ARTJOG 2016

(Business Lounge Journal – Art) Artjog telah menjadi salah satu pameran seni kontemporer terbesar di Indonesia. Bisa dikatakan banyak penikmat seni yang menunggu digelarnya pameran ini. Sebagaimana tahun ini Artjog mengusung thema “Universal Influence”,  maka pada tahun kesembilan ini, Artjog pun mendemonstrasikan bagaimana seni berpengaruh besar terhadap peradaban, begitu juga sebaliknya.

The Battle of Centaurus oleh Oky Ray Montha. ArtJog 2016.
The Battle of Centaurus oleh Oky Ray Montha. ArtJog 2016.

Bertempat di Jogja National Museum, Artjog 2016 dibuat sedemikian rupa mulai dari pintu masuk sehingga menarik perhatian banyak pengunjung. Diawali dengan sebuah mesin jet yang menyambut di pintu masuk, pengunjung pun terhubung dengan terowongan kanvas berwarna putih. Terowongan berkanvas putih ini berhenti disebuah dinding dan dapat ditemukan oleh pengunjung lagi di sisi belakang atau pintu exit. Sangat menarik!

(Di) Telan Berita oleh Gusmen Heriadi- Artjog 2016.
(Di) Telan Berita oleh Gusmen Heriadi- Artjog 2016.

The Beauty of Relativity II oleh Galam Zulkifli. ArtJog 2016.
The Beauty of Relativity II oleh Galam Zulkifli. ArtJog 2016.

Saya ingat pada seseorang yang pernah berkata bahwa seorang seniman yang hebat adalah seniman yang dapat membuat orang awam mengerti makna dibalik karya seni yang mereka buat dan saya setuju. Artjog 2016 telah memuat karya dari 74 seniman yang hebat baik dari dalam negeri dan manca negara. Bukan hanya karya mereka yang indah, tetapi karna mereka dapat membuat seorang awam mengerti makna dibalik karya yang mereka buat. Jenius!

Sirkus Adu Badak Djoko Pekik. ArtJog 2016.
Sirkus Adu Badak Djoko Pekik. ArtJog 2016.
Street Talks oleh Eko Nugroho. ArtJog 2016.
Street Talks oleh Eko Nugroho. ArtJog 2016.

Dalam pameran seni kontemporer terbesar di Jogjakarta ini, seniman-seniman muda seperti Oky Ray Montha, Galam Zulkifli, Mohamad Yusuf, dan beberapa seniman lainnya memamerkan karyanya yang tidak kalah mengagumkan dengan para seniman tenar Indonesia seperti Eko Nugroho, Joko Pekik dan Agus Sugawe. Tidak hanya memamerkan lukisan, tetapi juga foto, patung, instalasi, video, hingga performansi.

Salah satu karya dalam ArtJog yang membuat saya kagum adalah The Beauty of Relativity II oleh Galam Zulkifli. Karyanya menceritakan tentang kecantikan seorang wanita merupakan komoditas yang paling laris dalam media industry. Lukisan Galam Zulkifli menyoroti dan menyikap ilusi kecantikan yang diciptakan oleh media yang bekerja dengan cara memanipulasi mata. Lukisan ini memiliki detil  mengangumkan yang membuat saya pribadi sebagai pengunjung terdiam sesaat untuk menikmati lukisan serta makna dibalik lukisan Galam Zulkifli.

The Beauty of Relativity II oleh Galam Zulkifli. Art Jog 2016.
The Beauty of Relativity II oleh Galam Zulkifli. Art Jog 2016.

ArtJog 9 ditutup pada tanggal 27 Juni 2016,  dengan sajian music performance yang memiliki stage berbentuk kapal bajak laut yang merupakan karya salah satu artis bernama Tita Rubi. Malam yang dingin serta hujan rintik tidak mengubah antusias para penikmat seni untuk mengakhiri acara ArtJog 9 ini. Bahkan banyak pengunjung yang rela basah kuyup terkena hujan untuk menikmati performance dari Dubyouth dan Libertaria. Menghabiskan malam di kota kecil yang sederhana dengan mendengkarkan musik sambil bercengkrama dengan para seniman ArtJog merupakan cara yang tepat untuk menuntup salah satu pameran seni kontemporer terbesar di Indonesia ini.

Ammy Hetharia/Contributor/VMN/BL
Editor: Ruth Berliana
Image: Ammy Hetharia