(Himpuni) Rudiantara: Siapa Bilang Koperasi Mati di Era Digital

 

(Business Lounge Journal – News and Insight)

Hadir dalam Seminar dan Dialog Nasional Milenial Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0, Rudiantara meresponi sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh salah seorang peserta mengenai koperasi. Menteri Komunikasi dan Informatika RI ini memaparkan bahwa koperasi di era digital saat ini telah mengalami sebuah perkembangan yang sangat significant. Rudiantara membahas mulai dari ideologi bangsa yaitu Pancasila yang memiliki lima sila hingga konsep gotong royong di masa sekarang ini.

“Teman-teman semua, ideologi kita adalah Pancasila, ada lima sila. Pada saat BPUPKI 1 Juni 1945, Bung Karno mengatakan inilah lima sila, kalau diringkas lagi menjadi tiga sila, ruhnya satu, yaitu gotong royong,” demikian Rudiantara memulai penjelasannya dari sejarah Pancasila. Ia kemudian menarik penjelasannya bahwa gotong royong yang menjadi ruh koperasi itulah yang tetap menjadi dasar di era digital sekarang ini. “Gotong royong adalah ruh dari koperasi.  Justru di era digital sekarang inilah yang terjadi adalah gotong royong.”

Ada 2 koperasi yang diuraikan oleh Rudiantara:

1.Koperasi struktural yang merupakan koperasi pada umumnya yang dapat kita jumpai di desa-desa.

Sebagai penjelasan, koperasi diartikan sebagai kumpulan orang, bukan kumpulan modal. Sebagai contohnya, petani di Sumatera Barat yang masing-masing membawa perlengkapannya seperti alat produksi, alat potong, alat penyemprot hama, juga kerbau. Dalam bentuk koperasi ini tidak ada pembagian keuntungan.

2.Koperasi kultural yang berbentuk organisasi yang disertai adanya pembagian keuntungan melalui sisa hasil usaha.

Lalu bagaimana dengan koperasi di era digital? Ada 2 contoh yang dilontarkan Rudiantara yang menegaskan bagaimana koperasi dapat kita jumpai sekarang ini. Pertama, adalah Gojek. “Gojek adalah gotong royong!” demikian dikatakan Rudiantara. “Asetnya punya siapa? Apakah punya gojek?” Rudiantara melemparkan pertanyaan. Asetnya adalah punya driver online. “Asetnya punya siapa di Gofood” pertanyaan lainnya dilontarkan. “Aset adalah milik yang punya dapur, semuanya gotong royong,” jelas Rudiantara.

Kedua yang menjadi contoh adalah ‘Indonesian Airbnb’ demikian istilah yang digunakan Rudiantara untuk Airy room. “Memang yang punya kamar itu perusahaan airy rooms?” Rudiantara kembali melemparkan pertanyaan? “No!” tegasnya. “Yang punya kamar adalah banyak orang. Ini yang disebut gotong rotong yang saya katakan, koperasi kultural.”

“Jadi di Indonesia, saya katakan, koperasi tidak mati. Justru dengan digital, koperasi tumbuh pesat melalui konsep gotong royong,” Rudiantara pun menutup penjelasannya.


Ruth Berliana/VMN/BLJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.