Pendapatan Alibaba Didorong oleh Keuntungan Anak Usahanya

Alibaba Group Holding Ltd membukukan kenaikan tajam dalam laba fiskal kuartal kedua yang lebih baik dari perkiraan yaitu 32% kenaikan pendapatan, dimana keuntungan diperoleh dari penjualan gadget mobile.

Perusahaan e-commerce tersebut mengatakan terjadi lonjakan laba mencapai $ 3,57 miliar, atau $ 1,40 per saham, pada kuartal yang berakhir 30 September lalu, didorong oleh keuntungan $ 2,93 miliar dari penilaian kembali sahamnya sebelumnya pada  Alibaba Health Information Technology Ltd. Pada periode tahun sebelumnya diperoleh laba 3,03 miliar yuan, atau $ 476.900.000 dengan kurs saat ini.

Tanpa keuntungan dari Alibaba Health, laba Alibaba hanya akan meraih $ 762.000.000 laba bersih seperti yang diproyeksikan oleh analis yang disurvei oleh S & P Capital IQ.

Namun, Alibaba melaporkan kenaikan 32% pada pendapatan dari periode tahun sebelumnya serta meningkatkan keuntungan dari transaksi ponsel dibandingkan dengan kuartal fiskal pertama.

Hasil Alibaba telah dibayangi ketat perlambatan ekonomi Tiongkok. Bulan lalu kepala hubungan investor Alibaba, Jane Penner mengatakan perusahaan melihat dampak negatif dengan besarnya pengeluaran oleh konsumen Tiongkok pada platform online mereka.

Alibaba pada bulan April mengatakan melakukan peningkatan jumlah saham di Alibaba Health, yang diperdagangkan di Hong Kong,  sebesar 55% secara penuh dari 38%.

Alibaba mengatakan volume barang gross dengan ukuran penjualan pada perusahaan platform-tumbuh 28% dari tahun sebelumnya. Pendapatan seluler lebih dari dua kali lipat menjadi $ 1,66 miliar.

Alibaba mengatakan tingkat monetisasi, sebuah ukuran berapa banyak hasil penjualan pada platform-nya, adalah 2,42% pada kuartal tersebut, naik dari 2,33% pada kuartal pertama dan naik dari 2,3% pada periode tahun sebelumnya. Tingkat monetisasi mobile, yang diawasi ketat oleh investor, naik menjadi 2,39% dari 2,16% pada kuartal pertama 1,87% dari tahun lalu.

Sebelum bernama Alibaba Health Information Technology Ltd, maka Alibaba Holding terlebih dahulu membeli perusahaan Citi 21CN, dimana Alibaba melihat adanya peluang besar di bidang industri teknologi informasi kesehatan

Strategi membagi jenis usaha melalui anak perusahaan memang bisa menjadi strategi menjalankan usaha dalam kondisi globalisasi ini, mengingat persaingan yang tinggi dan kecermatan dalam penetrasi pasar yang potensil. Bisa saja suatu jenis usaha sedang booming saat ini, namun bisa terjadi kejenuhan atau hambatan lainnya sehingga perlu ada suatu diversifikasi usaha dan inovasi usaha.

Dodo/BLJ/Journalist
Editor : Ruth Berliana
image : wikipedia