Deloitte: Kadar Kesetiaan Para Milenium pada Majikannya

(Business Lounge Journal – News and Insight) Deloitte baru saja merilis The 2016 Deloitte Millennial Survey dengan judul “Winning over the next generation of leaders.”

Survei ini mengindikasikan bagaimana para millennium pada umumnya bukan tipe yang “setia” dengan majikannya pada masa sekarang ini dan banyak dari mereka yang memiliki rencana untuk keluar dalam jangka pendek. Hal ini sebenarnya bukanlah hal yang baru diketahui, bahkan sejak pertama generasi ini menarik perhatian untuk diteliti maka sifat ini sudah jelas diketahui.

Sebenarnya ada banyak faktor yang membuat generasi yang lebih populer dengan istilah gen-Y ini memiliki kesetiaan yang minim, yaitu bagaimana mereka merasa kurang dimanfaatkan dan percaya bahwa mereka tidak sedang dikembangkan sebagai pemimpin. Oleh karena itu mereka terus mengekspresikan pandangan positif dari peran bisnis mereka dalam masyarakat. Persepsi negatif mereka pun telah melunak terhadap motivasi dan etika perusahaan terhadap mereka.

Namun, milenium tetap merasa bahwa sebagian besar bisnis tidak memiliki ambisi lain selain mendapatkan keuntungan. Inilah salah satu hal yang berbeda dengan apa yang mereka yakini bahwa bisnis tidak melulu berbicara mengenai keuntungan. Milenium sering menempatkan nilai-nilai pribadi mereka pada tujuan organisasi, dan beberapa menghindari tugas atau pun pemberi kerja yang bertentangan dengan keyakinan mereka.

Temuan ini diambil dari global Millennial Survey Deloitte yang kelima, yang tahun ini difokuskan pada nilai-nilai dan ambisi milenium, pemicu kepuasan kerja, dan meningkatnya persentase mereka menjadi perwakilan pada tim manajemen senior. Survei ini dilakukan pada hampir 7.700 milenium (300 di antaranya adalah milenium Indonesia) yang mewakili 29 negara di seluruh dunia (termasuk India, Singapura, Rusia, Afrika Selatan, Australia, Prancis, Jerman, Jepang, Amerika, Inggris, dan beberapa negara maju lainnya). Semua peserta lahir setelah tahun 1982, telah memperoleh gelar sarjana atau sederajat, bekerja penuh waktu, dan sebagian besar bekerja pada perusahaan yang memiliki karyawan lebih dari 100 orang, atau organisasi sektor swasta. Deloitte membahas faktor-faktor yang mendasari minimnya loyalitas dan menawarkan saran, berdasarkan tanggapan responden, yang dapat membantu generasi ini mendapatkan loyalitas mereka kembali

Untuk saat ini, meningkatnya pangsa tenaga kerja secara global didominasi oleh para milenium. Hal ini dibuktikan dengan analisis terbaru dari Deloitte University Press yang menunjukkan milenium “baru-baru ini beringsut melewati generasi lain untuk menyudutkan pangsa terbesar dari pasar tenaga kerja AS”, dan saat ini mereka semakin menempati posisi senior. Mereka tidak lagi pemimpin masa depan, tapi semakin menjadi pemimpin pada masa sekarang ini. Pandangan mereka tentang bagaimana bisnis dan bagaimana seharusnya bisnis itu dilakukan sendiri adalah lebih dari kepentingan akademis. Deloitte melihat bahwa milenium membawa nilai-nilai mereka ke ruang rapat. Hal ini tentu saja akan berhadapan dengan nilai-nilai yang dianut oleh generasi sebelumnya.

Beberapa hal yang disimpulkan melalui survei ini adalah bagaimana 66% dari responden berharap untuk dapat pindah dari tempat kerja mereka dengan 22% di antaranya telah bekerja sekitar 2 hingga 5 tahun. Sedangkan 13% responden yang memiliki masa kerja kurang dari 6 bulan pun sudah berpikir untuk berpindah kerja. Fakta lainnya adalah 62% dari responden di Indonesia tidak loyal kepada organisasinya dan berharap 5 tahun ke depan akan segera pindah.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Business Lounge Journal