Uber Akan Bayar US $ 7,6 Juta Karena Gagal Untuk Berbagi Data

(Business Lounge Journal – Global News) – Uber telah setuju untuk membayar kepada negara bagian California sebesar US $ 7,6 juta karena gagal untuk berbagi data yang cukup tentang perjalanan pengguna  yang sudah menggunakan layanan ini, demikian dilaporkan oleh Wall Street Journal. Pada tahun 2015 kemarin, seorang hakim California memutuskan bahwa Uber melanggar aturan negara sebagai perusahaan jaringan transportasi karena tidak memberikan data tentang jumlah perjalanan berdasarkan kode posnya, informasi tentang berapa banyak kecelakaan selama perjalanan, informasi tentang berapa banyak kendaraan yang bisa diakses kursi roda, dan informasi tentang berapa jumlah tarif yang sudah dibayar penumpang.

Hakim pada awalnya menetapkan US $ 7,3 juta, tetapi perusahaan mengajukan banding ke  Komisi Utilitas Umum California. Minggu ini, komisi memutuskan bahwa Uber memang melanggar hukum negara dan menemukan perusahaan telah melakukan penghinaan. Jumlah ini tidak hanya akan ditegakkan, tapi jumlahnya ditingkatkan sebesar US $ 300.000.

Dalam sebuah pernyataan yang diemail ke Wall Street Journal, Uber mengatakan bahwa telah memberikan pada California semua informasi yang telah diminta.

Ini bukan pertama kalinya Uber terkena masalah dengan negara bagian California. Tahun lalu pengacara distrik Los Angeles dan San Francisco menggugat Uber, menuduh perusahaan tersebut menyesatkan penumpang untuk percaya bahwa para pengemudi  telah bersih dari pengemudi yang memiliki catatan kriminal.

Arum/ Journalist/VMN/BL
Image : wikipedia
Editor : Fanya Jodie