Hanif Dhakiri: Pemerintah Siapkan SDM untuk Hadapi Revolusi Industri 4.0

(Business Lounge Journal – News & Insight)

Pemerintah telah mencanangkan tahun 2019 sebagai Tahun Pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia), demikian seperti telah disampaikan Muhammad Hanif Dhakiri selaku Menteri Ketenagakerjaan RI. Untuk itu pemerintah sedang berupaya menyiapkan SDM dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Salah satu terobosan yang dibuat oleh Pak Jokowi adalah dengan menggenjot pendidikan maupun pelatihan vokasi yang sudah dimulai. “Pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi telah digenjot di berbagai kementerian termasuk di Kementerian Tenaga Kerja,” demikian disampaikan Hanif yang juga menjelaskan mengapa pendidikan dan pelatihan vokasi ini menjadi suatu yang penting. “Karena kita tahu bahwa angkatan kerja kita ini masih didominasi oleh pendidikan-pendidikan yang relatif terbatas, misalnya lulusan SD dan SMP yang masih sangat besar, bahkan hampir mencapai 60%. Sedangkan mereka yang pendidikannya lebih tinggi, mengalami problem mismatch sehingga yang menjadi jembatan untuk itu adalah pelatihan vokasi atau pelatihan kerja,” jelas Hanif. Dengan demikian pemerintah mengharapkan masyarakat dapat mempunyai skill yang memadai, untuk mereka dapat bekerja di industri atau memulai wira usaha.

Pemerintah telah mencanangkan tahun 2019 sebagai Tahun Pembangunan SDM.

Pada prinsipnya semua sektor telah memiliki SKKNI (Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) baik itu asosiasi industri maupun asosiasi profesi. Dalam hal ini semua SKKNI akan dilegalisasi atau dilegitimasi oleh kementerian tenaga kerja. “SKKNI ini penting untuk menjadi rujukan dari standar kompetensi para pekerja kita di berbagai sektor,” demikian dijelaskan Hanif. Sebagai contoh, ia menyebutkan profesi sebagai jurnalis pada sektor media. Maka sebagai jurnalis yang baik, kemampuan apa saja yang harus dimiliki yang kemudian akan menjadi rujukan dalam pemerintah memberikan pelatihan dan sekaligus sertifikasi kompetensi.

[dropcap size=small]D[/dropcap]alam menyambut arus tenaga kerja, pemerintah melakukan beberapa persiapan, salah satunya dengan membuat atau mencanangkan kebijakan Triple Skilling, yang isinya skilling, upskilling, reskilling.

  1. Skilling akan diberikan kepada yang belum punya skill, sehingga akan membantu tenaga kerja memiliki skill dan membantu mereka masuk ke pasar kerja atau memulai wira usaha.
  2. Upskilling akan diberikan bagi mereka yang sudah punya skill tapi perlu peningkatan. Hal ini akan membantu mereka agar mereka punya karir di dalam pekerjaan sebab dengan upskilling, akan terjadi peningkatan kompetensi yang menciptakan karir.
  3. Reskilling yang diberikan kepada mereka yang telah memiliki skill tapi ingin melakukan perubahan skill. Dengan program reskilling, maka terjadi penyesuaian kebutuhan pekerjaan yang baru.

Pada generasi milenial, pemerintah juga memfasilitasi dengan kebijakan-kebijakan termasuk dengan memfasilitasi mereka untuk pengembangan digital skill. Untuk hal ini Hanif mengungkapkan bahwa pemerintah telah membangun Innovation Room bagi anak anak muda yang juga disebut dengan Talent Hub. “Itu tempat anak-anak muda bekerja, berinovasi, membangun platform-platform berbasis digital di berbagai sektor dan bidang. Ada yang mengurus nelayan, petani, jual beli, dan berbagai bidang lainnya,” jelas Hanif. “Saat ini sudah ada 15 startup di sana yang semuanya anak-anak muda tetapi karyanya luar biasa,” lanjutnya.

Selain itu, Hanif juga memaparkan kembali pencapaian pemerintah di era Jokowi. Mulai dari kemiskinan yang menurun menjadi 9.6% (angka kemiskinan paling rendah sepanjang sejarah Indonesia), ketimpangan sosial yang menurun dari 0.41 gini ratio menjadi 0.38, pengangguran menurun mencapai angka 5,3% (angka pengangguran terendah sejak Indonesia memasuki reformasi), juga penciptaan lapangan kerja yang telah melampaui target hanya dalam waktu 4 tahun. Dalam akhir perbincangan, Hanif pun mengutip keberhasilan pembagunan infrastruktur yang mempermudah konektifitas, mobilitas baik manusia maupun barang. “Karena jarak lebih dekat, mobilitas barang dan manusia menjadi lebih lancar sehingga pasokan makanan menjadi leih cepat, dan harga menjadi lebih murah,” ujar Hanif.


Ruth Berliana/VMN/BLJ

Leave a Reply

Your email address will not be published.