(Business Lounge Journal – Lead and Follow) Pada umumnya banyak orang merasa antusias dengan sebuah perubahan. Misalnya saja, seorang karyawan yang mulai bekerja pada hari pertamanya, atau hari pertama setelah mendapatkan promosi ke unit lain, atau juga saat seseorang memiliki atasan yang baru. Perubahan selalu identik dengan suatu harapan yang baru. Namun bagaimana jika kenyataan yang ada tidak sesuai dengan harapan yang dilambungkan? Apabila hal ini terjadi, sering kali menimbulkan kekecewaan yang kemudian menyurutkan semangat kerja yang kemudian berdampak kepada berkurangnya passion.

Bagaimana jika Anda menghadapi kenyataan ini di dalam kepemimpinan Anda? Bagaimana jika kegairahan bekerja para karyawan telah mulai surut? Jangan putus asa! Anda masih memiliki berbagai cara untuk membangkitkan kembali semangat yang mulai pudar.

1. Walk your talk. Hindari banyak menggurui, melainkan lakukan saja apa yang Anda inginkan mereka lakukan. Berupaya untuk membangkitkan semangat tim, maka Anda harus menjadi orang yang paling bersemangat, sehingga Anda dapat menularkan semangat pada sekitar Anda. Misalnya, saja alih-alih mengajari semua orang tentang bagaimana dapat berkomunikasi dengan baik, maka praktekkan saja bagaimana berkomunikasi dengan baik, sehingga seluruh anggota tim akan memiliki contoh hidup dari Anda. Ketika Anda menginginkan semua anggota tim dapat saling mengerti satu dengan yang lain, maka Andalah orang pertama yang harus memiliki pengertian yang benar. Akan sangat sulit untuk berupaya menggurui sebuah tim yang sedang tidak bersemanat untuk belajar.

2. Berikanlah dukungan. Cobalah untuk menggali hal apa saja yang telah mematahkan semangat mereka, adakah hal-hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi mereka. Lakukanlah identifikasi dan berikanlah dukungan. Upayakanlah untuk tidak menyalahkan siapa pun juga. Saat karyawan mengetahui bahwa kekhawatiran mereka didengarkan, mereka pun akan merasa tenang.

3. Milikilah visi. Anda harus memiliki arah, ke mana Anda akan membawa tim Anda ini bergerak. Arah ini akan tertuang di dalam sebuah visi yang Anda miliki. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk memiliki visi yang jelas yang dapat Anda turunkan kepada semua anggota tim.

4. Membangun tim yang saling mendukung. Tumbuhkanlah budaya untuk dapat saling mendukung di antara anggota tim.

5. Dukunglah kreativitas dan tolerirlah kesalahan. Dalam kondisi kehilangan motivasi, maka sudah dapat dipastikan kreativitas pun akan tenggelam. Karena itu, dukunglah seluruh karyawan untuk kembali berkreativitas. Ketika karyawan tidak takut mengambil risiko, maka kreativitas mereka akan semakin berkembang. Bagian Anda adalah mendukung supaya tidak terjadi suatu kesalahan yang berisiko. Tolerirlah kesalahan yang masih dapat ditolerir. Doronglah mereka untuk dapat berkreatifitas tanpa merasa takut untuk melakukan kesalahan. Apabila pun terjadi kesalahan, maka berikanlah dukungan sehingga tidak mematikan kreatifitas positif mereka.

6. Menciptakan perasaan nyaman dalam sebuah perubahan. Pelajari cara memulai dan mengembangkan ide-ide yang dapat membuat karyawan merasa nyaman, meskipun terjadi sebuah perubahan. Cobalah untuk mempelajari ide-ide di masa lalu yang pernah diterapkan dan berhasil. Namun sebaliknya, jika masih ada hal-hal yang diterapkan namun tidak lagi efektif, jangan ragu untuk meniadakannya.

7. Tetap mengarahkan karyawan untuk berorientasi kepada pelanggan. Sementara Anda harus me-manage SDM Anda, ingatlah bahwa Anda sedang ada di dalam sebuah kompetisi. Para pesaing Anda sedang berupaya penuh untuk mengungguli Anda. Karena itu penting bagi Anda untuk mengarahkan semua anggota tim untuk selalu berorientasi pada pelanggan dalam segala kondisi dan keadaan.

Cobalah untuk memperhatikan beberapa tip di atas dan pulihkanlah semanat tim Anda dan bersiaplah utnuk terus berkompetisi.

ruth_revisiRuth Berliana/VMN/BL/MP Human Capital Development, Vibiz Consulting, Vibiz Consulting Group

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.