Robot Pepper akan Bertambah Cerdas untuk Membantu Manusia

(Business Lounge Journal – Global News) SoftBank Robotics Holdings, anak perusahaan raksasa Internet dan telekomunikasi Jepang, mengatakan pada hari Kamis (7/1) bahwa Pepper akan didukung oleh software kecerdasan buatan Watson milik International Business Machines Corp. Pepper adalah robot berhati manusia yang dapat membaca emosi dan bahkan menanggapi manusia dengan berbagai perasaan seperti rasa gembira, marah, atau bahkan merasa depresi. (Baca: Pepper, Robot Berhati Manusia Dijual di Jepang).

Pepper didesain untuk menampilkan suasana hati berdasarkan hormon manusia, dia akan menjadi malu di sekitar orang-orang baru, dia akan terlihat gembira ketika dia dipuji dan bahkan dapat terlihat takut ketika lampu berubah turun rendah. Pepper dapat membaca perasaan pemiliknya serta menampilkan perasaannya sendiri dengan cara menampilkannya pada layar yang diikatkan pada bagian depan badannya.

Dengan demikian diharapkan kemampuan Pepper dapat meningkat melalui teknologi “cognitive computing” yang dimiliki Watson yang memungkinkan untuk terus menimba ilmu. Namun juru bicara SoftBank mengatakan bahwa perusahaan belum menetapkan kapan Pepper yang memiliki software Watson akan mulai dijual.

Disebut sebagai robot pertama di dunia yang mampu memahami emosi manusia, Pepper dapat dimiliki oleh konsumen Jepang sejak bulan Juni 2015 lalu. Sejak itu, 1.000 unit robot telah dijual setiap bulan, setiap robot dijual hanya dalam hitungan detik.

Robot humanoid ini yang dapat menganalisis gerak tubuh dan nada suara melalui sistem buatan-intelijen berbasis awan, juga disewa dalam beberapa kasus untuk bisnis yang menggunakan Pepper sebagai resepsionis otomatis. Pengembang telah membuat aplikasi smartphone bergaya untuk Pepper, termasuk program pendidikan dan permainan, serta aplikasi yang membuat tarian robot atau bernyanyi.

Di masa depan mereka berharap robot akan dapat melakukan tugas yang lebih kompleks seperti merawat orang sakit dan lanjut usia untuk membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja di Jepang yang cepat menua. Uji coba sudah dilakukan untuk menggunakan Pepper sebagai tenaga perawat kaum lansia.

“Kedua organisasi ini sedang mengeksplorasi berbagai kasus penggunaan dari asisten mengajar di kelas seorang pembantu perawat,” demikian dikatakan SoftBank Robotics dalam sebuah pernyataan seperti dilansir oleh WSJ. Pepper yang akan dijalankan oleh Watson nantinya juga akan tersedia secara global, demikian dikatakan juru bicara SoftBank. IBM dan SoftBank memang sudah mendsikusikannya sejak Februari 2015 bahwa mereka akan bekerjasama untuk melatih Watson berbicara dan berpikir dalam bahasa Jepang.

nancy/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : youtube