Gunakan Teknologi Facebook, Instagram Raup Lebih Banyak Pengiklan

(Business Lounge Journal – News and Insight) Sekitar lima bulan yang lalu, Facebook Inc mulai berupaya untuk mengubah aplikasi gambar-berbagi-nya, Instagram, menjadi bisnis yang menghasilkan uang. Sejak itu, Instagram telah menarik lebih dari 200.000 pengiklan, demikian diumumkan perusahaan pada Rabu (24/2) seperti dilansir oleh Reuters. Hal ini merupakan sebuah tanda yang jelas sebagai potensi yang secara signifikan berkontribusi terhadap pendapatan Facebook.

Instagram membuka platform untuk beberapa ratus pengiklan pada bulan Juni yang lalu, demikian dikatakan perusahaan. Sedangkan pada bulan September, perusahaan pun telah membuka aplikasi untuk siapa pun yang ingin membeli iklan. Tiga-perempat dari pengiklan tersebut saat ini berada di luar Amerika Serikat, demikian dijelaskan perusahaan itu.

Instagram juga cepat mengalami pertumbuhan berdasarkan jumlah penggunanya, yaitu melebihi 400 juta pengguna pada tahun lalu. Sebagai perbandingan, Twitter, yang mulai menjual iklan lebih dari lima tahun yang lalu, memiliki 130.000 pengiklan dan 320 juta pengguna.

Di sisi lain, Instagram memiliki keuntungan yang berbeda, yaitu dengan menggunakan teknologi iklan Facebook, yang merupakan salah satu tekologi yang paling canggih saat ini dan memungkinkan pengiklan untuk menargetkan kelompok demografis yang sangat spesifik, seperti laki-laki berusia 18-25 tahun yang tinggal di New York. Selain itu pengiklan pun memiliki pilihan untuk menjalankan kampanye di kedua media sosial baik Facebook dan Instagram.

“Hubungan Facebook telah membantu kami mengembangkan jumlah pengguna kami” serta menarik para pengiklan, demikian dikatakan James Quarles, head of global advertising. “Orang-orang dapat menjadi kreatif dalam menggunakan kedua media sosial tersebut bersama-sama dan menjalankan banyak hal di kedua platform. Hal yang seperti benar-benar belum ada du dunia marketing.”

Instagram tidak akan mengungkapkan berapa banyak pengiklan yang juga menggunakan Facebook, namun saat pengumuman laba bulan lalu, Chief Operating Officer Facebook, Sheryl Sandberg mengatakan bahwa 98 dari 100 pengiklan Facebook juga beriklan di Instagram.

Karena secara visualisasi, Instagram menarik terutama untuk usaha kecil dan para pengusaha consumer goods, demikian dikatakan Neil Waller, co-founder Shore Projects, sebuah perusahaan arloji yang berbasis di Inggris. Menurutnya, perusahaan ini meminta orang untuk mengirim gambar dengan menggunakan arloji mereka di Instagram, kemudian perusahaan pun akan menggunakannya untuk beriklan di platform dan memuatnya di halaman Instagramnya sendiri.

Sebelumnya Instagram menjual iklan lebih murah daripada Facebook, namun sekarang beriklan di dua situs tersebut memiliki harga yang hampir sama, demikian dikatakan Waller, sebagaimana Instagram telah lebih banyak menggunakan teknologi iklan Facebook.

Instagram menolak untuk mengungkapkan pendapatan, namun perusahaan riset eMarketer memprediksi instagram akan menghasilkan hampir USD1,5 miliar atau sekitar 20,1 triliun rupiah untuk pendapatannya pada tahun ini.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : pixabay