Google Harapkan 500 Juta Pengguna dari India

(Business Lounge Journal – Manage Your Finances) Pemimpin baru Google Sundar Pichai berjanji pada hari Rabu (16/12) untuk memanfaatkan India sebagai ajang pengujian untuk produk-produknya. Dengan demikian Google pun menjadi target raksasa teknologi AS dengan ratusan juta konsumen yang berada di negara berkembang dan yang ditargetkan untuk dapat online dalam beberapa tahun ke depan.

“Kami berpikir bahwa apa yang kami bangun di India akan berlaku juga pada banyak tempat global,” demikian dikatakan Pichai yang juga kelahiran India kepada wartawan dalam sebuah acara di New Delhi seperti dilansir oleh Reuters. Pinchai ditunjuk menjadi CEO Google pada bulan Agustus lalu.

Dengan penetrasi internet yang sudah melampaui dari 90 persen di banyak pasar berkembang, Google semakin bertaruh pada negara-negara berkembang besar seperti India sebagai sumber masa depan pertumbuhan Google. Namun perusahaan tidak mengungkapkan berapa banyak telah berinvestasi di India, demikian seperti dilansir oleh Reuters.

Google mengharapkan lebih dari 500 juta orang India dapat online pada tahun 2018, naik dari sekitar 300 juta pengguna internet pada hari ini. Tapi Pichai mengatakan bahwa dengan sebagian besar pengguna baru mengakses internet melalui smartphone murah bukan desktop, konektivitas mobile yang lemah memaksa perusahaan untuk beradaptasi dengan struktur yang ada dan juga menjual perangkat lunak.

CEO Google mengatakan perusahaan akan melatih dua juta pengembang India untuk sistem operasi Android pada tahun 2019. Hal ini mempromosikan penggunaan internet di kalangan perempuan pedesaan di ribuan desa, dan memperluas kampus di kota selatan Hyderabad untuk mendapatkan lebih banyak orang secara online.

“Ini tentang memastikan bahwa yang berikutnya ada satu miliar dapat online, dan mereka memiliki akses,” katanya saat berkunjung ke ibukota India. Dalam kunjungan ini, Pinchai juga dijadwalkan untuk bertemu dengan Perdana Menteri Narendra Modi. Ada kemungkinan akan lebih banyak pengguna perangkat lunak Google Android di India daripada di Amerika Serikat pada tahun depan, demikian dikatakan Google dalam sebuah pernyataan seperti dilansir oleh Reuters.

Pichai mengutip peta yang dibuat pengguna, serta versi YouTube yang memungkinkan konsumen dengan akses internet yang terbatas dapat menyimpan video secara offline, sebagai dua contoh terbaru dari produk yang dikembangkan di India yang juga telah diluncurkan ke negara-negara lain.

Google juga bekerja sama dengan India Railways untuk membawa layanan internet nirkabel untuk 100 stasiun kereta api, dengan Mumbai Central yang pertama untuk online pada bulan Januari. selain itu Google juga bekerja pada peningkatan jumlah bahasa lokal yang tersedia pada keyboard virtual untuk menargetkan pelanggan yang tidak berbahasa Inggris.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Google