Reborn

Galeri Nasional Indonesia 11a

(Business Lounge Journal – Art) Bukan hal yang mudah untuk menyatukan 24 perupa yang berasal dari 5 negara dalam “REBORN”, sebuah International Art Exhibition. Namun mereka telah bersepakat untuk bertemu demi mengingat kembali bagaimana mereka telah sama-sama percaya bahwa mereka terlahir sebagai perupa dan seniman yang akan selalu terus berkarya. Mereka menyebut konsep pergerakan ini dengan istilah ‘Titik Nol yang Sama”. Hal ini dikarenakan mereka telah lulus dari almamater yang sama, tempat mereka telah membuat pilihan yang juga sama untuk kelak mengambil jalan hidup sebagai seorang seniman dan mulai menjalaninya dari titik yang sama.

Walaupun Jo Cowtree telah memilih menetap di negeri Paman Sam, Yusof “Gajah” yang hasil karyanya pada dunia buku anak-anak telah mengantarnya menjadi seniman profesional di Malaysia, atau Ito Joyoatmojo yang kini berdomisili di Switzerland, serta Joni Bogi yang tetap berkarya di Jakarta, namun mereka semua tetap merawat apa yang telah menjadi pilihan mereka pada puluhan tahun yang silam. Kata “merawat” sengaja mereka pilih untuk menggambarkan bahwa apa yang pernah mereka komitmenkan merupakan sesuatu yang harus mereka jaga dan senantiasa ditumbuhkan.

Galeri Nasional Indonesia 1a

Galeri Nasional Indonesia 5a

Galeri Nasional Indonesia 3a

Goresan kuas dan permainan warna tetap menjadi cara bagaimana mereka merenungkan kehidupan yang terus bergulir pada masyarakat sekeliling, kanvas menjadi media untuk mencurahkan isi hati sang perupa. Berbagai kekuatiran atas pilihan profesi yang telah mereka tetapkan, apakah mereka dapat terkenal, apakah dapat eksis, apakah dapat berjaya, telah mereka lewati dan mereka kini dapat menjawabnya, bahwa mereka berbahagia telah memilih profesi sebagai seniman sebagaimana profesi mereka saat ini.

Para perupa yang telah pernah terobsesi dengan nama besar Raden Saleh Sjarief Boestaman, Affandi, Basoeki Abdullah, atau Vincent van Gogh, dan Rembrandt van Rijn, kini tetap memilih untuk menjalani angan-angan mereka. Bagi mereka, REBORN telah menjadi pernyataan mereka sebagai perupa yang “TIDAK INGKAR”.

Galeri Nasional Indonesia 2 Galeri Nasional Indonesia 6a

Galeri Nasional Indonesia 12a

Galeri Nasional pun dipenuhi dengan 113 hasil karya para perupa yang “TIDAK INGKAR” ini. Namun di antara mereka Sonic Bad yang juga seorang seniman dari New York, Amerika Serikat ikut turut serta walaupun ia tidak lulus dari almamater yang sama. Sonic Bad menampilkan hasil karyanya berupa graffiti yang sering kali muncul di tempat-tempat umum di negaranya.

Ternyata tidak semua dari ke-24 perupa ini menjalani profesi tunggal menjadi seniman, sebab beberapa mereka pun ada yang memiliki profesi lainnya. Tetapi dalam “REBORN”, mereka seolah ingin merebut kembali waktu-waktu mereka yang pernah hilang untuk kembali menjalani komitmen mereka. Seakan ingin menghidupkan kembali profesi yang pernah mereka pilih, “REBORN” pun akan dihadirkan tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di Yogyakarta, Bali, dan Malaysia.

Galeri Nasional Indonesia 7a Galeri Nasional Indonesia 8a Galeri Nasional Indonesia 9a

Mengutip apa yang dituliskan Suwarno Wisetrotomo, Kurator Galeri Nasional Indonesia, bahwa kini para perupa REBORN sedang ada pada suhu yang panas dalam berkarya. Namun mereka harus berupaya menaikkan suhu hingga mencapai titik didih agar merasa yakin dan pantas untuk masuk dalam fase REBORN. International Art Exhibition “REBORN” akan berlangsung hingga 24 April 2016.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Business Lounge Journal

 

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.