Konsep Car Sharing di Masa Datang

(Business Lounge Journal – News and Insight) Bagi kebanyakan orang Indonesia, konsep bisnis Car Sharing mungkin belum terlalu banyak dikenali. Namun ini sudah menjadi kebutuhan umum di ratusan kota pada banyak negara. Misalnya saja Autolib’ sebagai layanan berbagi mobil listrik di Paris-Prancis, City Car Club di Inggris, GoGet CarShare di Australia, Greenwheels di Belanda dan Jerman, JustShareIt di California, Zipcar di Massachusetts, atau Stadtmobil di Jerman.

Di Indonesia, mungkin beberapa Anda sudah cukup familiar dengan nebeng.com atau Jakarta Car sharing. Namun konsep ini mungkin tidak terlalu umum, sebab memilih satu mobil dengan seseorang yang Anda tidak kenal tentu saja membutuhkan banyak pertimbangan tersendiri, tetapi pada kenyataannya hal ini telah menjadi pilihan bagi banyak orang yang menginginkan kepraktisan dan senang bersosialisasi.

Apakah Anda ingat dengan mobil-mobil pribadi yang sering kali “mangkal” di tempat-tempat strategis menunggu bilamana ada yang mau menumpang oleh karena tujuan pulang yang searah. Mobil-mobil ini biasanya memiliki tujuan ke pinggiran kota Jakarta yang memang sulit untuk dijangkau dengan kendaraan umum, sedangkan untuk membawa kendaraan sendiri akan menemui kemacetan yang dapat menguras tenaga. Ini sebenarnya konsep car sharing yang lebih tradisional, terbentuk berdasarkan kebutuhan yang sama. Namun sekarang, konsep ini dapat diakomodir dengan kecanggihan teknologi.

Simbol Kebanggaan yang Mulai Ditinggalkan

Mobil dapat dikaitkan dengan status sosial seseorang. Coba saja bila Anda melihat seseorang yang mengendarai Lamborghini mentereng, Anda dapat langsung berkesimpulan bahwa si pengemudi berada pada strata sosial atas. Namun mengendarai mobil tersebut di jalan-jalan yang penuh dengan kemacetan tentu akan mengaburkan arti mobil tersebut bagi pemiliknya, sebab si pengendara tidak lagi terfokus pada kerennya mobil yang dikendarainya, namun  pada kemacetan jalanan yang harus dilaluinya. Belum lagi masalah keamanan yang juga menjadi pertimbangan.

Sehingga memiliki mobil mewah nan mentereng bisa saja tidak lagi menjadi sebuah prestige belaka, namun menjadi sebuah beban. Sang pengendara harus mencari waktu yang tepat untuk mengendarainya juga jalan-jalan yang tepat yang memang dirasa aman. Ini tidak hanya berlaku bagi mobil-mobil mewah namun faktor keamanan, kemacetan, kepraktisan sudah menjadi faktor-faktor yang dipertimbangkan untuk tidak mengendarai mobil pribadi dalam keseharian.

Konsep Car Sharing di Masa Depan

Transportasi memang selalu menjadi permasalahan utama di kota Jakarta ini. Bagaimana tidak, semakin banyak mobil yang berkeliaran di jalan-jalan utama, makatentu saja akan semakin menambah kemacetan. Sementara untuk mengandalkan kendaraan umum saat ini, sesuai kenyataan maka masih belum dapat dikatakan mapan.

Karena itu, konsep car sharing dianggap memiliki masa depan yang cukup menjanjikan. Baik itu dalam bentuk penyewaan mobil dengan sistem tradisional, menyewa sesuai dengan tujuan dan kebutuhan, atau bahkan seperti konsep menebeng. Namun yang akan menjadi kunci untuk masyarakat menentukan pilihan adalah masalah keamanan dan kenyamanan. Ketika masyarakat menilai sistem car sharing yang ditawarkan aman, maka penyedia jasa itu pun akan menjadi pilihan.

Karena itu sudah dapat dipastikan car sharing dengan kemudahan, keamanan, dan kenyamanan akan semakin populer pada masa yang akan datang. Ini memang akan menjadi era yang baru, era saat kita menemukan bahwa sebuah fungsi akan lebih penting dari memiliki.

Ruth Berliana/VMN/BL/Editor
Editor: Ruth Berliana
Image : Business Lounge Journal