(Business Lounge Journal – Global News) Tiongkok pada Kamis (29/10) lalu telah mengumumkan untuk meninggalkan kebijakan One Child Policy yang sudah berlangsung selama 3 dekade lamanya. Hal ini memungkinkan semua pasangan di Tiongkok dapat memiliki dua orang anak, demikian seperti dilansir oleh media setempat Xinhua.

Kebijakan One Child Policy telah diperkenalkan oleh Pemerintah Tiongkok pada tahun 1979 ini memang bertujuan untuk memperlambat laju pertumbuhan penduduk. Setelah itu, pada bulan September 1982, pemerintah menekankan keluarga berencana sebagai salah satu kebijakan nasional dasar. Namun hal ini kemudian berdampak pada terjadinya perlambatan pertumbuhan penduduk secara signifikan sehingga persentase orang tua, yaitu mereka yang berusia di atas 60 berkembang pesat. Namun pergerakan yang melambat saat ini memicu dipertimbangkannya kembali kebijakan tersebut.

Menanggapi pengumuman ini, para ahli demografi optimis bahwa kebijakan baru tersebut tidak akan membuat angka kelahiran melambung.

Berbicara kepada Beijing News, Liang Jianzhang, ahli demografi dan CEO dari Ctrip, mengatakan bahwa angka kelahiran nasional akan melambung meningkat selama beberapa tahun pertama pada kebijakan baru. Namun, ia mengingatkan bahwa itu akan menjadi peningkatan yang sangat terbatas. Hal ini diperkirakan oleh karena jumlah wanita subur di Tiongkok pada tahun 2014-2024, yaitu yang berusia antara 23 dan 28 tahun akan menurun dari 73,87 juta menjadi 41,16 juta orang, demikian dikataan Liang. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa tingkat kesuburan di Tiongkok sudah termasuk yang terendah di dunia. Jika dibandingkan rasio pria dan wanita di negara ini, maka setiap pasangan setidaknya akan melahirkan 2,2 anak untuk memastikan perkembangan kependudukan yang berkelanjutan, demikian disampaikan Liang.

Selain itu, para ahli juga percaya bahwa perubahan kebijakan tidak akan memiliki dampak yang signifikan terhadap persentase lansia sebagai bagian dari keseluruhan populasi di negara ini.

Zhang Chewei, dari Chinese Academy of Social Sciences, berpendapat bahwa persentase orang tua saat ini terdiri dari 16,16% dari total penduduk Tiongkok. Angka itu diperkirakan akan meningkat menjadi 37,88% pada tahun 2050.

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image : Business Lounge Journal

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.