Instagram Uji Coba Hapus Fitur Like

(Business Lounge Journal – News and Insight)

Seperti diketahui pada akhir-akhir ini Instagram sedang melakukan banyak perubahan besar pada aplikasinya. Tercatat, beberapa perubahan yang telah dilakukan di antaranya adalah menghadirkan mode gelap atau Dark Mode, menghilangkan fitur Following, dan sebagainya. Nah saat ini ada lagi nih terobosan instagram yang terbaru, yaitu menghapus fitur like. Langkah ini diambil dengan tujuan agar pengguna aplikasi milik Facebook itu dapat lebih fokus pada isi konten dan kisah mereka, ketimbang hanya fokus pada jumlah like yang diberikan pada unggahan mereka saja. Perusahaan ingin Instagram menjadi tempat di mana orang dapat mengekspresikan diri mereka dengan nyaman, tanpa mendapat tekanan dari berapa jumlah ‘like’ yang mereka terima. Dengan demikian pengguna dapat fokus berbagi hal-hal yang disukainya. Pemilik akun sendiri, masih bisa melihat like-nya sendiri dengan mengetuk daftar orang yang menyukainya, namun followers tidak akan dapat melihat berapa banyak ‘like’ yang diterima unggahan tersebut

Adapun uji coba untuk menghapus jumlah ‘like’ ini diketahui telah mulai dilakukan sejak pertengahan tahun ini, dengan melibatkan pengguna di tujuh negara yaitu Australia, Brazil, Kanada, Islandia, Italia, Jepang, dan Selandia Baru. Uji coba yang dilakukan Instagram ini kini sudah menyebar sampai ke Amerika Serikat dan saat ini pengguna di Indonesia pun sudah mulai terkena dampaknya. Menurut data yang ada, Indonesia merupakan salah satu pengguna Instagram terbesar di dunia. Indonesia menempati posisi ketiga jumlah pengguna Instagram, setelah Amerika Serikat dan Brazil, dengan total jumlah pengguna sebanyak lebih dari lima puluh juta orang. Kedepannya fitur ini rencananya akan diperkenalkan secara global, namun hal itu masih tergantung bagaimana penerimaan pengguna selama masa uji coba ini.

Tidak diketahui berapa tepatnya jumlah pengguna yang diikutsertakan dalam uji coba ini. Chief Instagram, Adam Mosseri belum terang-terangan menyebutkan jumlahnya.. Instagram menyebut pengguna yang terdampak akan mendapat notifikasi bahwa jumlah ‘like’ di unggahan mereka tidak akan tertera di publik.

Pro dan Kontra mewarnai uji coba ini. Khususnya yang terkena imbasnya adalah kalangan selebriti dan influencer yang selama ini menggunakan media sosial ini sebagai ajang promosi. Beberapa selebriti dan influencer memprotes kebijakan tersebut karena berpengaruh terhadap tawaran promosi dan perjanjian yang mereka buat dengan para pengiklan. Selama ini jumlah ‘likes’ Instagram telah digunakan sebagai salah satu indikator kesuksesan dari postingan mereka. Sementara sebagian selebriti mendukung langkah Instagram ini. Dukungan juga datang dari pakar sosial, mengingat sebelumnya platform sosial media ini dikritik karena efek negatifnya terhadap kesehatan mental. Sebuah survei menemukan bahwa banyak pengguna Instagram mengeluhkan tingkat kecemasan dan depresi yang tinggi, bahkan, ada yang mengalami purundungan (bullying) dan kondisi takut ketinggalan informasi terkini.

Rebecca Hayati/Partner in Management and Technology Services, Vibiz Consulting Group

Leave a Reply

Your email address will not be published.