Meningkatnya Harga Tenaga Kerja, Ford Pindahkan Pabrik ke Meksiko

(Business Lounge Journal – Global News) Ford Motor Co pada Senin (30/11) seperti dilansir oleh WSJ, menyatakan bahwa produsen mobil tersebut telah memiliki kesepakatan baru dengan serikat yang memberikan minimal dampak pada profitabilitas dan memproyeksikan biaya tenaga kerja yang pertumbuhannya kurang dari inflasi dan kecepatan melakukan rekrutmen akan melambat dalam industri otomotif dalam negeri oleh tenaga kontrak dan outsourcing akan menjadi lebih populer.

Seperti dilansir oleh WSJ, eksekutif Ford mengatakan bahwa biaya tenaga kerja akan meningkat tidak lebih dari 1,5% tahunan pada 2019, termasuk biaya sebesar USD 600 juta yang dianggarkan untuk kuartal keempat untuk menutupi USD 10.000 sebagai biaya signing bonuses. Namun, rata-rata biaya tenaga kerja Ford per jam akan menjadi lebih tinggi sekitar USD 8 sampai USD 10 dari pekerja pabrik-pabrik AS yang dimiliki oleh pesaing asing.

Mencakup 52.900 orang pekerja per jam di AS, perjanjian ini memberikan gaji yang lebi tinggi sekaligus mengakhiri struktur gaji dua tingkat yang kontroversial dan bagi hasil yang cukup berat dan bonus lainnya. Produsen mobil no 2 di As ini mengatakan bahwa kesepakatan baru ini menawarkan fleksibilitas biaya, menunjuk mengapa perusahaan dan pesaing Detroit-nya setuju untuk auto-workers contracts.

Secara significant, Ford Akan menggunakan pekerja kontrak dengan pembayaran yang lebih rendah dengan jadwal lembur yang lebih wajib, demikian dikatakan eksekutif untuk mengurangi kebutuhan tenaga full time yang.

General Motors Co dan Chrysler Mobil NV aussi Fiat menandatangani pakta baru UAW dalam beberapa pekan terakhir, meskipun belum memberikan rincian kepada investor tentang bagaimana penawaran akan mempengaruhi keuntungan. Keduanya juga memperkirakan adanya kenaikan biaya tenaga kerja pada empat tahun ke depan.

Ford juga mengatakan bahwa perjanjian tersebut telah memberikan lebih banyak fleksibilitas untuk memindahkan bagian produksi ke luar AS, menunjukkan adanya indikasi pabrik mobil yang lebih kecil akan pindah ke negara dengan biaya yang lebih rendah seperti Meksiko.

Penjualan mobil di AS mendekati tingkat yang tertinggi mengingat harga bensin yang rendah dan kondisi ekonomi yang menguntungkan.

Ford telah berkomitmen untuk menganggarkan USD 9 triliun untuk pabriknya di AS pada 2019, untuk merekrut atau meretain sekitar 8.500 pekerja per jam. Ford tidak menentukan berapa banyak pekerjaan baru dan berapa banyak pekerja tidak tetap yang akan dipekerjakan pada tahun-tahun mendatang.

Ford TELAH mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri beberapa keluaran mobil penumpang di AS, dan memindahkannya ke Meksiko atau ke lokasi murah lainnya.

nancy/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Business Lounge Journal