Gaji Bukan lagi yang Utama di Tahun 2020

(Business Lounge Journal – Human Resources)

Indonesia sedang bersiap untuk 5 tahun pembangunan manusia Indonesia yang seutuhnya. Hal ini tidak saja disadari oleh pemerintah, tetapi apa yang telah digaungkan sejak awal tahun ini oleh Presiden Joko Widodo nampak telah dipahami mulai dari para pencari kerja, para pekerja, juga para pemilik kerja. Salah satunya terefleksikan dari riset yang yang dilakukan oleh Michael Page untuk melihat seberapa optimis para pencari kerja menemukan peluang kerja di Indonesia pada tahun 2020 (job applicant confidence index). Sebanyak 73% dari responden yakin bahwa mereka akan mendapatkan pekerjaan baru kurang dari 3 bulan. Selain itu 61% percaya bahwa mereka akan mendapatkan karir yang lebih baik pada tahun ini. Lainnya, sejumlah 73% dari responden memiliki pemikiran positif tentang job market pada tahun 2020. Namun demikian masih ada juga yang berpikir untuk mencari kerja di luar negeri (sebanyak 58%).

Retention dan Resignation

Para responden yang adalah Gen X dan Gen Y berpendapat bahwa mereka akan tetap berada pada perusahaan mereka saat ini, bilamana employee engagement diperkuat serta adanya promosi dalam jabatan. Namun ada hal yang membedakan bagaimana Gen X juga memasukkan faktor kenaikan cash benefit sebagai salah satu faktor retensi, sedangkan para millennial berpendapat bahwa mereka akan tetap bekerja pada perusahaan yang sama bila memperoleh kesempatan untuk mengikuti program pelatihan dan pengembangan.

Riset ini pun memberikan kesimpulan bahwa 3 alasan utama yang menyebabkan para responden untuk mengajukan resignation: adanya peluang yang lebih baik di perusahaan lain, budaya kerja yang tidak sehat pada perusahaan saat ini, dan gaya kepemimpinan yang tidak selaras. Hal yang positif adalah bagaimana 91% responden tidak merasa bahwa tunjangan moneter yang tidak memuaskan bukanlah alasan utama untuk meninggalkan pekerjaan mereka saat ini.

Terkait Management Team

Dari riset yang dilakukan Michael Page dapat disimpulkan beberapa hal:

  • Sejumlah 97% dari tenaga kerja Indonesia merasa memiliki otonomi di tempat kerja oleh karena kontribusi mereka yang sangat berdampak bagi perusahaan.
  • Sebanyak 86% dari profesional di Indonesia dilaporkan bekerja pada tempat kerja yang harmonis dengan ciri-ciri kolaboratif, empati, dan pemecah masalah.
  • Bagi 48% responden, para pemimpin yang memiliki tujuan lebih penting sehingga tercipta visi dan arahan yang jelas. Sedangkan 94% menganggap bahwa profit dan revenue bukan yang terpenting.
  • Terdapat 80% dari para professional dari industri non teknologi merasa bahwa bahwa perusahaan mereka dapat beradaptasi dengan baik pada transformasi digital.

Walaupun masih terdapat 26% dari responden yang mengatakan bahwa perusahaan tempat mereka bekerja saat ini masih mengabaikan coaching dan pengembangan secara profesional juga 30% menyatakan bahwa potensi yang mereka miliki belumlah dimaksimalkan, lainnya, 30% responden mengatakan bahwa tim managemen mereka tidak berupaya untuk mengenali para pekerja secara personal, namun sebagian besar masih memandang kesempatan kerja di 2020 menjadi suatu yang menjanjikan dan patut untuk dihargai.

ruth_revisiRuth Berliana/VMN/BL/Managing Partner Human Capital Development

Related Posts

One Response

  1. Melva

    Semakin ke depan pemikiran generasi muda lebih dinamis dan sangat cepat melakukan perubahan, sehingga kalau gaji dulu adalah yang utama, kedepannya bisa jadi tidak lagi.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.