CNY Special: GDP & The Evolution of Blessings

barongsai_edit_cover

[column size=one_half position=first ]

(Business Lounge Journal – News and Insight) Beberapa hari menjelang perayaan tahun baru China atau yang biasa dikenal dengan Imlek, semua warga Tionghoa di berbagai belahan bumi sudah memulai kesibukannya. Bagi mereka, ini adalah kesempatan yang paling penting untuk dapat mereka habiskan bersama dengan keluarga. Beberapa tradisi pun akan menyertai perayaan ini mulai dari acara makan bersama, mengenakan pakaian baru, membeli perlengkapan sehari-hari yang baru, memajang dekorasi berwarna merah sesuai tradisi, juga tentu saja tidak lupa berbagi angpao.

Hal yang perlu digarisbawahi dalam perayaan ini bahwa semua selalu ingin menyambut tahun yang baru dengan suasana yang terbaik juga dengan memberikan yang terbaik. Mereka akan mengambil kesempatan ini untuk merayakan kerja keras mereka selama tahun yang telah berlalu, beristirahat sejenak bersama dengan keluarga, dan kembali berharap untuk dapat berhasil pada tahun yang akan segera mereka jalani baik untuk keluarga maupun bisnis mereka. Tahun baru Tiongkok tidak mengikuti kalender Gregorian melainkan mengikuti kalender lunar.

Di Tiongkok tahun baru Imlek dikenal juga sebagai Festival Musim Semi (Spring Festival) dan menjadi festival tradisional yang paling penting. Festival ini akan dirayakan selama satu minggu sehingga warga Tiongkok akan diliburkan dan selama seminggu tersebut pun dijadikan hari libur resmi. Sehingga pada tahun ini, kantor-kantor akan tidak beraktifitas selama seminggu penuh sejak Senin (8/2) dan akan kembali aktif pada Senin (15/2).

Imlek - Mike (1)Menggerakkan perekonomian

Sebagaimana momen hari raya lainnya, Imlek atau yang biasa dikenal sebagai tahun baru warga Tionghoa selalu diandalkan untuk mendongkrak pendapatan suatu daerah bahkan suatu bangsa. Sebab pada saat itu, konsumsi masyarakat akan meningkat dan menciptakan perputaran uang. Apalagi sesuai dengan tradisi warga Tionghoa yang akan memulai tahun yang baru dengan yang terbaik, dengan berbagai hal yang baru, maka angka belanja mereka pun akan meningkat pada bulan yang bersangkutan.

Namun ada hal menarik yang dapat diamati dari dekade demi dekade bagaimana terjadi perubahan tren belanja pada warga Tionghoa dalam menyambut tahun baru ini. Seiring dengan meningkatnya juga angka pendapatan per kapita rakyat Tionghoa.China GDP (1)

Bersumber dari cctvnews, dalam kurun waktu 40 tahun terakhir ini jelas terlihat perubahan pola belanja sesuai dengan kondisi perekonomian serta perubahan nilai-nilai yang dianut warga Tionghoa. Coba kita perhatikan apa yang warga Tionghoa persiapkan pada perayaan tahun baru 40 tahun terakhir ini.

1980 – Makanan dan minuman
Pada tahun 1980-an, pendapatan per kapita warga Tiongkok adalah sekitar USD 280 (menurut China Market Research Group). Pada waktu itu, untuk sebagian besar penduduk, daging dipandang sebagai sebuah kemewahan dengan rata-rata orang hanya akan mengkonsumsi daging sebanyak 20 kg sepanjang tahun, kurang dari setengah jumlah daging yang dikonsumsi pada hari ini. Dari segi budaya, Festival Musim Semi adalah waktu ketika orang dapat menikmati daging dengan keluarga mereka. Selain daging, maka Alkohol juga sering diperlakukan sebagai barang mewah pada saat itu, dengan konsumsi alkohol meningkat hampir sepuluh kali lipat sejak tahun 1978.

bbq - mike (1)[/column]

[column size=one_half position=middle ]

1990 – Pakaian
Pada tahun 1990-an, pendapatan per kapita warga Tiongkok telah meningkat menjadi USD 316 dan akses untuk mendapatkan barang-barang impor semakin luas. Maka terjadilah perubahan apa yang dibelanjakan oleh mereka yang merayakan Festival Musim Semi ini. Menurut saluran CCTV Mandarin, pakaian dan sepatu kulit menjadi sangat populer untuk diperdagangkan pada Festival Musim Semi. Warga Tionghoa pun semakin memperhatikan penampilan mereka.

