Serangan Teror Paris Timbulkan Kerugian pada Air France-KLM

(Business Lounge Journal – Global News) Serangan teror di Paris yang terjadi pada bulan lalu telah membawa dampak kerugian pada Air France-KLM hingga mencapai USD 54 juta atau sekitar 755 miliar rupiah pada bulan November, dan terus merosot pada bulan Desember.

“Dampaknya cukup banyak terasa pada lalu lintas lokal ke dan dari Paris,” demikian dikatakan Pierre-Francois Riolacci, Chief Financial Officer maskapai Prancis Belanda ini dalam konferensi dengan wartawan pada Selasa (8/12) seperti dilansir oleh WSJ.

Serangan 13 November yang menewaskan 130 orang di ibukota Prancis juga peristiwa ditembaknya pesawat jet Rusia telah memukul keras penerbangan Eropa, dengan beberapa penerbangan dibatalkan di tengah langkah-langkah keamanan yang diperketat.

Termasuk maskapai Air France-KLM telah mengalami banyak gangguan operasional, di antaranya kenaikan jumlah ancaman bom tipuan terhadap penerbangan. Sebuah pesawat Air France ke Paris dari San Francisco dialihkan satu malam ke Montreal sehubungan dengan adanya ancaman dari orang tak dikenal demikian dikatakan maskapai ini seperti dilansir oleh WSJ.

Sementara Air France-KLM mengharapkan perlambatan dalam lalu lintas tidak berlama-lama bulan ini. Air France-KLM mengatakan banyaknya kursi yang dijual, menurun 0,9 persentase poin pada bulan lalu setelah serangan, padahal sebelumnya telah naik 2,7 poin persentase pada 13 hari pertama bulan November.

Bisnis kargo pengangkut pun mengalami perjuangan yang sama sehubungan dengan diperketatnya keamanan pada maskapai penerbangan Paris. Riolacci mengatakan dampak pemesanan terkuat terjadi pada penerbangan dari Amerika Serikat dan Jepang, meskipun dalam kasus AS, lalu lintas hampir kembali pada tingkat biasa. Tren pemesanan “sejalan dengan pemulihan progresif,” demikian dikatakan Air France-KLM. Diharapkan lalu lintas harus pulih dalam beberapa bulan mendatang.

Ketika Madrid dan London dilanda serangan teroris sekitar satu dekade lalu, dibutuhkan tiga sampai enam bulan untuk lalu lintas udara dapat kembali normal, demikian dikatakan Riolacci.

Untuk penerbangan Eropa, dampak jangka panjang dari serangan teror dapat dibatasi. Banyak penumpang yang sebelumnya terbang ke Mesir atau Tunisia, malah berbondong-bondong ke Italia, Spanyol, dan Portugal. Namun demikian penerbangan Eropa tetap di jalur untuk memberikan pendapatan yang kuat tahun ini, didorong oleh pemesanan musim panas yang kuat dan penurunan harga minyak mendekati level terendah tujuh tahun. Bahan bakar mewakili sekitar 30% dari biaya penerbangan.

Kepala eksekutif Ryanair Holdings PLC Michael O’Leary pekan lalu mengatakan prospek pendapatan untuk penerbangan yang baik pada tahun depan termasuk baik oleh karena pembatasan kegiatan terorisme yang semakin meningkat. Namun bos maskapai anggaran terkemuka Eropa ini juga memperingatkan bahwa permintaan di beberapa pasar di Afrika Utara mungkin tidak pulih selama satu tahun atau lebih.

Andrew Swaffield, chief executive dari Monarch Grup yang pesawat terbang ke Sharm El Sheikh, mengatakan pada hari Senin (7/12) ia berharap pemerintah Inggris, yang telah melarang operator Inggris dari ke resor Mesir, akan memungkinkan dimulainya kembali layanan awal tahun depan. Meskipun diperkirakan dibutuhkan waktu hingga satu tahun untuk memulihkan keadaan ini.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : wikipedia