(Business Lounge Journal – Human Resources) Kalau teori rekrutmen pada masa lampau berkata untuk tidak merekrut para Job Hopper. Lihat saja pada CV-nya, jika terlihat bagaimana ia berpindah-pindah kerja, maka sudah pasti bahwa ia seorang Job Hopper. Dulu pun orang tua akan menasehati untuk anaknya tidak berpindah-pindah kerja sebab itu akan “mengotori” CV yang kemudian berakibat persepsi negatif bahwa orang ini pasti bermasalah. Apakah memiliki sifat cepat bosan, tidak loyal, tidak bisa beradaptasi, dan sebagainya.

Namun sekarang berbeda. Job Hopper kelihatannya kini menjadi pilihan yang diperebutkan. Tapi tentu saja Job Hopper yang selalu memiliki progres di dalam jabatan dan kemampuannya. Misalnya saja mereka yang terlihat dari CV-nya selalu berpindah perusahaan setiap satu atau dua tahun diiringi juga dengan kenaikan jabatan. Maka sudah dapat dipastikan bahwa ia pasti seorang yang memiliki kemampuan yang lebih sehingga dapat berkembang dengan cepat dalam sekejap.

Sehingga saya sarankan pada Anda, jika Anda mencari tenaga kerja yang cemerlang, pilihlah si Job Hopper.

Menjadi Top Performer Bukan Average Performer

Tidak dapat dipastikan, namun pada umumnya mengapa seseorang menjadi Job Hopper adalah disebabkan keinginannya untuk terus mencapai performance yang lebih baik. Jika tidak ada kesempatan lagi untuk menjadi lebih baik maka ia akan pergi. Jika Anda berhasil merekrutnya, maka sudah dapat dipastikan bahwa Anda akan memiliki seorang Top Performer dalam tim tim Anda. Hal ini sudah tentu akan membawa keuntungan juga bagi performance tim Anda.

Pertimbangkan Ilmu yang Dimilikinya

Para Job Hopper telah melanglang buana dari satu tempat ke tempat yang lain sehingga ia pun akan memiliki pemikiran yang lebih luas dengan kemampuan yang belum tentu Anda miliki. Apalagi jika ia pernah berada pada perusahaan kompetitor, maka mungkin saja ia pilihan yang tepat sehingga merekrutnya akan menyebabkan Anda memiliki benchmark information bahkan relasi serta kisah pengalaman berharga. Sahkah? Sah saja!

Cepat Beradaptasi

CareerBuilder pernah menyatakan bahwa sebagian pemberi kerja (51%) mengatakan bahwa Job Hopper dapat beradaptasi dengan cepat. Hal ini tentu saja tidak diragukan lagi. Bagaimana ia dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tentu saja akan membuatnya cepat beradaptasi.

Situasi yang Belum Terpecahkan

Jika Anda memiliki sebuah situasi yang tidak mudah untuk dipecahkan, maka tidak ada salahnya untuk memberikan kesempatan si Job Hopper untuk menyelesaikannya. Beberapa dari mereka kadang-kadang lebih memandang kesempatan dan kepercayaan lebih dari hanya sekedar penawaran gaji.

Permasalahan di Masa Depan

Apakah Anda termasuk orang yang melihat negatif pada Job Hopper yang telah memilih meninggalkan perusahaan saat perusahaan mereka hendak bangkrut? Mungkin Anda perlu merevisi cara pikir Anda. Bukankah Anda juga tidak akan memilih unntuk tetap tinggal saat Kapal Titanic akan karam bukan? Namun ada baiknya Anda mencoba mendengar pendapat si Job Hopper yang ada pada tim Anda bilamana mereka bersiap untuk pergi saat mereka dapat membaca sinyal sesuatu yang kurang baik akan terjadi di masa datang.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Business Lounge Journal

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.