Yuk Diet Lagi!

(Business Lounge Journal – News and Insight) Pesta akhir tahun sangat menyenangkan. Beraneka ragam makanan kita nikmati tanpa rasa bersalah. Beberapa teman mengatakan makan enak terakhir di tahun 2015 sambil tertawa lepas. Segala jenis kue enak ada di depan mata. Semua hidangan barbeque dan hidangan yang sarat kolesterol seperti seafood, aneka daging, dan sebagainya tersaji sempurna kelezatannya.

Kini pesta akhir tahun telah berakhir. Saatnya untuk berdiet dan mengencangkan ikat pinggang kembali. Diet seperti apa yang Anda pilih? Banyak ragam diet yang ada seperti diet mediterania, diet Mayo 13 hari, diet rendah lemak, diet karbohidrat, dan sebagainya. Banyak orang sukses berdiet, jadi mengapa kita tidak? Selebritis Tya Subiakto misalnya, berhasil menurunkan berat badannya 40 kg dalam 1,5 tahun.

Penelitian terbaru meta analisis telah meneliti diet rendah lemak, yang ternyata tidak mengakibatkan penurunan berat badan jangka panjang yang lebih baik bila dibandingkan dengan diet rendah karbohidrat atau diet tinggi lemak lainnya.

Ada pula penelitian yang menjadikan penurunan berat badan bukanlah tujuan utama melainkan dampaknya pola makan pada kolesterol dan kadar gula darah. Hasilnya adalah efek diet rendah dan tinggi lemak pada penurunan berat badan adalah serupa. Diet rendah lemak hanya menunjukkan sedikit penurunan berat badan bila dibandingkan dengan pola makan sehari-hari peserta penelitian.

Namun meta-analisis sebelumnya menunjukkan efek penurunan berat badan yang lebih baik dengan diet rendah lemak dibandingkan dengan diet jenis lain jika untuk jangka pendek saja, misalnya untuk kurang dari 1 tahun. Pada orang-orang yang berat badannya telah “overweight” atau obesitas seringkali harus turun lebih dari 10 kilo dan itu memerlukan waktu yang cukup lama jika ingin melakukan diet yang sehat. Diet yang terlalu cepat menurunkan berat badan cenderung menimbulkan banyak gangguan kesehatan seperti menurunnya imunitas, turunnya daya konsentrasi bekerja atau belajar, jaringan otot rusak, kekurangan vitamin dan mineral serta kembalinya berat badan dengan cepat atau melambung tinggi kembali (rebounce).

Bagi orang yang ingin menurunkan berat badan, para peneliti mengatakan pedoman kesehatan dan gizi seharusnya tidak lagi merekomendasikan diet rendah lemak karena kemanjuran jangka panjang dari pola diet ini mirip dengan diet lainnya.

Peneliti terkemuka menyimpulkan bahwa diet yang paling efektif dalam menurunkan berat badan dalam jangka panjang adalah kepatuhan individu yang berdiet dalam pengaturan makanannya. Inilah rupanya faktor keberhasilannya. Ternyata tidak patuh mengakibatkan kegagalan. Tidak patuh berarti tidak berhasil mengalahkan keinginan ingin mencemil atau makan makanan yang biasa dimakan sehari-hari.

Memang rahasia yang terutama dalam kesuksesan berdiet adalah mematikan kerakusan, yang membuat seseorang tidak dapat menahan diri untuk makan makanan yang disukainya. Diet apapun sebenarnya boleh asalkan berat badan turun perlahan sekitar 3%-5% sebulan dari berat badan Anda atau sekitar 500 gram seminggu sudah cukup.

Ayo berdiet yang sehat agar tak menuai penyakit dan berat badan yang kembali melambung.

Vera Herlina/VMN/BL/CEO of Management Soft Skill Academies Vibiz Consulting Group
Editor: Ruth Berliana
Image: