Masih Pentingkah 21st-Century Skills di 2020?

(Business Lounge Journal – Human Resources)

Istilah 21st-Century Skills atau keterampilan abad ke-21 memang sudah dibahas sejak tahun 80-an awal, bagaimana ada beberapa keterampilan dan kompetensi pribadi juga akademik yang kemudian ditentukan menjadi sesuatu yang diperlukan untuk generasi abad ke-21. Dimulai di Amerika, kemudian keterampilan abad ke-21 ini pun difokuskan di banyak negara yang bahkan menimbulkan terciptanya reformasi pendidikan pada banyak negara.

Mengawali abad ke-21, perusahaan-perusahaan Fortune 500 AS tidak lagi terpaku pada 3R (reading, writing, and arithmetic), melainkan pada teamwork, problem solving, dan interpersonal skills. Hal ini terus berkembang sehingga perekrutan karyawan dilakukan lebih berdasarkan kemampuan berkomunikasi baik secara lisan dan tertulis juga kemampuan critical thinking/problem solving, lebih dari sekedar kemampuan dasar seperti kemampuan memahami bacaan dan matematika. Sehingga tidak hanya sekedar 3R, tetapi juga kemampuan yang dikenal dengan 4Cs: communication, collaboration, critical thinking, and creativity.

Lalu bagaimanakah setelah dua dekade berlalu pada abad ke-21 ini? Apakah 4Cs masih menjadi sesuatu yang penting untuk dimiliki SDM?

Jika kita mengingat kembali saat Presiden Jokowi memperkenalkan 7 millennial yang menjadi staff khususnya, maka ke-4 Cs di atas juga disebut menjadi bagian dari pertimbangan yang dimiliki oleh ke-7 anak muda tersebut. Dengan memiliki kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, berpikir kritis, dan kreatif di segala bidang, maka akan dapat dipastikan bagaimana Indonesia akan terus berkembang dan jauh dari stagnasi. Pemerintah memang sedang berfokus pada SDM Unggul pada lima tahun ke depan ini, hal ini juga tercermin dalam beberapa terobosan yang sedang dikerjakan oleh Mendikbud Nadiem Makarim yang salah satunya memprioritaskan pendidikan karakter dan pengamalan Pancasila. Juga ketika Nadiem menyebutkan dalam pidatonya pada hari guru supaya para pengajar mulai melakukan perubahan di dunia pendidikan dengan mengajak kelas untuk berdiskusi juga memberikan kesempatan untuk murid mengajar di kelas.

Perlu diketahui bahwa menurut Susenas 2017, jumlah generasi Z Indonesia, mencapai sekitar 29,23% dari total penduduk Indonesia sedangkan generasi Y telah mencapai 33,75% sehingga dapat dipastikan bagaimana generasi muda telah mengambil porsi terbanyak pada bangsa ini. Berbicara generasi Y dan Z, maka kita tidak dapat memisahkannya dari berpikir kritis dan kreatif, sehingga 4Cs yang adalah keterampilan abad ke-21 memang sangat identik dengan generasi muda sekarang ini. Walaupun bumi ini sedang penuh dengan perkembangan teknologi, namun dapatkah teknologi begitu hebat dalam 4Cs di atas? Collaboration, communication, critical thinking, dan creativity hanyalah dapat dilakukan dengan baik oleh manusia. Teknologi dapat memberikan dukungan sehingga menjadi lebih baik dan lebih mudah, namun manusialah yang menjadi otaknya.

Era memang telah berganti, kreativitas telah semakin menjadi, Anda tidak dapat mengingkari bahwa kolaborasi, komunikasi, pemikiran kritis, dan kreatifitas akan dapat membuat Anda bertahan di dalam era globalisasi ini. Jika tidak, Anda pun akan terlindas oleh banyaknya SDM yang sedang memasuki dunia kompetisi di negeri ini.

ruth_revisiRuth Berliana/VMN/BL/Managing Partner Human Capital Development

Leave a Reply

Your email address will not be published.