Dorsey Ijinkan Karyawannya Miliki 1/3 Saham Twitter

(Business Lounge Journal – Empower People) Seminggu setelah mengumumkan restrukturisasi, CEO Twitter mengatakan ia akan memberikan sekitar sepertiga dari saham Twitter untuk dapat dimiliki oleh karyawan. Menurut isi tweet Dorsey ini bahwa jumlah yang didonasikan sama dengan sekitar 1% dari perusahaan. Dorsey juga mengatakan bahwa langkah ini adalah untuk “menginvestasikan kembali langsung pada ‘orang’ kami.” Demikian dikatakannya lwat twitter pada Kamis (22/10).

“Seperti untuk saya: Saya lebih suka memiliki bagian yang lebih kecil dari sesuatu yang besar dari bagian yang lebih besar dari sesuatu yang kecil. Saya yakin kita bisa membuat Twitter besar!” demikian dituliskan Dorsey. Diperkirakan donasi Dorsey mencapai USD 198.2 juta.

Dorsey, yang juga co-founder dan CEO dari Square Inc, mengungkapkan dalam pengajuan IPO perusahaan pada awal bulan ini bahwa ia berencana untuk menyumbangkan 40 juta lembar saham, atau 10% dari perusahaan, untuk yayasan amal saat dia mulai berinvestasi pada seniman, musisi, dan bisnis lokal. Dia menulis dalam sebuah surat dalam pengajuan bahwa ia sudah memberikan kembali sekitar 15 juta saham baik untuk Square dan yayasan tersebut.

Pengumuman Dorsey ini muncul beberapa minggu setelah dia disetujui untuk tetap menjadi CEO permanen Twitter. Ia mengambil tugas berat untuk menghidupkan kembali pertumbuhan pengguna layanan media sosial. Dia harus melakukan hal ini dengan mencari tahu bagaimana membuat layanan tersebut lebih mudah digunakan.

Awal pekan ini, Morgan Stanley, perusahaan finansial multinational menurunkan rating Twitter dan mempertanyakannya kemampuan perusahaan untuk mencapai target pendapatan sehubungan dengan pertumbuhan pengguna twitter yang terbatas dan keterlibatan serta adanya keprihatinan atas permintaan iklan. Analis Brian Nowak juga mencatat bahwa fitur kurasi baru Twitter, Moments, mungkin tidak cukup untuk menjangkau pengguna yang cukup baru.

Sebagai Retention Strategy

Memberikan kesempatan bagi karyawan untuk dapat mengambil bagian dalam program kepemilikan saham memang merupakan salah satu benefit yang dapat diberikan oleh perusahaan. Tujuannya dapat merupakan bagian dari reward, dapat juga menjadi salah satu strategi untuk me-retain karyawan untuk dapat tetap bertahan.

Bagi mereka yang berprestasi biasanya program kepemilikan saham perusahaan dapat diberikan cuma-cuma, hanya tidak langsung dapat diuangkan melainkan diberikan periode untuk dapat dicairkan. Misalnya dalam satu tahun pertama 30%, satu tahun berikutnya 30%, dan tahun ketiga 40%.

Namun program kepemilikan saham dapat juga dibuka bagi seluruh karyawan, yaitu dengan program menabung. Setiap karyawan akan dipotong gaji bulanannya untuk kemudian ditabungkan selama jangka waktu yang sudah ditentukan, misalnya satu, tiga, atau lima tahun. Pada akhir dari waktu yang ditentukan, maka tabungan tersebut dapat dibelikan saham perusahaan dengan harga yang telah dikenakan discount misalnya 20%, dan sebagainya. Dengan demikian semua karyawan dapat menjadi pemilik saham. Hal ini kelihatannya sederhana dan sering kali tidak disadari oleh karyawan bahwa hal ini merupakan sebuah benefit yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya, oleh karena tidka langsung terlihat dalam rupa tunai. Namun setiap karyawan harus memperhitungkan hal ini sebagai sebuah keuntungan.

Pada tanggal 27 Oktober depan, Twitter akan melaporkan pendapatannya untuk  kuartal ketiga

citra/VMN/BL/Journalist
Editor: Ruth Berliana
Image :Business Lounge Journal