Minum Kopi Termasuk Gaya Hidup Sehat?

(Business Lounge Journal – News and Insight) Harvard School of Public Health bekerja sama dengan Association of Coffee Consumption, Indiana University Indianapolis, dan Universidad Autónoma de Madrid/IdiPAZ, CIBER of Epidemiology and Public Health (CIBERESP), Madrid, Spanyol, melakukan sebuah penelitian mengenai pengkonsumsi kopi serta angka kematian yang terkait dengan itu.

Hal yang menjadi pokok penelitian adalah adanya ketidakyakinan atas hubungan antara mengkonsumsi kopi yang berkafein dan tanpa kafein dengan risiko kematian.

Penelitian ini dilakukan dengan meneliti 74.890 orang perempuan di Nurses ‘Health Study (NHS), 93.054 orang perempuan di NHS 2, dan 40.557 orang laki-laki dalam Health Professionals Follow-up Study. Para peneliti mengamati bagaimana mereka mengkonsumsi kopi yang berkafein, dan tanpa kafein serta hubungannya dengan risiko total yang menyebabkan spesifik kematian.

Untuk mengetahui jumlah kopi yang dikonsumsi, maka digunakan kuesioner pada awal untuk mengetahui frekuensinya. Pada tahun tersebut sekitar 4.690.072 orang di-follow up dan didapati sekitar 19.524 perempuan dan 12.432 laki-laki meninggal. Peserta dalam penelitian ini harus menjawab secara berkala kuesioner makanan dan ditindaklanjuti selama 30 tahun. 

Konsumsi total kopi kafein, dan tanpa kafein secara non-linear terkait dengan kematian. Dibandingkan dengan mereka yang bukan peminum kopi, yaitu hanya mengkonsumsi 1-5 cangkir kopi per hari dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah, sementara konsumsi kopi lebih dari lima cangkir tidak dikaitkan dengan risiko kematian. Mengkonsumsi tiga sampai lima cangkir kopi per hari menurunkan risiko kematian dini hingga 15% dibandingkan dengan orang yang tidak mengkonsumsi kopi, demikian dikatakan pada penelitian ini seperti yang dipublikasikan pada ahajournals.org.

Namun, ketika dibatasi dengan mereka yang tidak merokok, dibandingkan dengan yang bukan peminum, maka angka kematiannya lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsi lebih dari 5 cangkir sehari dan bukan perokok.

Selain itu lebih tinggi juga kematian yang diakibatkan penyakit kardiovaskular, penyakit saraf, dan bunuh diri. Tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi kopi dan angka kematian yang disebabkan penyakit kanker.

Sehingga studi ini menyimpulkan bahwa mengkonsumsi kopi dalam jumlah yang tinggi baik itu kopi berkafein, dan kopi tanpa kafein dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah dari angka total kematian. Selain itu juga para peneliti mengatakan bahwa mengkonsumsi kopi dapat dimasukkan ke dalam gaya hidup sehat.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana