(Business Lounge Journal – Manage Your Business) Apakah sekarang perusahaan Anda ada dalam krisis? Jangan cemas dan menjadi depresi namun lakukan inovasi. Sebuah perusahaan tempat saya bekerja beberapa tahun yang lalu saat menghadapi krisis alih-alih patah semangat malahan tetap pantang menyerah untuk menghadapi badai, hasilnya mereka tetap berdiri sampai sekarang. Inovasi dalam kondisi krisis lahir dari keyakinan akan harapan untuk perubahan dan menjalani dengan antusias tanpa menjadi kehilangan asa. Itulah sebabnya yang pertama dilakukan adalah menciptakan semangat kerja pada segenap tim manajemen, jangan biarkan mereka tenggelam dalam kondisi buruk di sekitar perusahaan. Ibarat kapal yang ada ditengah badai jangan habiskan waktu dengan hanya memandang gelombang dan angin, namun pegang kendali agar kapal jangan tenggelam.

Inovasi apakah yang diperlukan ketika perusahaan menghadapi krisis, pertama-tama lihatlah kembali apakah yang menjadi inti dari bisnis, produk dan jasa apakah yang menghasilkan keuntungan dan masih memiliki permintaan pasar? Produk dan jasa ini menjadi harapan untuk dikembangkan dan menghasilkan keuntungan. Inovasi dilakukan dengan menyingkirkan dahulu semua produk dan jasa yang hanya memiliki prospek yang suram dan konsentrasi pada satu atau beberapa produk yang menjadi harapan karena memiliki permintaan pasar. Kedua lakukan evaluasi terhadap strategi pemasaran yang dimiliki, bisa jadi produk yang dipilih ini memang selama ini bukan produk dan jasa yang dijual dengan agresif. Ketiga ciptakan cara-cara baru dalam melakukan pemasaran jangan pernah berhenti pada cara-cara lama yang sudah usang. Ketiga sumberdaya yang dimiliki haruslah dilatih sesuai cara-cara inovatif yang disepakati.

Inovasi dalam cara pemasaran dilakukan dengan coopetition, kerjasama dengan mereka yang menjadi saingan akan lebih efektif, mengingat pangsa pasar yang seringkali tidak bisa dipenuhi sendirian, namun dengan kerjasama akan menciptakan pemenuhan kebutuhan pasar. Inovasi perlu dilakukan dengan cara-cara online yang sekarang sudah merupakan pangsa pasar yang besar untuk bisa digarap. Daftarkan kembali para pelanggan yang potensil untuk bisa di approach untuk menghasilkan bisnis.

Setelah Inovasi dalam cara pemasaran, hal lain yang perlu dilakukan adalah bagaimana menciptakan paket-paket pembayaran yang menarik sehingga pelanggan merasa beruntung, misalnya dengan mendaftarkan seluruh benefit yang dimiliki hingga yang terkecil lalu menjumlahkannya dalam nilai uang yang bisa bernilai lebih besar dari nilai yang harus dibayarkan oleh konsumen.

Inovasi pada akhirnya menghasilkan ultimate selling proposition (USP) yang diperlukan dalam penetrasi pasar, biasanya USP dilengkapi juga dengan hubungan pelanggan (customer relationship). Sejak tahap pertama pertemuan dengan pelanggan, saat proses penjualan dilakukan, saat closing terjadi, dan after sales seluruhnya memerlukan inovasi dalam hubungan pelanggan. Rangkaiannya akan menjadi bisnis kembali pada posisinya dan inovasi memberikan dampak kekuatan melampaui krisis.

Fadjar Ari DewantoFadjar Ari Dewanto/VMN/BD/Regional Head-Vibiz Research Center