Brand Personification Cara Jitu Menggarap Target Pelanggan

(Business Lounge – Idea) Brand personification adalah proses menghidupkan brand berinteraksi, berpikir, dan hidup sesuai dengan kepribadian brand itu. Mengapa brand personification berfungsi? Banyak orang membeli sesuatu bukan karena kelebihan sebuah produk namun karena produk itu memiliki personality yang tepat dengan sang pelanggan.

Bagian penting dari proses branding adalah memastikan bahwa pelanggan memiliki kesempatan untuk mengalami merek melalui sejumlah komponen visual untuk branding. Penting bahwa papan nama dan bagian periferal lainnya memberikan konteks yang tepat untuk sebuah brand. Dengan kata lain, brand kosmetik yang berusaha membuat pernyataan berani kemungkinan akan pergi dengan tanda yang berani dan warna-warna cerah, tetapi itu tidak akan manjur untuk merek kosmetik konservatif yang akan mendapat manfaat lebih dari pastel yang lebih lembut.

Coach IP Holdings LLC adalah perusahaan Amerika yang khusus menjual luxury accessories seperti handbags. Coach sudah hadir di Indonesia dan personifikasi yang ditampilkan memang langsung hanya orang yang biasa hidup mewah yang akan mendekat untuk menjadi pelanggan. Brand personification membuat pembeli langsung teridentifikasi sesuai dengan produk yang ditawarkan.

Display Coach Di Grand Indonesia (Fadjar AD/VMN)

Coach didirikan pada tahun 1941 sebagai bengkel yang dikelola keluarga di sebuah loteng di 34th Street di Manhattan dengan enam pekerja kulit yang membuat dompet dengan tangan. Pada tahun 1946, Miles Cahn dan istrinya Lillian bergabung dengan perusahaan, mereka adalah pemilik bisnis pembuatan tas kulit dan memiliki pengetahuan tentang pekerjaan kulit dan bisnis. Pada bulan September 2019, Coach menunjuk Jide J. Zeitlin, Ketua Dewan, sebagai CEO baru Tapestry (Perusahaan Induk Coach New York), menggantikan mantan Chief Executive Officer Victor Luis.

Display Toko Coach Grand Indonesia (Fadjar AD/VMN)

Coach menghasilkan $84 juta pada tahun 2017 dan menjadi $4.22 milyar pada tahun 2018. Brand personification sangat kuat untuk menghasilkan revenue yang tinggi. Coach menghadirkan personfikasi brand yang mewah dan hanya ada di mall-mall di jalan strategis, misalnya di Grand Indonesia Jl. MH Thamrin Jakarta.

Contoh lain bagaimana bentuk brand personification adalah Watch Studio, Watch Studio adalah pemegang lisensi merk terkenal dan bergengsi: Aigner, Elle, French Connection, GF Ferre, Ingersoll, Desain Momo, Police, Raymond Weil, Timberland, Titan, Tonino Lamborghini, dan WISH. Keberadaan Watch Studio di seluruh Indonesia telah membuat mereka lebih dekat dengan pelanggan kami untuk memfasilitasi permintaan mereka dan untuk menawarkan layanan yang lebih baik.

Toko Watch Studio Grand Indonesia (Fajar AD/VMN)

Personifikasi Watch Studio yang menempatkan diri menjadi tempat para pelanggan jam bergengsi akan berkunjung. Watch Studio sendiri bukan brand sebuah jam, tapi menjadi tempat berbelanja berbagai merk jam yang bergengsi. Misalnya Aigner, designer yang berasal dari Hungaria pertamanya membuat handbag di New York namun kemudia menjadi brand untuk jam tangan juga dari Swiss. Watch Studio menempatkan diri juga bersamaan dengan personifikasi berbagai brand yang bergengsi, seluruh toko dan berbagai display online maupun offline ditayangkan dalam kelas yang berbeda dari toko jam lainnya.

Penting sekali disadari oleh para pemilik perusahaan maupun Top Management untuk memberikan ‘nyawa’ pada brand produk atau jasa yang ditawarkan sebagai bentuk customer relationship yang menjadi channel untuk menjangkau segmen pelanggan yang tepat.

Fadjar Ari Dewanto/VMN/BL/Partner of Business Advisory Services, Vibiz Consulting

Leave a Reply

Your email address will not be published.