(Business Lounge Journal – General Management) Bukan hal yang mudah untuk merintis sebuah bisnis. Hal inilah yang sering kali menjadi pemicu para start up untuk tidak memulai bisnisnya seorang diri. Maka siapakah yang pertama kali diajak untuk menjadi partner dalam berbisnis? Siapa lagi kalau bukan seorang sahabat? Apalagi jika telah bertahun-tahun mengikat persahabatan. Namun penting untuk mengetahui bahwa berbisnis dengan seorang sahabat pun tidak semudah yang Anda pikirkan. Tidak ada jaminan bahwa persahabatan akan sangat memuluskan kerja sama yang akan Anda jalin.

Pada tahun 70-an, dua orang sahabat mencoba berbisnis menjual bir dengan menggunakan sebuah mobil VW tua di Brooklyn, New York. John Ferolito bersama dengan sahabatnya Don Vultaggio merintis bisnis mereka ketika lulus SMA. Dengan pricing strategy yaitu ketika mereka menjual bir dengan harga yang lebih murah di seluruh Brooklyn, maka mereka pun mulai mencapai keberhasilan.

Pada tahun 80-an, bisnis mereka semakin berhasil hingga akhirnya memutuskan untuk membuka cabang dan melakukan pengembangan pada produk mereka. Pada tahun 1992, Ferolito memiliki ide untuk membuat produk baru hingga akhirnya diwujudkan, minuman ringan dengan merek AriZona Green Tea yang kemudian menjadi salah satu minuman ringan yang populer di Amerika dan mendunia. Sengaja menggunakan nama AriZona yang merupakan daerah yang terpanas di Amerika. Semula bisnis berjalan dengan lancar dengan pembagian tugas, Ferolito mengurus masalah perkantoran sedangkan Vultaggio mengurus warehouse.

Namun kebersamaan ini ternyata tidak selamanya langgeng. Vultaggio tidak ingin lagi berada di warehouse, ia ingin berada di kantor. Setelah Vultaggio juga memiliki kantornya sendiri, maka mulailah terjadi beberapa perbedaan-perbedaan pendapat di antara keduanya yang kemudian terus berkembang. Mulai dari perbedaan pendapat mengenai biaya sebesar 50 sen yang yang harus dibebankan pada karyawan untuk secangkir kopi hingga perjanjian dengan Coca Cola senilai 4 miliar dolar. Ketegangan terus terjadi hingga terjadinya perbedaan pendapat saat mereka hendak memindahkan kantor pusat pemasaran mereka.

Ferolito pun akhirnya mengalah dan memutuskan meninggalkan markas besar mereka, namun bagaimana pun ia tetap memilik separuh saham perusahaan. Ferolito kemudian berupaya untuk memisahkan diri dengan menjual 50% saham miliknya dan keluarga, namun hal ini terganjal oleh karena dua sahabat ini pernah begitu “mesra” membuat sebuah kesepakatan pada tahun 1998 bahwa mereka hanya boleh menjual kepemilikan saham hanya kepada anggota keluarga mereka. Padahal beberapa nama besar seperti Nestl√© dan Tata telah hendak mengajukan pinangannya. Hal ini tentu saja bukan hal yang mudah sementara ketegangan semakin meruncing.

Vultaggio pun berupaya untuk mengumpulkan dana guna membeli saham Ferolito, namun sangat tidak mudah baginya. Kemitraan bisnis ini pun akhirnya terpaksa berakhir seiring dengan berakhir juga persahabatan mereka.

Persahabatan sering kali membuat sebuah bisnis menjadi sebuah persaudaraan. Adanya aturan-aturan yang dimudahkan atau pun ditabrak dengan alasan, “ya sudahlah, dengan sahabat sendiri.” Atau adanya perjanjian-perjanjian yang dibuat dengan pertimbangan persahabatan yang sebenarnya tidak lazim dibuat dalam dunia bisnis. Atau bahkan tidak membuat perjanjian sama sekali dengan pertimbangan sudah saling percaya. Hal ini hanya akan membuat sebuah kesusahan pada masa yang akan datang.

Tidak ada yang salah jika Anda ingin berbisnis dengan orang terdekat Anda, namun ketika Anda mulai memutuskan untuk masuk ke ranah bisnis, maka penting untuk memperlakukan siapa pun sebagaimana seharusnya seorang mitra bisnis. Pisahkan dengan jelas kapan Anda bertindak sebagai mitra bisnis dan kapan Anda dapat bertindak sebagai seorang sahabat. Ikuti semua prosedur hukum yang seharusnya Anda jalani sebagai seorang mitra bisnis dan kesampingkan semua perasaan persahabatan Anda. Itu jika Anda memang menginginkan seorang sahabat sebagai mitra bisnis Anda.

ruth_revisiRuth Berliana/VMN/BL/MP Human Capital Development Division, Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.