenang sebagai tokoh yang menyatakan bahwa petir adalah aliran listrik. Ia pada tahun 1784 ketika tinggal di Passy dekat dengan Paris mencatatkan daftar 13 virtues sebagai karakter yang ingin dimilikinya melalu kehidupan ini, mulai dari temperence (kesederhanaan), Silence (bicara yang diperlukan), order (sesuai waktu), resolution (ada resolusi), frugality (penghematan), industry (setiap yang dilakukan berguna), sincerity,(tulus), justice (adil), moderation (tidak ekstrim), cleanliness ( bersih), tranquility (tenang), chasitity (murni), humility (kerendahan hati).

Tulisan Benyamin Franklin menguatkan bahwa seorang pemimpin yang besar memang memiliki karakter yang besar. Kepemimpinan adalah hal yang tak terbatas waktu, apa yang dimiliki oleh Benyamin Franklin, Alexander the great, Dr. Marthin Luther King dan pemimpin lainnya dapat dimiliki pula oleh para pemimpin pada era modern ini. Seorang pemimpin yang berkarakter transparan akan memenangkan kepercayaan kelompoknya dan kemudian memenangkan kepercayaan stakeholder lainnya. Leadership Character merupakan hal penting sepenting fungsi manajemen lainnya, dan karakter merupakan hal yang hidup pada seorang pemimpin dimanapun dia berada dalam seluruh perjalanannya bukan hanya terbatas pada organisasi perusahaan saja.

Pengembangan Leadership Character memiliki tiga tahapan penting, pertama adalah moral knowing, dimana seseorang terbuka matanya dan mengerti pentingnya sebuah karakter, menjadi sadar dan mengerti alasannya sehingga memutuskan untuk melakukan atau memiliki karakter tersebut. Tahap kedua adalah moral feeling yang memiliki perhatian untuk terus melakukan hal yang benar. Termasuk didalamnya conscience, sell-esteem, empathy dan humility. Tahap ketiga adalah moral action yang artinya bertindak dengan keinginan sendiri dan memang memiliki kemampuan.

Ketika berbicara tentang leadership character maka banyak penulis langsung mengasosiasikan dengan integritas pribadi seorang pemimpin. Apa yang ada dalam hati seorang pemimpin tidak berbeda dengan apa yang dilakukannya itulah integritas. Semakin karakter ini bertumbuh semakin berhasil seorang pemimpin dan semakin berhasil organisasi.

Fadjar Ari Dewanto/Editor in Chief VMN/BL/Partner of Business Advisory Services, Vibiz Consulting. Penulis Leadership

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.