Character Building in 2016? Why Not?

(Business Lounge Journal – Empower People) Punya resolusi untuk mengakhiri tahun dan salah satunya adalah perubahan karakter? Jika ya, ini resolusi yang hebat yang berasal dari kesadaran diri bahwa Anda perlu berubah. Di dunia ini tidak ada orang yang sempurna yang tidak perlu lagi berubah. Pasti ada titik saat seseorang masih harus mengubah karakternya atau mungkin merasa diri masih kurang dan ingin lebih baik lagi.

Perlu dipahami bahwa karakter terbentuk melalui beberapa proses. Hal yang pertama:

  1. Karakter dasar yang menjadi pembentuk kepribadian Anda, biasanya merupakan karakter yang diturunkan.
  2. Karakter yang terbentuk melalui lingkungan yang membentuk Anda.
  3. Karakter sekunder yang terbentuk melalui kesadaran diri untuk mengubah diri.

Mengapa Karakter Sulit Berubah?

Sebenarnya yang membuat karakter sulit berubah adalah kepicikan kita sendiri yang berpikir bahwa kita tidak bisa berubah. Kita seringkali berpikir karakter kita adalah โ€œbawaan orokโ€ atau โ€œbegitulah saya, dari dulu sudah begituโ€. Dengan kata lain, kitalah yang tidak mau berubah. Inilah yang membuat kita menjadi sulit berubah. Ketika pikiran kita berkata demikian, kita menjadi resistance atau semakin sulit untuk berubah.

Perubahan diri bergantung pada mindset. Sesuai dengan namannya โ€œmindsetโ€ artinya pikiran kita dapat di-setting. Bagaimana men-setting pikiran Anda akan sangat menentukan. Namun satu hal yang Anda perlu sadari pikiran itu milik Anda, berarti kontrol atas pikiran juga milik Anda. Bagian otak Anda yang bernama Pre Frontal Cortex (PFC) berfungsi untuk menganalisa, mengambil keputusan, mengontrol diri. Jadi kendali untuk mau berubah atau tidak, ada pada diri Anda sendiri.

Memulai Suatu Perubahan

Kalau memang kontrol diri ada pada Anda, maka kapan Anda akan memulai suatu perubahan juga Anda yang putuskan. Mau berubah sekarang, mau berubah besok, atau lusa bahkan tahun depan? Semua ada pada pikiran Anda. Putuskanlah sekarang dan jangan tunda. Menunda hanya akan memberikan ruangan bagi pikiran Anda untuk menjadi semakin menimbang dan menimbang dan akhirnya bimbang dan berjalan dalam ketidakpastian lalu mengambang-ngambang saja tanpa kemajuan.

Jika ingin maju maka Anda tidak boleh membuang waktu. Jadikan waktu sebagai kesempatan untuk berubah. Jadikan waktu sebagai sahabat bagi Anda, saat waktu menjadi pengingat bagi Anda untuk selalu mengevaluasi diri. Juga jadikan waktu sebagai kompetitor Anda, berlombalah dengan waktu, jangan kalah dengan waktu tapi kalahkan waktu. Andalah yang menguasai waktu, jangan Anda yang dikuasainya.

Langkah pertama untuk berubah adalah mencari diri Anda sendiri dalam hal apa Anda merasa harus berubah. Memulai untuk berubah memerlukan sebuah keberanian. Berani untuk membongkar diri, berani untuk mengakui kekurangan dan kelemahan diri, berani untuk menyatakan kesalahan, berani untuk menunjukkan perubahan diri dan tampil beda dari hari-hari Anda yang sebelumnya.

Selanjutnya? Ya putuskan saja untuk berubah dan langsunglah berubah. Anda pasti bisa. Tidak ada yang sukar jika Anda mau!

Vera HerlinaVera Herlina/VMN/BL/CEO of Management Soft Skill Academies Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group