2000 – Barang-barang elektronik
Pada tahun 2000-an, pendapatan per kapita warga Tiongkok meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sepuluh tahun sebelumnya menjadi USD 760 dan lebih banyak orang mulai beralih tinggal di kota. Selama liburan Festival Musim Semi, banyak orang cenderung untuk membeli barang-barang elektronik, seperti ponsel atau komputer yang saat itu dipandang sebagai barang mewah. Barang-barang itu pun mulai dipilih sebagai hadiah Tahun Baru untuk menunjukkan “kemakmuran” si pemberi hadiah.

2010-an – Kesehatan adalah kekayaan
Sejak tahun 2010, pendapatan per kapita warga Tiongkok berubah jauh menjadi USD 3.000. Perubahan dramatis dalam pendapatan ini juga ternyata telah menyebabkan perubahan dramatis tidak hanya pada apa yang orang beli, tetapi juga pada nilai-nilai yang ditumbuhkan.

Orang-orang sekarang mulai menempatkan nilai tinggi pada kesehatan. Menurut survei yang dilakukan oleh Ipsos, sebuah konsultan pemasaran, orang telah difokuskan pada kesehatan selama dekade terakhir. Lebih dari setengah warga Tiongkok lebih suka makan makanan “sehat”, dibandingkan dengan tahun 2004 ketika hanya 39% warga Tiongkok memilih untuk membeli makanan “sehat”. Makanan wajib adalah ikan, walaupun daging tetap dapat dihidangkan. Beberapa hidangan lainnya yang biasa dihidangkan adalah pangsit, lumpia, kue beras ketan, dan sweet rice balls.

Teknologi, lagi-lagi mengubah tradisi

Kecanggihan teknologi dan kehadiran internet telah membuat sebuah tradisi yang berbeda pada Festival Musim Semi. Kini mereka yang merayakan Imlek memiliki cara yang berbeda untuk berbelanja dan untuk saling bertegur sapa.

Tahun lalu, sejumlah 68% apa yang dibutuhkan saat Festival Musim Semi dibeli secara online baik itu dekorasi, pakaian, sepatu, atau barang yang akan menjadi hadiah. Dibandingkan pada tahun 2014 pembelian secara online pada masa menjelang hanya 9% yang dibeli secara online.

Seperti perayaan hari besar lainnya, kartu ucapan memang sudah semakin jarang digunakan untuk saling memberi salam. Hampir sebagian besar akan saling mengirimkan pesan lewat ponsel mereka atau yang saat ini populer di Tiongkok, WeChat, pesan instant seperti WhatsApp atau Facebook Messeger.

Hal lainnya yang juga berubah dalam pemberian “angpao” yang tidak lagi melalui amplop merah melainkan dapat melalui cyber money gifts. Pada tahun 2015, banyak anak muda saling bertukar uang di dunia maya melalui red envelope apps, yang bagi mereka sangat menyenangkan.

Gedung Kembang Api - Mike (1)Apa yang tidak berubah dari Festival Musim Semi?

Banyak yang berubah pada tradisi Festival Musim Semi dari tahun ke tahun. Namun ada satu yang tidak pernah berubah yaitu bagaimana warga Tiongkok selalu berkeinginan untuk menghabiskan waktu saat merayakan Festival Musim Semi dengan keluarga dan teman mereka.

Bahkan dalam beberapa kesempatan mereka akan menyebutnya dengan “reunion dinner”.

Pada kesempatan ini, banyak warga Tiongkok akan berupaya dengan berbagai cara untuk kembali ke kampung halamannya dan sudah dapat dipastikan tradisi “mudik” ini akan membuat lalu lintas begitu padat, serta penjualan tiket pun akan sangat laris.

Seberapa besarnya perubahan yang terjadi dari masa ke masa pada berbagai angkatan namun tetap tidak dapat menghilangkan kebersamaan pada perayaan Tahun Baru Imlek.

Selamat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek!

[/column]

 

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Business Lounge Journal