(Business Lounge – Empower People) Zaman sekarang ini, menjadi fleksibel adalah sesuatu yang sangat penting. Bukan berarti tidak ada peraturan atau pun ketentuan, namun semuanya diberlakukan dengan kesesuaian yang dibutuhkan.

Seperti telah dibahas berkali-kali bagaimana generasi Y yang saat ini mulai mengambil bagian dalam dunia bisnis, sangat menyukai fleksibilitas, mulai dari flexi time, yaitu mereka dapat bekerja kapan saja mereka mau, flexi place, sehingga lahirlah konsep co-working space, bahkan sekarang teknologi telah mengakomodir adanya kebutuhan flexi payment. (Baca: Para Millennial yang Mulai Tidak Tertarik dengan Upah Bulanan). Lalu apakah perusahaan perlu untuk mengakomodir keinginan para millennial?

Konsep Conventional Office yang Membosankan

Bagi Anda yang sudah memasuki masa kerja di atas 10 tahun saat ini, mungkin telah tertanam di dalam pikiran Anda apa artinya sebuah kantor. Hal ini sudah pernah saya bahas sebelumnya. (Baca: Sebuah Budaya Telah Menggeser Arti Sebuah Kantor). Hal ini rupanya bukanlah hal yang disukai oleh para millennial, demikian mengutip apa yang dikatakan Marshall Utoyo, pendiri Conclave Co working space. Namun para generasi pendahulu yang berasal dari generasi yang berbeda tentu saja memiliki pandangannya tersendiri mengenai apa artinya bekerja dan sampai saat ini mereka masih menerapkan konsep kantor yang sesuai dengan pandangannya yaitu yang sering kali disebut sebagai conventional office. Tentu saja tidak mudah untuk menyatukan pendapat kedua generasi yang berbeda ini. Namun perlu disadari bahwa jumlah millennial yang mulai memasuki dunia kerja dan dunia bisnis semakin bertambah, sehingga para pemilik bisnis yang berasal dari generasi yang berbeda pun perlu memiliki toleransi dalam hal ini.

Seperti yang juga telah dibahas bagaimana lagi-lagi para millennial membuat konsepnya sendiri mengenai pembayaran upah, bahwa mereka melakukan dobrakan tentang apa yang disebut dengan “gajian”. Bahwa mendapatkan upah sebulan sekali merupakan sesuatu yang tidak mereka harapkan, melainkan suatu fleksibilitas untuk dapat mengambil upah kapan saja mereka mau menjadi sesuatu yang membuat mereka sangat excited. (Baca: Para Millennial yang Mulai Tidak Tertarik dengan Upah Bulanan). Hal ini tentu saja kelak akan menghapus istilah ‘tanggal tua’ dan ‘tanggal muda’, sebab setiap hari adalah hari ‘gajian’ sebab mereka akan menerima upah mereka atas setiap hari kerjanya.

Penting untuk Para Pendahulu Memahaminya

Suka atau tidak suka, ‘aneh’ atau tidak ‘aneh’, mengerti atau tidak dapat dimengerti, namun inilah fenomena yang terjadi saat ini. Para generasi pendahulu harus membuka mata lebar-lebar dan juga mengerti di dalam hati dan pikiran, bahwa generasi yang saat ini dihadapi memang bukan generasi yang memiliki budaya yang sama dengan pendahulunya. Kenyataannya juga adalah mereka lah yang kini menjadi talent di setiap tempat kerja yang ada. Karakter mereka yang enerjik, bersemangat, percaya diri, dan sangat ambisius memberikan warna yang baru dalam dunia bisnis. Sehingga penting untuk para generasi pendahulu dapat mengubah konsep yang selama ini telah tertanam bertahun-tahun lamanya. Salah satu hal yang perlu untuk dibahas dan dipertimbangkan adalah mulai memasukan unsur fleksibitas dalam dunia conventional office. Memang tentu saja harus diperhitungkan dan dikaji masak-masak untung dan ruginya bila menerapkan flexi time, flexi place, apalagi flexi payment. Namun mungkin Anda dapat memulainya dulu dengan penerapan flexi benefit. Misalnya memberikan pilihan benefit apa yang ingin dimiliki oleh para karyawan, apakah ingin memiliki benefit kesehatan gigi dan mata, atau benefit lifestyle dalam bentuk club membership. Apakah menginginkan program kepemilikan kendaraan bermotor atau program kepemilikan gadget. Sebab saya pernah menemui mereka yang menolak untuk mendapatkan housing loan dan mempertanyakan mengapa tidak ada loan untuk kepemilikan laptop sebab mereka selalu ingin mengikuti tren teknologi yang ada.

Namun tentu saja perlu untuk memperhitungkan kembali mengenai budjet yang perlu disiapkan untuk mengakomodir kebutuhan para millennial ini. Suka atau tidak suka, keberatan atau tidak, bila Anda berada pada posisi kunci di perusahaan Anda pelu mulai memikirkan keunikan yang dimiliki para millennial kita.

ruth_revisiRuth Berliana/VMN/BL/Managing Partner Human Capital Development

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.