Kondisi Perusahaan yang Perlu Diwaspadai

(Business Lounge Journal – Manage Your Business) – Keputusan menutup sebuah perusahaan pastilah sebuah keputusan yang tidak mudah untuk diambil.  Sebuah perusahaan dibangun dengan pengorbanan dan cita-cita founder-nya. Melewati perjuangan pada masa-masa awal mendirikan usaha hingga berkembang menjadi maju, tentulah merupakan suatu masa yang sangat tidak mudah dilupakan. Jika menutup usaha yang masih dalam taraf coba-coba untung atau rugi tidak akan sama dengan menutup sebuah usaha yang sudah bertahun-tahun dijalani.
 
Namun keputusan pada masa perusahaan sedang tidak menghasilkan keuntungan, sangat perlu untuk dipikirkan. Mau maju terus menanggung situasi merugi yang belum jelas hingga kapan dengan harapan perusahaan bangkit kembali, ataukah menutupnya sekaligus dan mungkin mencari peluang lain yang masih dapat dikerjakan.  Seorang pengusaha haruslah menjadi orang pertama yang melihat situasi dan kondisi dan juga sebagai pengambil keputusan.
 
Berikut ini adalah kondisi perusahaan yang harus diwaspadai : 
1.     Tidak adanya cash dalam perusahaan
Jika perusahaan Anda masih berjalan tapi cash sangat seret, bukan sekedar tidak liquid, tapi benar-benar kesulitan cash. Maka ini adalah sinyal utama bahwa ada yang tidak beres dalam perusahaan Anda. Cash Flow perusahaan perlu anda kaji kembali.
2.     Jumlah stok produk yang menumpuk
Jika stok Anda menumpuk dibandingkan bulan-bulan sebelumnya padahal sudah mengelola persediaan dengan baik, meminimisasi persediaan dan melakukan promosi, maka Anda perlu memeriksa potensi pasar, apakah karena menurunnya daya beli atau apakah karena persaingan harga yang membuat Anda perlu meninjaupricing strategy Anda dan sebagainya.
3.     Kemampuan membayar hutang.
Perusahaan Anda terjebak hutang dan Anda sampai harus meminjam untuk melunasi hutang Anda pada supplier. Jika hutang masih dapat Anda bayar dengan aset yang Anda miliki, maka tidak perlu kuatir. Tapi jika asetpun tidak ada maka apa lagikah yang dapat Anda jual untuk membayar hutang? Stok yang di-sale-kah? Ataukah piutang Anda cukup untuk membayar hutang? Ataukah masih dapat subsidi silang dengan usaha Anda yang lainnya? Jika tidak sama sekali mampu membayar hutang, hati-hatilah mungkin Anda sebenarnya  sudah pailit.
 
Ketiga hal tadi adalah indikator utama yang menentukan bahwa sebenarnya Anda sudah berada dalam kondisi tidak menguntungkan dan perlu mempertimbangkan lebih lanjut apakah Anda akan mempertahankan perusahaan. Pertimbangkan dengan baik-baik dan teliti agar tidak menyesal di kemudian hari. Jika Anda memutuskan untuk menutup perusahaan maka Anda juga harus tahu bahwa ada cost yang dibutuhkan untuk menutup usaha, antara lain adalah memberikan pesangon bagi karyawan. Anda juga harus meninjau kerugian yang ditimbulkan akibat penutupan usaha. 
 
Namun tidak semua usaha ditutup dalam keadaan rugi, namun sebelum kerugian benar-benar menggerogoti sebaiknya ditutup atau dijual, atau dialihkan ke usaha lain.
Semua keputusan ini sangat penting dan sangat berdampak pada Anda dan perusahaan Anda tentunya. Namun tips terpenting adalah, jangan sayang-sayang jika Anda tahu harus menutupnya atau Anda akan dibuat semakin rugi.

Vera HerlinaVera Herlina/VMN/BL/CEO of Management and Soft Skill Academies, Vibiz Consulting Group.