(Business Lounge Journal – Human Resources) Perjalanan kepemimpinan untuk mencapai visi tidak akan berhasil bila semua hanya menjadi rencana saja tanpa disertai tindakan, tanpa eksekusi. Pengaruh pemimpin timbul pada organisasi apabila pemimpin berhasil melakukan apa yang dia rencanakan. Saat keberhasilan dicapai, maka timbul rasa percaya pada pemimpin, dan membuat organisasi mengikuti sang pemimpin. Pengalaman saya sendiri melihat bahwa organisasi bahkan dunia pada umumnya mudah merendahkan orang yang tidak bertindak, apa lagi orang yang gagal. Perencanaan yang baik, komprehensif, dan detail banyak dimiliki oleh seorang pemimpin. Tanpa diragukan, di Indonesia saja tidak terhitung pemimpin yang mempunyai gagasan yang sangat cemerlang. Saksikan saja saat pemilihan presiden, pemilihan gubernur, maka ditayangkan perencanaan yang sangat meyakinkan, namun kekecewaan terjadi pada saat mereka memimpin, perencanaan seperti terbuang ke laut saja. Sesudahnya yang terjadi pemimpin kehilangan kepercayaan dan pasti kehilangan pengaruh, dan akhirnya kehilangan kepemimpinan itu sendiri. Penting sekali untuk kepemimpinan yang kuat melakukan eksekusi itulah pengamatan saya waktu memikirkan bagaimana menjadi pemimpin yang kuat.

Bagaimana menjadi pemimpin yang selalu melakukan eksekusi? Menurut saya, pemimpin tetap perlu menyusun perencanaan yang smart sebab fail to plan is plan to fail. Rencana yang smart berisi dengan kejujuran kepada diri sendiri apakah yang sanggup dilakukan dan apakah yang tidak. Hitungan rencana berdasarkan kemampuan ini bukan berarti menjadi pesimistis tapi lebih realistis dalam menyusun perencanaan melalui pengenalan diri dan organisasi. Eksekusi membutuhkan agile attitude, responsive, sikap ini bukan berarti menanggapi semua yang terjadi pada organisasi, tetap fokus dan dilakukan dengan cekatan, dengan cepat. Ketika berhubungan dengan pelanggan, sikap ini akan menghasilkan kepercayaan dan pengaruh, hal yang sama juga terjadi pada karyawan yang melihat pemimpinnya bertindak cepat akan percaya dan menghormatinya. Seperti jalinan sebuah kain dari benang-benang yang jumlahnya ribuan, eksekusi setiap hari seperti selembar benang yang dipintal lembar demi lembar, hari demi hari memintal hati organisasi untuk mengikuti sang pemimpin.

Untuk menjadi seorang pemimpin yang melakukan eksekusi seperti ini, dibutuhkan ketekunan dan daya tahan untuk melakukannya. Eksekusi tidak pernah terjadi kalau seorang pemimpin berjalan berdasarkan suasana hati (mood), eksekusi perlu dilakukan dalam kondisi apapun sesuai rencana, karenanya perlu ketekunan dan daya tahan pemimpin. Pemimpin yang melakukan eksekusi akan merebut hati organisasi, baik kawan maupun lawan. Mulailah setiap hari seorang pemimpin fokus pada beberapa hal saja dan dilaksanakan, itu lebih baik daripada kepada banyak hal namun tidak dilaksanakan. Ketika kemampuan semakin bertambah eksekusi bisa dilakukan untuk lebih dari satu rencana. Jenjang kepemimpinan berbeda-beda, yang diperlukan untuk eksekusi miliklah indikator kemenangan jangka panjang (long-term wins) dan jangka pendek (quick wins), serta fokus setiap hari pada kemenangan jangka pendek dengan tidak melepaskan diri dari kerangka jangka panjang.

Fadjar Ari DewantoFadjar Ari Dewanto/VMN/BD/MP Business Advisory Division, Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.