Belajar dari Branding Strategy Cisco untuk Dapatkan Talent Terbaik

(Business Lounge Journal – Human Resources)

Sangat penting untuk membangun brand perusahaan pada era persaingan yang begitu ketat ini. Banyak perusahaan besar rela merogoh kocek yang tidak sedikit untuk dapat menampilkan brand yang dapat memukau pasar. Ini tidak hanya berbicara mengenai dunia marketing, tetapi juga dalam dunia SDM (Sumber Daya Manusia). Semua perusahaan tentu saja ingin mendapatkan SDM yang terbaik untuk dapat berkontribusi pada kemajuan perusahaannya. Namun era kini telah berbeda, saya banyak menemukan bahwa generasi sekarang ini banyak yang memilih untuk membangun bisnisnya sendiri ketimbang harus bekerja para perusahaan yang sudah eksis. Tentu saja hal ini akan berdampak para perusahaan dalam memperoleh SDM terbaik yang diinginkannya. Ya, kompetisi menemukan para talent memang terus terjadi. Tidak hanya antar perusahaan raksasa, tetapi juga dengan para startup.

Tetapi ada yang menarik dari apa yang dilakukan Cisco sebagai sebuah strategi dalam mendapatkan SDM terbaiknya. Tidak dengan melakukan job fair besar-besaran atau campus recruitment ke mana-mana, tidak juga melakukan berbagai strategi ataupun menggunakan jasa konsultan, melainkan dengan membangun sebuah brand bahwa Cisco adalah tempat yang terbaik untuk bekerja dan dilakukan oleh semua karyawannya.

Perusahaan produsen hardware dan software yang berhubungan dengan jaringan komputer ini memiliki sebuah blog yang diberi judul ‘Life At Cisco’ yang setidaknya dalam setiap minggu selalu memuat artikel yang dituliskan oleh karyawan Cisco tentang keseruan bekerja di sana. Beberapa tulisan yang dapat kita temukan pada blog tersebut seperti, seorang pekerja magang yang menuliskan 5 hal mengapa ia mau bekerja magang di Cisco, lalu seorang talent sourcer yang menceritakan bagaimana setelah bekerja di Cisco ia dapat memiliki waktu lebih banyak dengan keluarganya. Namun tidak hanya masalah waktu atau lingkungan pekerjaan, pekerja lainnya juga menuliskan bagaimana ia memiliki perspective dan mindset yang berubah ketika ia bekerja di Cisco. Ada banyak sekali tulisan yang merupakan kisah inspiratif mengapa karyawan Cisco merasa senang bekerja di perusahaan itu.

Ini merupakan sebuah strategi Cisco untuk dapat mengkampanyekan dirinya sebagai ‘the best place to work’. Dengan mudah kita dapat menebak bahwa ini merupakan sebuah strategi Cisco oleh karena pada setiap akhir artikel selalu dicantumkan “Want to join our incredible teams? We’re hiring. Apply now.” Terkesan hard selling? Ya, benar, namun tidak ada masalah di dalamnya sebab para karyawan telah menjadi ujung tombak dari perekrutan itu sendiri dengan membangun brand bagi Cisco. Saya rasa, para karyawan akan enggan melakukan ini semua jika mereka tidak memiliki kebanggaan bekerja di Cisco.

Menarik juga untuk memperhatikan hashtag #WeAreCisco di Twitter yang juga mengisahkan berbagai kegiatan para karyawan Cisco di berbagai belahan dunia yang dengan bangga dan senang sengaja dicuitkan. Tidak terhitung berapa jumlah cuitan ini namun nampak jelas sebuah kebanggaan di dalamnya. Bayangkan saja bilamana lebih dari 74,000 karyawan Cisco melakukan cuitan, sudah tentu #WeAreCisco dapat menjadi trending yang akan menggaungkan nama Cisco ke banyak telinga.

Menjual nama Cisco bukan hanya tugas para recruiter di Cisco, tetapi seperti sudah menjadi sebuah kesenangan bersama. Memanfaatkan media sosial pun menjadi strategi tak berbayar yang dapat dilakukan oleh seluruh karyawan. Lewat blog, Twitter, Instagram, juga Facebook, siapa dan apa Cisco seakan telah dibagikan ke seantero jagat raya ini. Siapakah yang paling capable untuk melakukannya? Sudah tentu semua karyawan Cisco yang dapat melakukannya di segala tempat dan kapan saja.

ruth_revisiRuth Berliana/VMN/BL/Managing Partner Human Capital Development

Leave a Reply

Your email address will not be published.